Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEYSTONE 2026: ‘Becoming A Leader People Want to Follow’, program pembekalan kepemimpinan tingkat dasar bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH). Digelar pada 4 September 2026 di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 mahasiswa baru UPH dari berbagai fakultas angkatan 2026.

Menjadi pemimpin bukan hanya tentang
kemampuan mengarahkan orang lain. Sebelum memimpin tim, organisasi, atau
komunitas, seorang pemimpin perlu terlebih dahulu mampu mengenali, mengelola,
dan mengembangkan dirinya sendiri. Pesan inilah yang menjadi benang merah KEYSTONE
2026: ‘Becoming A Leader People Want to Follow’
, program pembekalan
kepemimpinan tingkat dasar bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan
(UPH). Digelar pada 4 September 2026 di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus
Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200
mahasiswa baru UPH dari berbagai fakultas angkatan 2026.

Melalui tayangan
video, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, mengajak
mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan diri dan mulai
membangun pengalaman kepemimpinan.

“Tidak pernah saya
bayangkan, saya orang desa, tetapi sampai memimpin organisasi di Australia,
perusahaan asal Amerika, perusahaan BUMN, hingga di lingkungan kementerian. Itu
semua saya sudah jalani. Di mana mulainya? Pada waktu mahasiswa. Oleh karena itu,
saya mendorong saudara-saudara untuk memanfaatkan kesempatan belajar
kepemimpinan ini dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di kalangan
mahasiswa,” pesannya.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan
melalui empat sesi yang mengajak mahasiswa memulai perjalanan
kepemimpinan dari diri sendiri, mulai dari mengenal diri, mengelola emosi,
membangun kebiasaan, hingga memahami bagaimana talenta dan kehidupan dapat
digunakan untuk memberi dampak bagi orang lain
.

Mengenal Diri sebagai Langkah Awal
Memimpin

Perjalanan kepemimpinan dimulai melalui
sesi ‘Who Am I Becoming?’ yang dibawakan Youry Royke P.
Timbuleng, S.Sos., M.Div., M.Th., CPHCM.,
Manager of Spiritual Growth,
Mentoring & Student Engagement UPH. Menggunakan ilustrasi benih dan
tanaman, Youry mengajak mahasiswa memahami bahwa setiap orang memiliki potensi
yang perlu dikembangkan, bukan hanya dalam kemampuan, tetapi juga dalam
karakter.

Mengawali paparan, ia memperkenalkan konsep
perjalanan kepemimpinan di UPH (UPH Leadership Journey), yakni  SOTO, yaitu Lead Self, Lead Others,
Lead Teams,
dan Lead Organization.  

“Menjadi seorang pemimpin diawali dengan
mampu memimpin diri sendiri (Lead Self). Hal ini yang mendorong
kita untuk menjawab pertanyaan ‘Who Am I Becoming?’. Pertanyaan ini
bukan sekadar ‘Saya nanti mau jadi seperti apa? Gelar apa yang akan saya pakai?
IPK saya berapa? Namun terpeting itu adalah karakter,” ucapnya.

Untuk mendukung proses Lead Self,
mahasiswa diperkenalkan dengan lima kebiasaan melalui akronim HEART: Hunger
for Wisdom, Expect the Best, Accept Responsibility, Respond with Courage,

dan Think Other First. Kelima kebiasaan tersebut menjadi dasar
untuk membangun karakter dan cara berpikir yang diperlukan dalam perjalanan
kepemimpinan.

Setelah memahami Lead Self dan
kebiasaan yang menjadi fondasinya, mahasiswa diajak merefleksikan perjalanan
pribadi melalui sesi ‘Life Mapping’. Dalam sesi ini, mahasiswa
melihat kembali pengalaman di masa lalu, memahami kondisi diri saat ini, serta
menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan.

“Setiap mahasiswa punya kesempatan untuk
menentukan perjalanan masing-masing. Karena itu, manfaatkan masa empat tahun di
UPH bukan hanya untuk menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga untuk mencoba
hal-hal baru, terlibat dalam berbagai kegiatan, membangun relasi, dan
mengembangkan karakter,” ujar Youry.

