Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pergerakan harga emas diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan hari Rabu (1/7). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.

Menurut Geraldo, grafik H4 menunjukkan bahwa emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting.

Selain gagal melewati resistance, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru.

“Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868.

Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun.

Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan.

Namun untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan

    BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BRI Region 6 kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Business Continuity Management (BCM). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan ini menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi […]

  • RANGKAIAN SELEBRASI: INDAHNYA KOLEKSI KOLABORATIF PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL DI CENTRAL GRAND INDONESIA

    RANGKAIAN SELEBRASI: INDAHNYA KOLEKSI KOLABORATIF PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL DI CENTRAL GRAND INDONESIA

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    JAKARTA, 8 Juli 2026 – Aliansi kolaboratif PURANA dan PURAGRAPH bersama desainer Anton Afganial secara resmi membuka pameran pamungkasnya: Liveable Art Soirée spektakuler selama dua hari di Central Department Store, Grand Indonesia East Mall (Lantai Dasar) dari tanggal 8 hingga 9 Juli 2026. Central Grand Indonesia menjadi tuan rumah bagi instalasi seni yang dapat ditinggali […]

  • BRI Finance Dukung Kepemilikan Kendaraan melalui Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Makassar

    BRI Finance Dukung Kepemilikan Kendaraan melalui Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Makassar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Makassar, 19 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali berpartisipasi dalam BRI Consumer Expo 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Melalui ajang ini, BRI Finance menghadirkan berbagai solusi pembiayaan kendaraan dengan penawaran suku bunga kompetitif untuk memudahkan masyarakat memiliki kendaraan impian. Sebagai bagian dari sinergi BRI […]

  • Have Your Sweet Moments with Anything Snacks at PIK Avenue

    Have Your Sweet Moments with Anything Snacks at PIK Avenue

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    PIK Avenue kembali menghadirkan pengalaman yang penuh rasa melalui Anything Snacks, sebuah event bertema food & lifestyle yang berlangsung pada 16 – 26 Juli 2026 di Main Atrium PIK Avenue PIK Avenue kembali menghadirkan pengalaman yang penuh rasa  melalui Anything Snacks, sebuah event bertema food & lifestyle yang berlangsung pada 16 – 26 Juli 2026 […]

  • Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

    Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Riset embodied AI dan pengembangan algoritma robotika membutuhkan platform fisik yang bisa menguji kontrol gerak, persepsi, dan interaksi secara langsung di hardware nyata. Platform simulasi tidak selalu mencerminkan kompleksitas yang dihadapi sistem robotik di lingkungan fisik yang tidak terstruktur. Unitree G1 EDU hadir sebagai platform robot humanoid yang dirancang untuk kebutuhan riset AI dan pengembangan […]

  • Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Net
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem yang mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berpartisipasi dalam InnoVibes 2026, forum inovasi yang diinisiasi oleh DKST ITB sebagai wadah kolaborasi antara […]

expand_less