Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » OJK Usulkan Pajak Kripto Turun Jadi 0,1%, Peluang Dorong Transaksi Pengguna

OJK Usulkan Pajak Kripto Turun Jadi 0,1%, Peluang Dorong Transaksi Pengguna

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 21 Oktober 2026 – Usulan penurunan tarif pajak transaksi aset kripto dari 0,21% menjadi 0,1% menjadi perhatian pelaku industri aset digital di Indonesia. Penyesuaian tersebut dinilai berpotensi meringankan biaya transaksi pengguna, meningkatkan daya saing platform domestik, serta mendukung pertumbuhan bisnis dan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 final atas transaksi penjualan aset kripto. Saat ini, tarif yang berlaku sebesar 0,21% sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa industri tengah mendorong penyesuaian tarif menjadi 0,1%. Usulan tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk Taxes, Digital Economy, and Crypto assets: Perspective of Shariah, sebagaimana diberitakan DDTCNews pada Jumat (16/10/2026).

Tarif 0,1% yang diusulkan tersebut setara dengan tarif PPh final atas transaksi penjualan saham di bursa efek. Menurut OJK, penyesuaian ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong perdagangan aset kripto melalui pedagang dalam negeri yang terdaftar, alih-alih melalui platform asing.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kebijakan perpajakan yang kompetitif dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri aset kripto. Menurutnya, biaya transaksi merupakan aspek yang patut diperhatikan karena dapat memengaruhi pengalaman pengguna dan aktivitas perdagangan.

“Penyesuaian tarif pajak yang lebih kompetitif berpotensi membantu pengguna mengelola biaya transaksi dengan lebih efisien. Dari perspektif industri, kebijakan ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung daya saing platform dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital Indonesia,” kata Yudho.

Tarif Lebih Rendah Berpotensi Ringankan Biaya Pengguna

Apabila usulan penurunan tarif tersebut disetujui pemerintah, pengguna berpotensi merasakan pengurangan beban pajak atas transaksi penjualan aset kripto. Dampaknya dapat terlihat dari selisih pajak yang dibayarkan pada nilai transaksi yang sama.

Sebagai ilustrasi, pada transaksi penjualan aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), senilai Rp10 juta, pajak dengan tarif 0,21% mencapai Rp21.000. Jika tarif turun menjadi 0,1%, pajaknya menjadi Rp10.000. Dengan demikian, terdapat potensi penghematan sebesar Rp11.000 untuk transaksi tersebut.

Sementara itu, pada transaksi senilai Rp100 juta, pajak dengan tarif 0,21% mencapai Rp210.000. Jika tarif menjadi 0,1%, pajaknya turun menjadi Rp100.000, atau terdapat selisih sebesar Rp110.000. Secara persentase, penurunan tarif tersebut setara dengan pengurangan beban PPh transaksi sekitar 52,38%.

Simulasi ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai transaksi penjualan, semakin besar pula selisih nominal pajak yang berpotensi dihemat. Bagi pengguna yang aktif bertransaksi, pengurangan biaya tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengelola aktivitas perdagangan mereka.

“Bagi pengguna, biaya transaksi merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan perdagangan aset kripto. Jika tarif pajak dapat disesuaikan secara proporsional, pengguna berpotensi memperoleh efisiensi biaya. Namun, keputusan transaksi tetap perlu didasarkan pada tujuan, profil risiko, dan pemahaman terhadap kondisi pasar masing-masing,” jelas CEO FLOQ.

Meski demikian, penghematan tersebut hanya mencakup komponen PPh yang dibahas dan tidak otomatis mencerminkan keseluruhan biaya transaksi. Perhitungan aktual juga bergantung pada ketentuan perpajakan yang nantinya ditetapkan pemerintah serta biaya lain yang berlaku pada platform.

Usulan tarif 0,1% tersebut hingga saat ini masih merupakan opsi kebijakan yang dibahas, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai tarif yang sudah berlaku.

Dorong Daya Saing Platform dan Pertumbuhan Industri

Selain berpotensi meringankan beban pengguna, penurunan tarif pajak juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri aset kripto dalam negeri. OJK sebelumnya menyampaikan bahwa salah satu tujuan usulan tersebut adalah mendorong aktivitas perdagangan melalui pedagang aset kripto domestik yang terdaftar.

Menurut Yudho, pertumbuhan industri membutuhkan dukungan ekosistem yang seimbang, mulai dari regulasi yang jelas hingga kebijakan biaya yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan keberlanjutan bisnis.

