Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan.

Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka tersebut terpaut jauh dari Amerika Serikat yang mencapai 8.133,5 ton, Jerman 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Chairman Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mempertanyakan kecilnya porsi emas dalam cadangan BI, mengingat Indonesia memiliki kekayaan emas yang besar.

“Jadi pertanyaan kita kenapa Indonesia cuma sekian? Kenapa Bank Indonesia cuma sekian?” kata Irwandy dalam MINDialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dia menyebut kepemilikan emas bank sentral RI juga masih di bawah sejumlah negara di kawasan. Singapura, misalnya, memiliki 194 ton, sedangkan Thailand mencapai 234 ton.

Menurut Irwandy, hal ini terjadi karena strategi BI selama ini lebih berorientasi pada cadangan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat. Aset tersebut dinilai lebih likuid sehingga dapat digunakan langsung ketika BI melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Rupanya strategi Bank Indonesia itu mudah-mudahan saya nggak salah, lebih berorientasi pada cadangan valuta asing. Dolar,” ujarnya.

Irwandy menyebut cadangan devisa nasional saat ini sekitar US$146 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor. Menurut dia, keterbatasan cadangan devisa nasional turut membatasi ruang untuk memperbesar kepemilikan emas.

“Yang persoalan kedua kenapa cuma 80 ton, keterbatasan total cadangan devisa nasional. Kita memang belum besar juga cadangan devisa nasionalnya,” kata Irwandy.

Lebih lanjut, Irwandy menilai strategi tersebut perlu dipertimbangkan kembali di tengah tren bank sentral dunia yang meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi cadangan.

Sejumlah negara, seperti China, Rusia, India, Turki, dan Polandia, terus menambah kepemilikan emas. Langkah tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

“Indonesia belum atau tidak mempunyai urgensi untuk melakukan diversifikasi dolar, padahal sekarang ini dedolarisasi sedang terjadi di dunia,” ujar Irwandy.

Karena itu, dia mengusulkan agar BI mulai menyerap sebagian produksi emas dalam negeri. Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembelian sekitar 20 ton emas ketika produksi nasional mencapai 100 ton.

“Misalnya kalau kita produksi 100 ton ya, maka Bank Indonesia itu nambah 20 ton,” katanya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Telkom AI Connect Dukung CREATHON 2026 Dorong Mahasiswa Kembangkan Solusi Digital Berbasis AI di Makassar

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Telkom AI Connect Makassar mendukung penuh penyelenggaraan CREATHON 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan, mempresentasikan, dan memperkenalkan berbagai solusi digital kepada publik dalam rangkaian DTC 2026. Makassar, 29 September 2026 – CREATHON 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan mempresentasikan solusi berbasis teknologi dalam rangkaian Discovery Technology Creative (DTC) 2026 yang diselenggarakan oleh […]

  • Perkuat Komitmen Preservasi Jalan Tol Berkelanjutan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

    Perkuat Komitmen Preservasi Jalan Tol Berkelanjutan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Raih Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juli 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) meraih penghargaan pada ajang Transportasi Indonesia Award 2026 dalam kategori Ecosystem Supporting Companies in the Transportation, Infrastructure, and Supply Chain Sectors dengan predikat Excellence in Eco-Friendly Tollway Maintenance and Sustainable Landscape Preservation. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Proyek Konstruksi dan Pengembangan Bisnis PT […]

  • Public

    “Gods within Her”: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Menjelang Milan Fashion Week, LA TRỊNH atelier—yang dipimpin oleh desainer Namie Trịnh dan produser Hiền Thảo—secara resmi meluncurkan koleksi Musim Semi/Musim Panas 2027 bertajuk “Gods within Her”. Lebih dari sekadar perayaan feminitas, peragaan ini menjadi bukti nyata akan otonomi dan semangat berani dari generasi baru talenta Vietnam yang dengan percaya diri menaklukkan salah satu pusat […]

  • Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

    Beda Re-Key dan Daftar Ulang Sertifikat Elektronik yang Hampir Kedaluwarsa

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Beda re-key dan daftar ulang sertifikat elektronik yang hampir kedaluwarsa, mulai dari fungsi, proses, hingga kapan masing-masing diperlukan. Banyak tim baru menyadari sertifikatnya bermasalah saat dokumen mendesak menunggu. Notifikasi masa aktif sering terlewat di tengah kesibukan akhir bulan. Daftar Ulang Sertifikat Elektronik lalu ditempuh, padahal jalur lain sebenarnya lebih ringan. Selisih waktunya terasa pada proses […]

  • VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

    VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 September 2026 — Platform pencarian kerja VRICREW, sukses menggelar  kegiatan kolaborasi strategis bersama Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupa acara Job Fair dan Talk Show di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara ini menandai penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. selaku Wakil […]

  • RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

    RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.Dorongan ini disampaikan […]

expand_less