Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Bank Indonesia (BI) membuka opsi untuk menerbitkan stablecoin sebagai bagian dari pengembangan instrumen digital bank sentral. Wacana tersebut muncul di tengah pengembangan Rupiah Digital yang saat ini memasuki tahap eksperimen untuk mendukung transaksi lintas negara.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan bentuk akhir instrumen digital yang tengah dikembangkan masih dalam pembahasan. BI mempertimbangkan sejumlah alternatif, termasuk Central Bank Digital Currency (CBDC) maupun stablecoin yang diterbitkan langsung oleh bank sentral.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan pengembangan Rupiah Digital. BI saat ini telah memasuki tahap ketiga yang berfokus pada eksperimen penggunaan instrumen digital untuk transaksi lintas negara.

Stablecoin BI Dapat Fatwa Halal

Selain perkembangan teknologi dan mekanisme penerbitannya, aspek syariah turut menjadi bagian dari pembahasan. Destry menyampaikan bahwa BI telah memperoleh fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional (DSN) terkait digital currency atau stablecoin yang akan diterbitkan oleh bank sentral.

Fatwa tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam proses pengkajian instrumen digital berbasis rupiah. Meski demikian, BI masih perlu menentukan bentuk akhir, mekanisme, serta kerangka implementasi instrumen tersebut.

Wacana stablecoin yang diterbitkan bank sentral juga perlu dibedakan dari private stablecoin yang diterbitkan oleh entitas swasta. Keduanya memiliki karakteristik penerbitan dan mekanisme yang berbeda, meskipun sama-sama dirancang untuk mempertahankan nilai yang relatif stabil terhadap aset acuan tertentu.

Industri Soroti Infrastruktur dan Kepastian Regulasi

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pembahasan stablecoin oleh BI menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan sistem keuangan Indonesia.

Dari perspektif FLOQ sebagai pelaku industri aset digital, pengembangan instrumen digital oleh bank sentral dapat membuka peluang bagi terbentuknya infrastruktur keuangan yang lebih terintegrasi, terutama apabila nantinya dapat terhubung dengan sistem pembayaran dan ekosistem aset digital yang lebih luas.

“Pembahasan stablecoin oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa teknologi aset digital semakin menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan sistem keuangan. Ini merupakan perkembangan yang menarik, tetapi desain dan implementasinya perlu dibangun dengan memperhatikan stabilitas nilai, transparansi, tata kelola, keamanan teknologi, serta perlindungan pengguna,” ujar Yudho.

Ia juga melihat kepastian regulasi sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan instrumen digital di Indonesia. Menurutnya, koordinasi antara regulator menjadi penting agar inovasi dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek stabilitas dan perlindungan konsumen.

“Dari perspektif industri, kejelasan mengenai underlying asset, mekanisme penerbitan, tata kelola, serta interoperabilitas akan menjadi faktor penting untuk menentukan bagaimana instrumen tersebut dapat digunakan secara efektif dalam ekosistem keuangan,” tambah Yudho.

Pertumbuhan stablecoin juga berlangsung di tengah semakin luasnya adopsi aset digital seperti Bitcoin di Indonesia. Kehadiran BTC dan berbagai aset digital lainnya telah mendorong pembahasan yang lebih luas mengenai regulasi, infrastruktur, serta integrasi aset digital dengan sistem keuangan nasional.

OJK dan BI Terus Koordinasi

Di sisi lain, perkembangan stablecoin juga berkaitan dengan pembagian kewenangan antara BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sebelumnya telah mengatur perkembangan private stablecoin sebagai bagian dari ekosistem aset keuangan digital.

Koordinasi antara kedua regulator menjadi penting seiring berkembangnya berbagai bentuk aset digital dan instrumen pembayaran berbasis teknologi. Pengujian melalui regulatory sandbox juga menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk melihat kesiapan model bisnis dan teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Bagi ekosistem aset digital Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai stablecoin tidak lagi hanya berkaitan dengan industri kripto, tetapi mulai bersinggungan dengan agenda digitalisasi sistem keuangan.

Ke depan, arah kebijakan BI akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan bentuk Rupiah Digital maupun kemungkinan stablecoin bank sentral, termasuk mekanisme penerbitan, penggunaan, pengawasan, dan keterhubungannya dengan sistem keuangan nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Winds of Wonders Ajak Keluarga Eksplorasi Imajinasi di Hublife

    Winds of Wonders Ajak Keluarga Eksplorasi Imajinasi di Hublife

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Melalui Winds of Wonders, Hublife menghadirkan rangkaian aktivitas yang mengajak pengunjung untuk bermain, berimajinasi, sekaligus menemukan berbagai pengalaman baru. Mengisi waktu bersama keluarga kini bisa menjadi pengalaman yang lebih seru melalui aktivitas yang menggabungkan permainan, kreativitas, dan eksplorasi. Melalui Winds of Wonders, Hublife menghadirkan rangkaian aktivitas yang mengajak pengunjung untuk bermain, berimajinasi, sekaligus menemukan berbagai […]

  • Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Menangis

    Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Menangis

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pawfriends, pernahkah anabul Anda di rumah secara tiba-tiba mengeluarkan air mata atau terus merengek? Fenomena kucing nangis sering kali membuat para pet owner merasa khawatir dan bingung mencari penyebab utamanya. Meskipun mata berair pada anabul tidak selalu berarti mereka sedang bersedih secara emosional seperti manusia, kondisi kucing nangis tetap menandakan adanya gangguan kesehatan atau ketidaknyamanan […]

  • Public

    SUCOFINDO Dorong Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Industri Kimia Kalimantan Timur melalui Sosialisasi dan Coaching Clinic P2KDBK

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Samarinda, (25/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda bersama Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Sosialisasi dan Coaching Clinic Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia (P2KDBK) Wilayah Kalimantan Timur di Samarinda. Kegiatan yang diikuti oleh 45 perusahaan industri kimia ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku industri dalam menerapkan sistem P2KDBK guna […]

  • BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

    BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Net
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan yang masih dibayangi tingginya biaya dana serta kompetisi pasar yang semakin ketat. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 511 basis poin (bps) secara year-on-year (YoY). Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri […]

  • Public

    Selama Dikelola PT Railink, KA Bandara YIA Layani Lebih dari 11 Juta Pergerakan Penumpang

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    PT Railink atau KAI Bandara mencatat 11 juta pergerakan penumpang pada layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (KA Bandara YIA) selama periode April 2022 hingga 16 September 2026. Capaian tersebut merupakan akumulasi pergerakan penumpang di tiga stasiun yang menjadi bagian dari layanan KA Bandara YIA, yaitu Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun Yogyakarta International […]

  • Public

    Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Iklim investasi Indonesia masih menunjukkan tren positif menjelang 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan, didorong oleh terjaganya minat investor domestik maupun asing di tengah dinamika ekonomi global. Di tingkat daerah, tren ini turut tercermin di Riau, salah satu provinsi dengan realisasi investasi […]

expand_less