Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Prospek pasar nikel dunia yang terus menanjak menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengakselerasi industri pengolahan dalam negeri. Shanghai Metals Market (SMM) memproyeksikan permintaan nikel global naik 21,39 persen, dari 3.717 kiloton (Kt Ni) pada 2026 menjadi 4.512 Kt Ni pada 2031. Sektor baterai dan baja nirkarat (stainless steel) menjadi pendorong utamanya.
Tingginya permintaan tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperdalam rantai hilirisasi hingga menghasilkan produk akhir (final product), bukan sekadar produk setengah jadi.
Direktur INDEF Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah menilai lonjakan pasar nikel global harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri domestik.
“Peningkatan permintaan nikel global ini peluang besar bagi Indonesia. Kuncinya, kita harus memperdalam hilirisasi sampai ke produk akhir, bukan berhenti di produk antara (intermediate product),” kata Imaduddin.
Menurutnya, pengolahan hingga produk jadi akan otomatis memperkuat keterkaitan industri (industrial linkage) dan melibat rantai pasok lokal secara lebih luas.
“Semakin kompleks produk yang dihasilkan, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh industri dan pemasok lokal di dalam negeri,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Indonesian Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau menegaskan bahwa penciptaan nilai tambah tertinggi memang berada pada sektor hilir (downstream industry).
*Oleh karenanya peningkatan kapasitas produksi perlu dijalankan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga seluruh rantai pasok industri di dalam Negeri dapat mengoptimalkan peningkatan nilai tambahnya.*
“Nilai tambah yang lebih tinggi itu ada pada industri hilir. Tugas utama kita sebenarnya mendorong peningkatan industri hilir di Indonesia,” tegas Rachmat.
Adapun, integrasi hilir ini mulai direalisasikan Grup MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Bersama konsorsium CATL–Brunp–Lygend melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), IBC mengembangkan fasilitas pabrik baterai di Karawang berkapasitas awal 6,9 GWh dengan target ekspansi hingga 15 GWh.
*Hilirisasi ekosistem baterai kendaraan listrik ini semakin lengkap dengan dengan proyek hilirisasi yang diresmikan Presiden di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kawasan ini memproduksi material baterai berbasis nikel, produksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik secara terintegrasi.*
Sebagai wujud komitmen pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Pemerintah kini mengkaji kebijakan moratorium bagi smelter yang hanya menghasilkan produk antara.
Langkah ini diambil untuk mengendalikan ancaman oversupply nikel dunia yang mencapai sekitar 2,5 juta ton. Selain menyeimbangkan pasokan, pengetatan regulasi ini ditujukan agar industri terdorong menghasilkan produk akhir.
“Sekarang kan hilirisasi itu kan yang kita inginkan adalah ending-nya nilai tambah 100% di sini (dalam negeri),” tegas Bahlil di KESDM, Jumat (17/10).

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Thai-Swiss ERP Catat Rekor Lebih dari 400.000 Transaksi di Jaringan Hedera, Targetkan Asia Tenggara Jadi Pusat Inovasi Industri Global

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Era baru efisiensi operasional industri di Indonesia resmi dimulai. Solusi arsitektur terdesentralisasi ini juga memiliki potensi adopsi yang sangat besar bagi sektor manufaktur dan pabrik skala besar di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi Industry 4.0. Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas celah birokrasi sistem konvensional, mengoptimalkan transparansi rantai pasok, serta mempercepat target digitalisasi industri […]

  • Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu

    Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Biaya tetap menjadi faktor penting dalam proyek konstruksi. Namun, keputusan terhadap komponen bangunan semakin perlu melihat nilai yang diberikan sepanjang masa penggunaan, termasuk ketahanan, kebutuhan perawatan, biaya penggantian, dan performa. Perubahan cara melihat biaya ini membuat pemilihan komponen bangunan tidak cukup hanya membandingkan harga pembelian awal. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Kemahalan Konstruksi 2025 […]

  • Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gunung Sahari Hadirkan Pelayanan Hangat dan Berkesan

    Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gunung Sahari Hadirkan Pelayanan Hangat dan Berkesan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Gunung Sahari menghadirkan suasana pelayanan yang hangat dan penuh keakraban bagi para nasabah yang datang ke banking hall untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi jajaran pekerja BRI BO Gunung Sahari untuk memberikan apresiasi kepada nasabah sekaligus mempererat hubungan yang […]

  • Public

    Jadi Alternatif di Tengah Dinamika Daya Beli, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat bisnis pembiayaan mobil bekas seiring besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pilihan kendaraan yang sesuai dengan kemampuan finansial. Segmen ini dinilai memiliki karakteristik pasar yang berbeda dan membutuhkan pendekatan pembiayaan yang disesuaikan dengan profil konsumen maupun kondisi kendaraan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) […]

  • Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek

    Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Setiap pagi, ribuan orang memulai aktivitasnya dari berbagai penjuru Jabodebek menggunakan LRT Jabodebek. Ada yang menuju kawasan perkantoran di Kuningan, sebagian turun di Pancoran, sementara lainnya melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, hingga Transjakarta melalui Stasiun Dukuh Atas. Pola perjalanan tersebut mencerminkan peran kawasan Dukuh Atas yang tidak lagi sekadar menjadi […]

  • Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

    Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Harga Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi di tengah dinamika pasar aset kripto dan perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Menjelang FOMC Meeting September 2026, investor perlu mencermati perkembangan ekonomi global serta memahami risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan harga aset kripto masih menunjukkan dinamika di tengah berbagai sentimen ekonomi global. Berdasarkan […]

expand_less