Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

  • account_circle Net
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis studi kasus berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality” dalam kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS yang diselenggarakan di Wisma BCA Foresta, BSD.

Studi kasus ini mengangkat perjalanan Halo BCA dalam menerjemahkan visi strategis transformasi digital menjadi realitas operasional. Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, studi kasus tersebut membahas bagaimana arah strategis organisasi diterjemahkan melalui penguatan kapabilitas, penyelarasan proses, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Penulisan studi kasus dilakukan oleh tim XPloo sebagai bagian dari komitmen BINUS Higher Education dalam mengembangkan pengetahuan mengenai praktik transformasi digital yang relevan dengan konteks Indonesia.

Studi kasus Halo BCA menjadi studi kasus ketiga yang ditulis oleh tim XPloo bersama BCA. Sebelumnya, XPloo telah menyusun “Digital Transformation at BCA (A)” yang mendokumentasikan perjalanan transformasi digital BCA, serta “Digital Transformation at BCA (B)” yang membahas pengembangan blu by BCA Digital.

Ketiga studi kasus tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat memperkuat bisnis yang telah berjalan sekaligus membangun kapabilitas baru untuk menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan, perkembangan teknologi, dan dinamika industri.

Dari Visi Strategis Menuju Realitas Operasional

Transformasi digital kerap dipahami sebagai proses adopsi teknologi baru. Namun, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menghubungkan visi strategis dengan pelaksanaan di lapangan.

Melalui studi kasus Halo BCA, pembaca diajak untuk memahami bahwa transformasi digital membutuhkan penyelarasan antara kepemimpinan, strategi, proses kerja, struktur organisasi, kapabilitas sumber daya manusia, budaya, serta indikator keberhasilan yang terukur.

Halo BCA menjadi konteks pembelajaran yang relevan karena berada pada titik penting dalam hubungan antara perusahaan dan nasabah. Sebagai salah satu kanal layanan BCA, Halo BCA perlu merespons perubahan perilaku nasabah yang semakin dinamis, kebutuhan layanan yang semakin cepat dan personal, serta perkembangan kanal komunikasi digital.

Perubahan tersebut menuntut organisasi untuk tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa teknologi, manusia, proses, dan tujuan layanan berjalan dalam arah yang sama.

Ketua XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., menjelaskan bahwa studi kasus ini diharapkan dapat memperkaya cara pandang akademisi, mahasiswa, dan pemimpin organisasi dalam memahami transformasi digital secara lebih utuh.

“Transformasi digital tidak berhenti ketika sebuah organisasi berhasil mengadopsi teknologi. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana visi tersebut diterjemahkan menjadi cara kerja, kapabilitas, budaya, dan pengalaman layanan yang dapat dirasakan secara nyata. Melalui studi kasus Halo BCA, kami ingin menunjukkan proses yang terjadi di balik sebuah transformasi, termasuk berbagai keputusan strategis dan organisasional yang memungkinkan perubahan tersebut berjalan,” ujar Prof. Firdaus.

Menurutnya, dokumentasi atas pengalaman perusahaan Indonesia memiliki nilai penting karena setiap organisasi menjalankan transformasi dalam konteks bisnis, budaya, regulasi, dan karakteristik masyarakat yang berbeda.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak studi kasus yang lahir dari pengalaman organisasi Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa dan para pemimpin bisnis tidak hanya belajar dari praktik global, tetapi juga dari perjalanan perusahaan nasional yang menghadapi kompleksitas dan peluang di lingkungan Indonesia. Pengetahuan seperti ini dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi bagi organisasi lain yang sedang menjalankan transformasi,” lanjutnya.

Menghubungkan Dunia Akademik dan Industri

Penyusunan studi kasus ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dan aplikatif.

Melalui proses pengumpulan informasi, analisis, diskusi, dan penyusunan narasi, pengalaman transformasi sebuah organisasi diterjemahkan menjadi materi pembelajaran yang terstruktur. Studi kasus tidak hanya mencatat apa yang telah dilakukan perusahaan, tetapi juga menghadirkan konteks, tantangan, pilihan strategis, proses pengambilan keputusan, serta pembelajaran yang dapat didiskusikan secara kritis.

Michael Wijaya Hadipoespito, Board of Management BINA NUSANTARA, menyampaikan bahwa kolaborasi BINUS dan BCA mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menyambut baik kolaborasi BINUS dan BCA dalam mendokumentasikan perjalanan transformasi Halo BCA menjadi sebuah studi kasus yang dapat dipelajari secara lebih luas. Kolaborasi ini sejalan dengan visi BINUS untuk membina dan memberdayakan masyarakat dalam membangun dan melayani bangsa, melalui pengetahuan yang relevan, inovasi, dan kontribusi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia,” ujar Michael.

Dengan pendekatan tersebut, studi kasus dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa, akademisi, eksekutif, maupun praktisi untuk memahami berbagai dimensi transformasi digital.

Pembaca tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir sebuah transformasi, tetapi juga diajak untuk menganalisis pertanyaan yang lebih mendalam: bagaimana sebuah visi dibangun, bagaimana resistensi terhadap perubahan dikelola, bagaimana kapabilitas baru dikembangkan, serta bagaimana organisasi menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional saat ini dan inovasi untuk masa depan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi XPloo yang berasal dari kata exploit dan explore. Dalam menjalankan transformasi, organisasi perlu terus memperkuat dan mengoptimalkan bisnis yang telah dimiliki, sekaligus mengeksplorasi peluang, model, dan kapabilitas baru untuk menjaga keberlanjutan organisasi di masa depan.

