Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah langkah BlackRock memperlihatkan semakin kuatnya integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional. Melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), BlackRock telah memproses lebih dari US$5 miliar konversi Bitcoin langsung menjadi saham ETF.

Langkah tersebut memungkinkan pemegang Bitcoin memindahkan asetnya ke dalam ETF tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu menjadi uang tunai. Di tengah harga Bitcoin yang berada di sekitar US$79.000, perkembangan ini kembali memunculkan spekulasi apakah BTC memiliki peluang untuk kembali menembus level psikologis US$100.000.

BlackRock Perluas Akses Konversi Bitcoin ke ETF

Salah satu perubahan penting terjadi pada Juli 2026 ketika BlackRock menurunkan batas minimum transaksi in-kind untuk IBIT dari US$25 juta menjadi US$1 juta. Artinya, mekanisme yang sebelumnya lebih terbatas bagi pemegang Bitcoin dengan aset sangat besar kini dapat menjangkau lebih banyak investor kaya, family office, maupun institusi.

Dalam mekanisme in-kind, investor menyerahkan Bitcoin secara langsung kepada ETF melalui pihak yang berwenang dan menerima saham ETF dengan nilai yang sesuai. Investor tidak perlu menjalani proses menjual BTC menjadi uang tunai kemudian membeli ETF kembali.

Perubahan ini menjadi semakin menarik karena investor tetap memperoleh eksposur terhadap Bitcoin, tetapi penyimpanannya berpindah dari kepemilikan langsung ke struktur ETF yang dikelola oleh institusi keuangan.

Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk IBIT

Menurut data yang dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, nilai konversi Bitcoin langsung ke IBIT kini telah melampaui US$5 miliar, naik dari lebih dari US$3 miliar pada Oktober 2025. Kepala digital assets BlackRock, Robbie Mitchnick, menilai aktivitas tersebut masih berpotensi terus berkembang seiring semakin luasnya akses.

IBIT sendiri telah berkembang menjadi salah satu produk Bitcoin terbesar di pasar. Aset bersihnya tercatat lebih dari US$60 miliar per 25 Agustus 2026, menunjukkan besarnya minat investor terhadap produk investasi Bitcoin berbentuk ETF.

Bagi investor institusional, ETF menawarkan alternatif terhadap tantangan menyimpan Bitcoin secara langsung, termasuk kebutuhan mengelola private key, wallet, serta risiko keamanan dan kustodian.

Apakah Bitcoin Bisa Kembali ke US$100.000?

Pergerakan dana menuju ETF menjadi salah satu alasan munculnya kembali optimisme terhadap Bitcoin. Selain konversi langsung, arus dana ke spot Bitcoin ETF juga disebut memperkuat argumen bahwa permintaan institusional terhadap BTC masih cukup kuat.

Bitcoin sempat menembus level di atas US$81.000 sebelum kembali diperdagangkan di sekitar US$79.000. Dari level tersebut, BTC membutuhkan kenaikan sekitar 27% untuk kembali mencapai US$100.000.

Sejumlah analis juga melihat potensi katalis dari kinerja Bitcoin pada kuartal keempat. Data historis sejak 2013 menunjukkan Bitcoin memiliki rata-rata return sekitar 77% pada tiga bulan terakhir tahun tersebut. Namun, pola historis tidak menjamin kinerja yang sama akan kembali terjadi. Pada kuartal IV 2025, misalnya, Bitcoin justru turun sekitar 23%.

Wall Street Makin Dekat dengan Bitcoin

Perkembangan IBIT menunjukkan perubahan besar dalam hubungan antara Bitcoin dan Wall Street. Aset yang awalnya dirancang sebagai alternatif terhadap sistem keuangan tradisional kini semakin banyak masuk melalui produk investasi yang dikelola institusi besar.

Tren tersebut bahkan mulai meluas ke aset kripto lainnya. Grayscale mencatat porsi in-kind Bitcoin dalam gross creations meningkat dari 28% pada Maret menjadi 62% pada Juni. Bitwise juga telah mendukung mekanisme serupa untuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana.

Jika tren ini terus berkembang, meningkatnya akses institusional dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung permintaan Bitcoin. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas, kondisi likuiditas global, serta sentimen pasar sebelum menganggap US$100.000 sebagai target yang pasti.

Ikuti pergerakan Bitcoin (BTC) dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai AI, saham AS, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasa Marga Perluas Akses Pasar UMKM Binaan, Wujudkan Produk Lokal Go Internasional melalui BTN Indonesia Fashion Week 2026

    Jasa Marga Perluas Akses Pasar UMKM Binaan, Wujudkan Produk Lokal Go Internasional melalui BTN Indonesia Fashion Week 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakarta (30/07), PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi lima mitra binaan untuk berpartisipasi dalam BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center […]

  • IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

    IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) meraih tiga penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (9/9). IPCC memperoleh TOP GRC Awards 2026 #5 Star (Excellence) atas penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang dinilai unggul dari sisi sistem, infrastruktur, dan implementasinya dalam […]

  • PTPN Group Perkuat Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

    PTPN Group Perkuat Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SERDANG BEDAGAI – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara. Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi […]

  • Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA

    Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kementerian UMKM memfasilitasi 25 usaha mikro terdampak bencana di Aceh menembus pasar ritel modern lewat business matching Program KUMITRA dan layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh. Forum temu bisnis ini menghubungkan pelaku usaha lokal dengan peritel besar sekaligus menjadi puncak program pendampingan intensif yang berjalan secara hybrid sejak Maret 2026, dengan total engan potensi nilai transaksi […]

  • Saham MPLX Mendadak Jadi Sorotan, Apa yang Membuat Investor Tertarik?

    Saham MPLX Mendadak Jadi Sorotan, Apa yang Membuat Investor Tertarik?

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Saham MPLX (NYSE: MPLX) kembali menjadi perhatian investor di pasar saham Amerika Serikat. Perusahaan infrastruktur energi tersebut menarik minat pasar setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid, mempertahankan distribusi tunai bagi pemegang unit, serta memberikan pandangan pertumbuhan yang cukup agresif untuk beberapa tahun ke depan. MPLX merupakan perusahaan midstream yang memiliki dan mengoperasikan berbagai aset infrastruktur […]

  • 3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

    3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Ini dia tiga restoran yang menghadirkan suasana brunch santai di salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi di Bali. Tanpa antri, tanpa keramaian, hanya hidangan yang memang enak di lokasi Instaworthy khas Ubud! Dunia kuliner Ubud selalu berubah dengan inovasi baru. Yang terkadang kurang adalah pengendalian diri. Seiring kota ini terus menarik wisatawan yang sadar […]

expand_less