Semarak MPLS Ramah SMAN 7 Manado: Merajut Mimpi Jelita Eklesia Repi di Tengah Ekosistem Pendidikan yang Inspiratif
- account_circle B01
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manado, BATALYONWARTA.COM
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 7 Manado tahun ajaran 2026/2027 bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan sebuah gerbang inspirasi bagi para peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 13 Juli hingga Jumat, 17 Juli 2026 ini, dirancang secara khusus dengan mengusung konsep “MPLS Ramah”. Hal ini terbukti sukses memantik antusiasme mendalam dari 468 siswa baru yang terbagi ke dalam 13 Rombongan Belajar (Rombel), tak terkecuali bagi seorang siswi berbakat bernama Jelita Eklesia Repi.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Willem Hanny Rawung, SS., M.Hum., SMAN 7 Manado tidak hanya mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga serius membangun pondasi karakter anak didiknya sejak hari pertama. Bagi Jelita, remaja yang hobi melukis, menulis skenario, dan bercita-cita menjadi sineas muda ini, MPLS di SMAN 7 Manado menjadi “rumah kedua” yang sangat suportif. Motivasi Jelita semakin bergemuruh ketika melihat kakak-kakak kelasnya memamerkan kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi dengan segudang prestasi. Salah satu sosok yang tampil memukau adalah Lungly Supit, Wakil Ketua OSIS Kelas XII SMAN 7 Manado yang turut hadir mewakili Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara sebagai pemateri.
”Melihat kakak-kakak kelas tampil dengan penuh kreativitas, saya merasa yakin bahwa saya berada di tempat yang tepat. SMAN 7 Manado memacu saya untuk tidak sekadar menjadi siswa biasa,” ungkap Jelita. Keyakinannya sangat beralasan, karena MPLS tahun ini benar-benar diisi dengan program berkualitas yang sesuai dengan pedoman pendidikan, seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program Pagi Ceria, hingga penguatan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
Darah seni dan kecerdasan intelektual Jelita sebagai putri dari seorang ASN di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara sekaligus penulis novel “Pamit Ketika Purnama” dan Kandidat Doktor Muda, tampaknya menemukan ruang bertumbuh yang sempurna. SMAN 7 Manado berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai institusi yang peduli pada pembentukan mental siswa secara holistik. Selama MPLS, wawasan para siswa diperkaya oleh pemateri-pemateri hebat, seperti Wawasan Kebangsaan oleh Kaban Kesbangpol Sulut Johny Alfred Alexander Suak, S.E., M.Si., serta edukasi bahaya HIV/AIDS dan obat-obatan terlarang oleh Ibu Resky Amelia dari BNN Provinsi Sulawesi Utara. Bahkan, pihak kepolisian dan Jasa Raharja turut hadir menanamkan kedisiplinan dan edukasi keselamatan berlalu lintas.
Rangkaian pembekalan ini, ditambah dengan penanaman nilai positif melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) serta Gerakan Rukun Sama Teman (GRST), membuat imajinasi dan mimpi Jelita semakin hidup. Ia merasa lingkungan yang mengedepankan kolaborasi dan kompetisi sehat ini adalah nutrisi terbaik untuk melahirkan karya-karya hebatnya ke depan.
Komitmen SMAN 7 Manado untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter telah terbukti mewujud dalam semangat menyala para siswanya. Kehadiran siswa-siswi yang antusias dan bermotivasi tinggi seperti Jelita.
- Penulis: B01