“Industri aset kripto membutuhkan kerangka regulasi yang memberikan kepastian sekaligus mendukung inovasi dan pertumbuhan pasar. Kebijakan pajak yang proporsional dapat menjadi salah satu elemen untuk menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif, baik bagi pengguna maupun pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan aktivitas transaksi tidak hanya bergantung pada besaran tarif pajak. Kepercayaan pengguna, kualitas layanan, edukasi, perlindungan konsumen, dan kepastian regulasi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan industri aset digital secara berkelanjutan.

“Hal yang perlu dijaga adalah keseimbangan antara penerimaan negara, kepatuhan perpajakan, perlindungan konsumen, dan pertumbuhan industri. Dengan pendekatan yang tepat, kebijakan perpajakan diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan yang sehat sekaligus memperkuat ekosistem aset kripto di Indonesia,” tambah Yudhono.

Di sisi lain, pemerintah tetap mempertimbangkan implikasi fiskal dari usulan tersebut. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menilai penurunan tarif pajak transaksi aset kripto sebagai opsi yang masuk akal untuk dipertimbangkan, tetapi pemerintah juga perlu memperhitungkan potensi kehilangan penerimaan dan peluang memperluas kepatuhan wajib pajak.

Keputusan pemerintah nantinya akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku industri. Jika penyesuaian tarif terealisasi, kebijakan tersebut berpotensi memberikan ruang efisiensi bagi pengguna sekaligus mendukung daya saing platform domestik. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada implementasi kebijakan, respons pasar, dan perkembangan ekosistem aset digital Indonesia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian Perdagangan Ajak Pelaku Usaha Jawa Tengah Perluas Pasar Ekspor melalui Trade Expo Indonesia 2026

    Kementerian Perdagangan Ajak Pelaku Usaha Jawa Tengah Perluas Pasar Ekspor melalui Trade Expo Indonesia 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Semarang, 30 Juni 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Novotel Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (30/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha Jawa Tengah dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang […]

  • Public

    Thai-Swiss ERP Catat Rekor Lebih dari 400.000 Transaksi di Jaringan Hedera, Targetkan Asia Tenggara Jadi Pusat Inovasi Industri Global

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Era baru efisiensi operasional industri di Indonesia resmi dimulai. Solusi arsitektur terdesentralisasi ini juga memiliki potensi adopsi yang sangat besar bagi sektor manufaktur dan pabrik skala besar di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi Industry 4.0. Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas celah birokrasi sistem konvensional, mengoptimalkan transparansi rantai pasok, serta mempercepat target digitalisasi industri […]

  • Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    Jelang Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Cetak Rekor 3 Juta Pengguna dalam Sebulan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatatkan pencapaian tertinggi dengan melayani 3.060.436 pengguna dalam satu bulan pada Juli 2026. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam satu bulan sejak beroperasinya LRT Jabodebek pada Agustus 2023. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan mobilitas perkotaan. Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pengguna secara kumulatif sepanjang […]

  • Penuhi Beragam Kebutuhan Tanpa Khawatir Offside, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana

    Penuhi Beragam Kebutuhan Tanpa Khawatir Offside, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Juli 2026 – Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan finansial dapat datang pada berbagai momen, baik untuk mengembangkan usaha, merenovasi rumah, membiayai pendidikan, maupun memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah berbagai dinamika tersebut, masyarakat membutuhkan akses pembiayaan yang praktis, aman, dan fleksibel agar berbagai rencana tetap dapat diwujudkan. Layaknya sebuah pertandingan sepak bola, setiap peluang perlu […]

  • Cara Menentukan Tujuan Menabung Sesuai Rencana Hidup

    Cara Menentukan Tujuan Menabung Sesuai Rencana Hidup

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Menentukan tujuan menabung dapat membantu kamu lebih konsisten mengelola keuangan. Dengan memiliki target yang jelas, seperti dana darurat, liburan, pendidikan, atau membeli rumah, kamu akan lebih mudah menyusun strategi menabung dan memilih tabungan online yang sesuai dengan kebutuhan. Banyak orang ingin rajin menabung, tetapi seringkali kesulitan mempertahankan kebiasaan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah belum memiliki […]

  • Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

    Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Komunitas relawan LP-190 SEJATI menggelar aksi sosial WOW-DAY 2: ‘Satu Langkah, Sejuta Mimpi’ di Sekolah Gajahwong, Yogyakarta. Selain menyerahkan bantuan infrastruktur fisik berkelanjutan, kegiatan ini juga mendorong kawasan Ledhok Timoho menjadi destinasi wisata alternatif yang berdampak (impactful tourism). YOGYAKARTA, 16 Agustus 2026 – Komunitas relawan LP-190 SEJATI secara resmi menyelenggarakan aksi sosial bertajuk WOW-DAY 2: […]

expand_less