Mengelola Diri, Bukan Sekadar
Mengendalikan Emosi

Kemampuan
memimpin diri juga berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami dan merespons
emosinya. Hal ini dibahas Krishervina Rani
Lidiawati, M.Psi., Psikolog.,
Dosen Fakultas
Psikologi UPH,
melalui sesi ‘Managing Emotions Well’.

“Emotions are data, not commands.
Ketika kamu sedang marah, bukan berarti kamu harus langsung gebrak meja atau
mengeluarkan kata-kata kasar. Emosi hanya memberikan informasi tentang apa yang
sedang kita rasakan,” jelasnya.

Karena itu,
mahasiswa diajak untuk tidak langsung bereaksi ketika menghadapi situasi
emosional. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah STOP, yaitu Stop,
Take a Breath, Observe,
dan Proceed with Wisdom. Metode
ini mengajak mahasiswa berhenti sejenak, mengatur napas, mengamati situasi dan
emosi yang dirasakan, lalu menentukan respons secara bijaksana.

“Jangan mengambil
keputusan ketika kalian terlalu senang, terlalu sedih, terlalu kesal, atau
terlalu apa pun. Tenangkan diri, kembali normal dulu, baru mengambil sebuah
keputusan. Ini adalah skill yang perlu kita miliki untuk bisa meregulasi
emosi,” ujarnya.

Membangun Kebiasaan untuk Bertumbuh

Perspektif mahasiswa aktif turut
memperkaya pembahasan melalui sesi ‘Panel Talk: Habits for Success’
bersama Vanessa Putri Gunawan, Mahasiswi Kedokteran angkatan 2024
sekaligus Koordinator Ambassadors of UPH (AoU) periode 2026-2027 dan Gracela
Indah Stephani
, Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang juga Ketua MC
Hunt UPH periode 2025-2026. Sesi ini dipandu Catherine Setiawati Anderson,
Mahasiswi Psikologi 2024 yang saat ini menjabat sebagai Ketua BEM UPH periode
2026–2027.

Vanessa membagikan kebiasaan yang
membantunya menghadapi berbagai tantangan, yaitu berhenti mengeluh. Menurutnya,
tidak semua keadaan maupun orang lain dapat dikendalikan. Karena itu, energi
dan waktu perlu diarahkan pada hal-hal yang berada dalam kendali diri.

“Saya enggak bisa mengontrol keadaan
bahkan orang lain. Namun yang bisa saya kontrol adalah diri saya sendiri. Sejak
saya mengimplementasikan pemikiran berhenti mengeluh, semuanya jadi lebih
lancar. Karena ketika mengeluh, berarti menghabiskan energi untuk mengeluh.
Padahal, energi dan waktu itu bisa kita gunakan untuk menyelesaikan tugas
dengan lebih baik,” ungkap Vanessa.

Sementara itu, Gracela membagikan
pengalamannya saat pertama kali bergabung dalam organisasi dan mendapat
kesempatan menjadi MC di UPH Talent Show 2023. Meski sempat merasa takut dan
tidak percaya diri, kesempatan tersebut justru menjadi pengalaman yang membentuk
keberaniannya.

“Terkadang kita tidak harus menjadi yang
paling baik atau merasa harus menunggu sampai benar-benar siap. Ketika ada
kesempatan, ambillah. Jangan selalu berkata, ‘Aduh, nanti saja, Kak. Aku belum siap,’ atau ‘Aduh, pressure banget. Takut dimarahin sama kakak tingkat.’ Coba
hadapi dan jalani prosesnya. Di situlah mental kita dilatih dan dibentuk. Dari
proses tersebut, kita juga bisa melihat sejauh mana diri kita sudah bertumbuh,”
ujar Gracela.

Menjadi Pemimpin yang Berdampak

Sebagai penutup, Dr. Andry M.
Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President Student Development, Alumni,
and Corporate Relations UPH
, membawakan sesi ‘The Leader God is
Forming in You’.
Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan
tidak ditentukan oleh jabatan, prestasi, nilai akademik, maupun popularitas,
tetapi oleh siapa diri mereka dan bagaimana Tuhan membentuknya.

