Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan.

JAKARTA – Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas
terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta
penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. PT Pelindo Terminal Petikemas
menyebut transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas
sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang berada di pelabuhan.

Corporate
Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan transformasi
sejak merger pada 2021 telah mendorong produktivitas terminal lebih dari 70
persen.

“Alhamdulillah,
produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan meningkatnya
produktivitas, dampaknya pelanggan mendapatkan value yang lebih baik. Port stay
juga jauh berkurang sehingga mereka menjadi lebih efisien,” kata Widyaswendra
saat dihubungi Rabu (30/9/2026).

Menurut dia,
transformasi dilakukan melalui standardisasi, sistematisasi, serta peningkatan
kompetensi sumber daya manusia. Dari 32 terminal yang dikelola, hampir
seluruhnya mulai menunjukkan perbaikan.

“Karena merger
sudah dilakukan sejak 2021, peningkatan kompetensi dan knowledge secara
otomatis distandardisasi. Dari total 32 terminal, hampir semua perbaikannya
sudah terlihat secara nyata,” katanya.

Transformasi juga
mencakup optimalisasi peralatan. Merger memungkinkan peralatan dari
terminal yang memiliki kecukupan alat dialihkan ke terminal lain yang lebih
membutuhkan.

“Beberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat.
Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya
bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan,” jelasnya.

Langkah tersebut turut berdampak terhadap port stay
dan cargo stay. “Dampaknya, port stay dan cargo stay
menjadi lebih baik,” katanya.

Peningkatan produktivitas juga membuka peluang kerja sama
dan pengembangan rute baru. “Dari situ kami melihat banyak peluang, mulai dari
pengembangan bisnis dengan kerja sama antarkorporasi sampai pembukaan rute-rute
atau service baru. Banyak rute baru yang diperoleh karena produktivitas
masing-masing terminal sudah tinggi,” ujar Wendra.

Wendra mengatakan transformasi tersebut diarahkan untuk
memperkuat ekosistem maritim sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik
nasional.

“Pada akhirnya ketika terjadi peningkatan produktivitas dan
kinerja operasional diharapkan juga memberikan dampak pada biaya operasional
kapal. Fokus kami adalah bagaimana ekosistem maritim bisa berkontribusi
terhadap penurunan biaya logistik, sekaligus konektivitas yang semakin baik,”
katanya.

 

INSA Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian
National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan perbaikan
layanan Pelindo selama lima tahun merger telah dirasakan perusahaan pelayaran
di berbagai wilayah.

“Sejauh ini Pelindo selama lima tahun merger telah melakukan
banyak improvement layanan secara terus-menerus dan sudah kami rasakan
perbaikannya di semua area Pelindo,” kata Carmelita saat dihubungi Rabu
(30/9/2026).

Menurut dia, pembenahan masih perlu dilanjutkan untuk
menciptakan layanan yang semakin terintegrasi di seluruh Indonesia. “Sampai
sekarang Pelindo terus berbenah mengembangkan layanannya untuk lebih
terintegrasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Carmelita mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal
penting bagi perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan
produktivitas kapal. Layanan terminal tidak hanya menyangkut bongkar muat,
tetapi juga efisiensi operasional dan waktu kapal berada di pelabuhan.

“Harapan kami agar perbaikan dan atau penggantian peralatan
bongkar muat dapat segera dilakukan agar port stay lebih baik,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor
penting dalam meningkatkan produktivitas terminal dan mendukung kepastian
jadwal pelayaran.

“Yang kami harapkan tentu layanan semakin baik, semakin
terintegrasi, dan bisa memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” kata Carmelita.

INSA juga
mendorong keberlanjutan standardisasi layanan di berbagai terminal. Menurut
Carmelita, pola layanan yang semakin seragam dibutuhkan perusahaan pelayaran
agar operasional kapal dapat direncanakan dengan lebih baik.

“Bagi perusahaan pelayaran, kepastian layanan itu penting.
Kami membutuhkan pelayanan yang bisa mendukung produktivitas dan kepastian
operasional kapal,” ujarnya.

Di sisi lain,
tekanan biaya akibat pelemahan rupiah membuat efisiensi semakin penting bagi
industri pelayaran. Biaya perawatan dan operasional kapal, termasuk suku
cadang yang masih harus diimpor, turut terdampak.

 

“Pelemahan rupiah akan berdampak terhadap sejumlah biaya
yang masih menggunakan dolar atau sangat dipengaruhi oleh nilai tukar,” kata
Carmelita.

“Jadi bukan hanya biaya operasional sehari-hari, tetapi juga
perencanaan investasi perusahaan ikut terdampak,” ujarnya.

Menurut Carmelita, efisiensi tidak cukup hanya dilakukan
pengusaha. Pemerintah juga perlu
menjaga struktur biaya industri agar tetap kompetitif.

“Efisiensi dari
sisi pengusaha saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu membantu menjaga agar
struktur biaya industri tetap kompetitif,” katanya.

