Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandar Lampung – PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektare lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis etanol dari singkong.

Peluang investasi tersebut disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong yang berlangsung di Bandar Lampung, Senin (25/5/2026). Iskandar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 sebagai unit operasional PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

“Kami siap melaksanakan kebijakan Bapak Presiden sebagaimana diamanatkan kepada Holding (PTPN Holding) dan HO (Head Office PTPN I) untuk mengeksekusi di lapangan. Kami punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare di enam Kebun (unit kerja). Semuanya ada di Lampung,” kata Iskandar di hadapan puluhan calon investor yang hadir di Kantor Regional 7 Bandar Lampung.

Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung DR Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, pemaparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan.

Dalam sambutannya, Elvira Umihani menjelaskan bahwa Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok dari petani rakyat.

“Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Ada lebih 314 ribu keluarga yang mengandalkan ekonominya dari budi daya singkong di sini. Produksinya sekitar 15 juta ton per tahun. Sedangkan produktivitasnya saat ini rata-rata 7,5 ton per hektare,” kata dia.

Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut.

“PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk memegang mandat ini. Dan pada rapat kali ini, sengaja kita undang seluruh pihak, terutama calon investor untuk membahas strategi dan teknis dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, pihak PTPN akan memaparkan segala sesuatunya untuk kemudian bapak ibu para pelaku usaha segera mengambil langkah positif,” ujarnya.

Sementara itu, Erwin Sialagan menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong.

“Angka delapan juta kilo liter etanol itu diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu atau biasa disebut singkong dari lahan seluas 104 ribu hektare. Dan itu harus dicapai sampai 2029. Nah, untuk tahap awal ini, tahun 2026 harus terealisasi 10 ribu hektare. Selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri etanol tidak akan terputus,” kata dia.

Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha.

“Model kerja samanya adalah KSU, kerja sama usaha. Kami hanya menyediakan lahan. Secara teknis budi daya dan pembiayaan, termasuk varietas yang akan ditanam, semua terserah investor. Dan regulasi terkait hasil panennya dimanfaatkan untuk program ketahanan energi, itu domain para pihak terkait. Yang pasti, kami sediakan lahan ini untuk program kemandirian energi nasional,” kata dia.

Usai pemaparan program, potensi lahan, serta model kerja sama yang ditawarkan, para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi. Program pengembangan etanol berbasis singkong dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami menyambut baik program ini. Untuk diketahui, baru beberapa bulan ini harga singkong kami bagus, bahkan sampai Rp2.000 per kilo. Dengan program ini (ketahanan energi), mudah-mudahan harga nggak turun lagi sehingga petani singkong bisa ikut sejahtera,” kata Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir pada acara tersebut.

Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekosistem industri etanol berbasis singkong yang berkelanjutan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapkan Dana Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Fleksibel

    Siapkan Dana Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Fleksibel

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juni 2026 – Memasuki periode kenaikan kelas dan penerimaan peserta didik baru, banyak keluarga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan pendidikan anak. Mulai dari uang pangkal, biaya daftar ulang, pembelian perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan penunjang pembelajaran menjadi pengeluaran yang perlu diantisipasi agar tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga. Kebutuhan dana pendidikan sendiri terus menunjukkan tren peningkatan […]

  • Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

    Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Segitiga Senen menghadirkan suasana istimewa dengan menyambut nasabah secara hangat dan penuh keakraban. Nuansa berbeda terasa di banking hall ketika jajaran pekerja BRI BO Segitiga Senen mengenakan pakaian bernuansa wastra Nusantara saat memberikan pelayanan kepada nasabah. Balutan wastra Nusantara yang dikenakan para pekerja BRI menjadi […]

  • KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

    KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sekilas Info Daop 2 Bandung Rabu, 5 Agustus 2026 KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung Bandung (Jawa Barat), 5 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo […]

  • Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

    Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, Juni 2026. Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang […]

  • Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara

    Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus meningkatkan layanan transportasi publik di Yogyakarta melalui penyesuaian jadwal dan pilihan tarif KA Bandara YIA. Penyesuaian layanan yang berlaku sejak 1 Juli 2026 ini memberikan lebih banyak pilihan waktu perjalanan bagi masyarakat dan wisatawan yang menuju maupun dari Yogyakarta International Airport (YIA). KA Bandara YIA melayani dua pilihan layanan, yaitu […]

  • Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengontrol Produksi hingga Laporan Keuangan

    Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengontrol Produksi hingga Laporan Keuangan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Odoo ERP membantu manufaktur mengintegrasikan produksi, persediaan, dan keuangan dalam satu sistem. Dengan Partner Odoo yang memahami proses pabrik, perusahaan dapat meningkatkan kontrol operasional dan akurasi data. Pesanan terus bertambah, tetapi jadwal produksi justru semakin sering meleset. Banyak pabrik di Indonesia mengalami hal serupa ketika volume order naik. Data produksi ada di papan tulis, stok […]

expand_less