“Pertanyaan
penting dalam kepemimpinan adalah siapa saya dan untuk menjadi pribadi seperti
apa Tuhan membentuk saya. Kita adalah image bearer, ciptaan Tuhan yang
dibentuk untuk menjadi serupa dengan Kristus,” jelas Dr. Andry.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan
sejati tercermin melalui sikap melayani dan bertanggung jawab atas apa yang
telah dipercayakan Tuhan. Karena itu, talenta, potensi, dan kesempatan yang
dimiliki perlu dikembangkan dan digunakan untuk memberi manfaat bagi orang
lain, bukan semata-mata mengejar pengakuan pribadi.

“Pemimpin yang sesungguhnya bukan
mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memberikan dampak dan kontribusi bagi
sesama. Jangan hanya membangun karier, tetapi bangunlah kehidupan yang
bermakna. Kita diciptakan, disiapkan, serta dibentuk untuk menjalani hidup yang
berarti dan bermanfaat bagi sesama,” tutur Dr. Andry.

Melalui KEYSTONE 2026, mahasiswa diajak
memahami bahwa perjalanan kepemimpinan dimulai dari memimpin diri sendiri
dengan penuh tanggung jawab. Sebagai bagian dari rangkaian UPH Leadership
Journey
, KEYSTONE menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus
mengembangkan kepemimpinan melalui program lanjutan lainnya, seperti Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT),
dan Living Stone. Seluruh rangkaian
ini merupakan bagian dari komitmen UPH menghadirkan pendidikan holistis berlandaskan
Wawasan Dunia Kristen Reformed
untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi
pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, serta membawa
dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

    PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara mendorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Dalam kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas […]

  • Public

    Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Oktober 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini berada di sekitar US$85.513, turun 1,10% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan pelemahan tipis pasar aset kripto secara keseluruhan. Pergerakan tersebut membuat area US$87.000 kembali menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi […]

  • deGadai Resmikan Cabang Pondok Indah dan Kalibata City, Hadirkan Free Entrupy serta Layanan Gadai dan Jual Beli Tas Branded

    deGadai Resmikan Cabang Pondok Indah dan Kalibata City, Hadirkan Free Entrupy serta Layanan Gadai dan Jual Beli Tas Branded

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PT deGadai Solusi Digital resmi membuka dua cabang baru di Jakarta Selatan, yaitu di Menara Pondok Indah dan Apartemen Kalibata City. Kehadiran kedua cabang ini bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan berbasis aset yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. deGadai menyediakan berbagai layanan, mulai dari gadai tas branded, jam tangan mewah, kendaraan, BPKB, emas, gadget, hingga […]

  • Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

    Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Surabaya, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam pengelolaan terminal nonpetikemas, mendukung kelancaran proses ekspor 120 unit Flat Top Wagon 40 foot produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ke Selandia Baru melalui Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya. Pengiriman tersebut merupakan pengiriman ketiga untuk memenuhi […]

  • Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

    Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Pensiun mungkin masih terasa jauh ketika usia produktif sedang sibuk membangun karier. Namun, semakin panjang waktu yang tersedia, semakin banyak kesempatan untuk menyiapkan kebutuhan di masa depan. Salah satu aset yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Emas telah lama digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai aset, termasuk untuk tujuan keuangan jangka panjang. Namun, apakah […]

  • B&B menghadirkan rangkaian personal care Formulated for Kids untuk anak aktif dan wangi seharian.

    B&B menghadirkan rangkaian personal care Formulated for Kids untuk anak aktif dan wangi seharian.

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 September 2026 — B&B, brand personal care anak dari Kino Indonesia, memperkenalkan rangkaian produk terbaru yang dirancang untuk mendukung keseharian Anak Aktif. Hadir dengan Formulated for kids, rangkaian produk B&B dilengkapi dengan Active Fresh Formula yang mengombinasikan tiga fungsi, yaitu Gentle Antibacterial, Odor Control, dan Long-Lasting Fragrance, sehingga anak tetap bersih, segar, nyaman […]

expand_less