 

Layanan yang
Konsisten

Lima tahun
setelah merger Pelindo, standardisasi layanan terminal petikemas dinilai
menunjukkan perkembangan positif. Namun, penyamaan sistem dan proses
bisnis belum sepenuhnya membuat kualitas layanan seluruh terminal Pelindo
menjadi seragam.

Pengamat supply chain dari Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS), Raja Oloan Saut Gurning, mengatakan merger Pelindo telah
mendorong standardisasi pengelolaan terminal secara lebih terpusat. Hal itu
terlihat dari penyelarasan proses bisnis, penggunaan Terminal Operating System
(TOS), hingga indikator kinerja terminal.

“Standardisasi
layanan petikemas Indonesia lima tahun terakhir berada pada jalur yang tepat.
Arsitektur proses bisnis, sistem operasi atau TOS, dan indikator kinerja telah
terstandarisasi secara terpusat,” kata Saut.

Menurut dia,
langkah tersebut menjadi bagian penting dari pembenahan pengelolaan terminal
setelah integrasi Pelindo. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan
standardisasi tersebut menghasilkan kualitas layanan yang konsisten di
lapangan.

“Namun,
konsistensi layanan riil antarterminal belum sepenuhnya tercapai. Yang terjadi
saat ini adalah segmented consistency, konsisten di dalam tier masing-masing,
tetapi belum homogen secara nasional,” ujarnya.

Kondisi tersebut
perlu dilihat dari karakteristik masing-masing terminal yang dikelola Pelindo.
Tidak semua terminal memiliki kondisi geografis, peralatan, karakteristik
kapal, dan dukungan hinterland yang sama.

“Terminal di
wilayah sungai pasang-surut seperti Musi, Barito, atau Kapuas memiliki tidal
window yang membatasi konsistensi kedatangan dan keberangkatan kapal. Ini
berbeda dengan pelabuhan laut dalam,” jelasnya.

Menurut Saut,
kondisi geografis tersebut membuat kinerja terminal tidak bisa semata-mata
dibandingkan berdasarkan satu indikator produktivitas.Faktor lainnya adalah
kesenjangan spesifikasi suprastruktur. Standardisasi TOS, menurut dia, tidak
otomatis membuat produktivitas terminal sama apabila peralatan bongkar muat
yang digunakan berbeda.

“TOS yang sama
jika dijalankan di terminal dengan STS berkecepatan tinggi akan menghasilkan
output berbeda dibanding terminal yang hanya mengandalkan HMC tua atau derek
kapal,” katanya.

Karena itu, Saut menilai Pelindo perlu memastikan
standardisasi juga diikuti dengan peningkatan equipment availability dan
keandalan peralatan. “Tingkat
kesiapan alat atau equipment availability dan mean time between failures di
terminal luar Jawa masih belum merata,” ujarnya.***

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Semakin Erat, BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Belajar Global bagi Mahasiswa

    Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Semakin Erat, BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Belajar Global bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Semakin eratnya hubungan Indonesia–Tiongkok yang membuka peluang baru bagi talenta muda, khususnya di industri bisnis global. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui Global Business Chinese (GBC) memadukan kemampuan bahasa Mandarin dengan pemahaman bisnis, budaya, dan komunikasi Tiongkok, sekaligus menghadirkan pengalaman pendidikan internasional . Pesan “One Journey. Two Countries. Two Degrees. One Global Future” menjadi gambaran […]

  • Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Juli 2026 – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, menjadi tulang punggung keluarga tidak lagi berarti hanya memenuhi kebutuhan pasangan dan anak. Banyak masyarakat usia produktif turut memenuhi kebutuhan orang tua yang memasuki usia lanjut, bahkan anggota keluarga lainnya. Kondisi yang dikenal sebagai sandwich generation ini membuat banyak keluarga menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks, […]

  • Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian tertinggi dengan melayani 3.060.436 pengguna dalam satu bulan pada Juli 2026. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam satu bulan sejak beroperasinya LRT Jabodebek pada Agustus 2023. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan mobilitas perkotaan. Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pengguna secara kumulatif sepanjang […]

  • KAI Bandara YIA Layani 1,13 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

    KAI Bandara YIA Layani 1,13 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 11 Juni 2026 – PT Railink mencatat kinerja positif pada layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) selama periode Januari hingga Mei 2026. Total jumlah pelanggan yang menggunakan layanan KA Bandara YIA mencapai 1.129.627 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.117.749 penumpang atau tumbuh sekitar 1,06%. Peningkatan tersebut ditopang oleh […]

  • CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

    CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono luncurkan seri “Catatan Sang Petambak Udang”, bagikan pengalaman lapangan sebagai petambak & konsultan lewat 3 e-book gratis. Yogyakarta, Di balik jabatan CEO Fistx Indonesia, Rico Wisnu Wibisono menghabiskan sebagian besar kariernya bukan di balik meja, melainkan di pematang tambak. Sebelum membangun FisTx menjadi perusahaan teknologi akuakultur, ia lebih dulu turun […]

  • KAI Bandara Layani Lebih dari 2,1 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

    KAI Bandara Layani Lebih dari 2,1 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) mencatat layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara melayani sebanyak 2,2 juta penumpang selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2 juta penumpang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu. […]

expand_less