Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 4 Oktober 2026 – Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan.

Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan oleh Founder Cardano, Charles Hoskinson. Ia menilai perkembangan blockchain mulai memasuki periode pertumbuhan eksponensial, seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi.

Hoskinson juga menyoroti perkembangan tokenisasi aset sebagai salah satu indikasi semakin luasnya penggunaan blockchain di sektor keuangan. Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional, termasuk saham, mata uang, dan properti, direpresentasikan secara digital di jaringan blockchain.

Blockchain Mulai Bergerak ke Sektor Keuangan

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri kripto mulai bergerak dari sekadar penggunaan aset digital sebagai instrumen perdagangan menuju pemanfaatan teknologi blockchain yang lebih luas.

“Kalau melihat perkembangan industri saat ini, blockchain semakin bergerak dari sekadar teknologi di balik aset kripto menjadi infrastruktur yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keuangan. Salah satu perkembangan yang paling menarik adalah tokenisasi saham dan ETF, karena teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam bagaimana aset keuangan diterbitkan, ditransaksikan, dan diselesaikan,” kata Yudho.

Menurut Yudho, pertumbuhan eksponensial pada teknologi tidak selalu terlihat sejak tahap awal. Adopsi biasanya berlangsung secara bertahap, kemudian dapat meningkat lebih cepat ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pasar mulai menemukan titik temu.

Dalam konteks industri aset digital, ia melihat semakin besarnya keterlibatan institusi keuangan dan perusahaan teknologi sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat proses tersebut.

“Fase berikutnya bukan hanya soal seberapa cepat sebuah blockchain memproses transaksi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat terintegrasi dengan sistem keuangan yang sudah ada. Ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pengguna berkembang secara bersamaan, adopsi blockchain berpotensi meningkat jauh lebih cepat,” ungkap Yudho.

Tokenisasi Jadi Salah Satu Tren Utama

Perkembangan tokenisasi juga menjadi salah satu indikator yang menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital. Data internal FLOQ menunjukkan nilai ekuitas yang ditokenisasi meningkat dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menjadi sekitar US$3 miliar.

Yudho menilai pertumbuhan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan struktural dalam industri keuangan, bukan hanya sebagai tren jangka pendek.

“Tokenisasi saham dan ETF menjadi salah satu contoh bagaimana aset digital dapat menjembatani pasar tradisional dengan teknologi blockchain. Ke depan, yang penting bukan hanya pertumbuhan nilainya, tetapi juga bagaimana ekosistem ini membangun standar keamanan, transparansi, kepatuhan, dan pengalaman pengguna yang dapat diterima secara luas,” jelasnya.

Perkembangan AI juga menjadi bagian dari perubahan teknologi yang dapat berdampak pada ekosistem aset digital. Efisiensi model AI yang semakin meningkat berpotensi membuat teknologi tersebut dapat digunakan secara lebih luas, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan layanan keuangan digital.

Tantangan Adopsi dan Regulasi

Menurut Yudho, perkembangan berbagai teknologi secara bersamaan dapat menciptakan ekosistem baru bagi industri aset digital. Namun, pertumbuhan tersebut tetap perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan kerangka regulasi.

“Kita sekarang melihat beberapa teknologi berkembang secara bersamaan. Blockchain, AI, dan tokenisasi masing-masing memiliki use case yang berbeda, tetapi ketika semuanya bertemu dengan kebutuhan sektor keuangan, potensi transformasinya menjadi semakin besar. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dengan tata kelola dan perlindungan konsumen yang kuat,” tutur Yudho.

Ia menambahkan, pertumbuhan industri aset digital di masa mendatang kemungkinan tidak hanya diukur dari kenaikan harga aset kripto, tetapi juga dari semakin luasnya penggunaan teknologi blockchain dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.

“Industri ini akan semakin matang ketika blockchain tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat memperdagangkan aset kripto, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi digital. Dari sisi industri, kami melihat perkembangan tersebut sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk terus membangun ekosistem yang aman, transparan, dan sesuai dengan kerangka regulasi,” pungkas Yudho.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aspekpir Apresiasi Holding Perkebunan Nusantara, Kemitraan PalmCo-Petani Dinilai Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

    Aspekpir Apresiasi Holding Perkebunan Nusantara, Kemitraan PalmCo-Petani Dinilai Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat kemitraan strategis dengan petani sebagai bagian dari upaya membangun industri kelapa sawit nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menilai pola kemitraan antara PTPN […]

  • Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    NHM Peduli Kembali Bantu Warga melalui Layanan Ambulans Gratis, Lebih dari 130 Pasien dan Jenazah Terlayani Sepanjang Januari–Juli 2026 Halmahera Utara, 24 Juli 2026  – Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga periode Januari–Juli 2026, layanan ambulans gratis NHM Peduli telah membantu lebih dari 130 pelayanan […]

  • Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026

    Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Agustus 2026 – Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, […]

  • Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan Hewan: Urgensi Akreditasi Nasional bagi Klinik Hewan di Indonesia

    Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan Hewan: Urgensi Akreditasi Nasional bagi Klinik Hewan di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Judul Utama: Urgensi Standardisasi dan Akreditasi Nasional Klinik Hewan di Indonesia Pergeseran Paradigma: Hewan peliharaan kini dianggap sebagai anggota keluarga, bukan sekadar penjaga rumah. Hal ini memicu lonjakan permintaan layanan kesehatan hewan yang pesat. Masalah Utama: Industri pet care di Indonesia belum memiliki standar nasional dan jaminan mutu yang seragam. Terdapat ketimpangan kualitas antar-klinik, mulai […]

  • KAI Bandara Edukasi 61.852 Masyarakat Yogyakarta Melalui Program Edutrain Hingga Juni 2026

    KAI Bandara Edukasi 61.852 Masyarakat Yogyakarta Melalui Program Edutrain Hingga Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan budaya keselamatan perjalanan kereta api melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 61.852 peserta di wilayah Yogyakarta, menjadikannya wilayah dengan jumlah peserta Edutrain terbesar dari total 96.389 peserta yang mengikuti program serupa di seluruh area operasional KAI […]

  • Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

    Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Meningkatnya tuntutan terhadap keamanan, akses, keselamatan, dan efisiensi operasional membuat kebutuhan pada proyek bangunan modern semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perubahan dalam proses perencanaan, termasuk cara berbagai komponen bangunan dipilih dan diintegrasikan sejak awal proyek. Pendekatan yang hanya berfokus pada pemilihan produk secara terpisah berpotensi membuat kebutuhan antar-komponen tidak sepenuhnya terhubung. Karena itu, perencanaan perlu […]

expand_less