Membangun Referensi Transformasi Digital dari Indonesia

Sebagai BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability, XPloo berfokus pada pengembangan penelitian terapan, kerangka kerja transformasi digital dan keberlanjutan, studi kasus perusahaan Indonesia, serta berbagai program pengembangan organisasi.

Melalui penulisan studi kasus, XPloo berupaya membangun kumpulan pengetahuan mengenai perjalanan transformasi perusahaan-perusahaan Indonesia. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkaya materi pendidikan, penelitian, program pengembangan eksekutif, serta proses transformasi organisasi di berbagai sektor.

Studi kasus Halo BCA juga memperlihatkan pentingnya kepemimpinan dalam menjaga konsistensi antara visi dan implementasi. Transformasi yang berdampak membutuhkan keterlibatan pimpinan, kolaborasi lintas fungsi, keberanian untuk mengevaluasi proses yang telah berjalan, serta kesediaan organisasi untuk terus belajar dari perubahan kebutuhan pelanggan.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono mengatakan bahwa perubahan kebutuhan dan ekspektasi nasabah mendorong Halo BCA untuk terus bertransformasi. Bagi BCA, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi, proses kerja, dan pengembangan insan BCA berjalan selaras untuk memberikan pengalaman layanan yang semakin relevan bagi nasabah.

“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama BINUS yang mendokumentasikan perjalanan tersebut menjadi sebuah studi kasus. Semoga pembelajaran ini dapat memberikan perspektif yang bermanfaat bagi dunia pendidikan sekaligus menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan,” ungkap Armand.

Dengan mendokumentasikan perjalanan tersebut, BINUS dan BCA tidak hanya mencatat sebuah pencapaian organisasi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai bagaimana transformasi digital dapat dirancang dan dijalankan secara bertanggung jawab, relevan, serta berkelanjutan.

Bagian dari Perjalanan 45 Tahun BINUS

Peluncuran studi kasus ini juga menjadi bagian dari perjalanan 45 tahun BINUS dalam berkarya. Selama lebih dari empat dekade, BINUS terus memperkuat kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi bersama berbagai mitra industri.

Kolaborasi penulisan studi kasus bersama BCA menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut, dengan menghadirkan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman nyata dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun industri.

“Bagi kami, peluncuran studi kasus ini merupakan salah satu bentuk kontribusi akademik sekaligus hadiah pemikiran dalam perjalanan 45 tahun BINUS. Kami berharap kolaborasi BINUS dan BCA tidak hanya menghasilkan dokumentasi perjalanan transformasi, tetapi juga melahirkan pembelajaran yang dapat menginspirasi lebih banyak transformasi digital yang berdampak bagi Indonesia,” tutur Prof. Firdaus.

Kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BCA, yaitu Armand W. Hartono, David Formula, Dr. Wani Sabu, dan Adrianus Wagimin.

Dari BINA NUSANTARA, kegiatan ini dihadiri oleh Michael Wijaya Hadipoespito, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., serta tim XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability.

Melalui peluncuran “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality”, BINUS dan BCA berharap pengalaman transformasi Halo BCA dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan para pemimpin organisasi dalam membangun transformasi digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada manusia, organisasi, dan keberlanjutan.

About BINUS Media & Publishing

Tentang XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability

XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability merupakan pusat unggulan di bawah BINUS University yang berfokus pada pengembangan pengetahuan dan praktik terbaik dalam bidang transformasi digital dan keberlanjutan.

Nama XPloo berasal dari pendekatan exploit dan explore. Organisasi perlu terus memperkuat serta mengoptimalkan bisnis yang telah berjalan, sekaligus mengeksplorasi peluang, teknologi, dan kapabilitas baru untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.

XPloo menjalankan penelitian terapan, mengembangkan kerangka kerja transformasi digital dan keberlanjutan, menyusun studi kasus perusahaan Indonesia, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia dan organisasi melalui konsultansi, advisory, audit, dan berbagai program pengembangan kapabilitas.

Tentang BINUS University 

Dengan pengalaman 45 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS University memiliki visi utama, yakni sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation”.  Semangat ini yang menjadikan BINUS University menjadi kampus terbaik swasta nomor 1 di Indonesia & 165 di Asia. BINUS University memiliki 14 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 220.000 komunitas Binusian yang terdiri dari 177.000+ alumni, 55.000+ mahasiswa aktif, 2.000+ dosen, dan 53 Guru Besar BINUS University.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Net

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

    Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta (17/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Jasa Marga menjadikan momentum kemerdekaan […]

  • Public

    Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari seberapa konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan. Langkah ini semakin penting bagi PAM JAYA, termasuk dalam persiapan menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar”, ujar Sofyan. Jakarta, 7 Oktober 2026 – PAM JAYA mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 87,099 dengan predikat […]

  • RAIH PENGHARGAAN INDONESIA PROPERTY & BANK AWARD XX 2026, SUCOFINDO TEGASKAN KOMITMEN KEBERLANJUTAN

    RAIH PENGHARGAAN INDONESIA PROPERTY & BANK AWARD XX 2026, SUCOFINDO TEGASKAN KOMITMEN KEBERLANJUTAN

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 September 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong keberlanjutan melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap peningkatan kualitas, kepatuhan lingkungan, dan tata kelola, sejalan dengan peran PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC). Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui […]

  • Public

    PT Zemangat Anak Bangsa Raih ASOCIO Digital Award 2026 Kategori AI in Workforce & Future Skill

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PT Zemangat Anak Bangsa berhasil memboyong penghargaan ASOCIO Digital Award 2026 untuk kategori AI in Workforce & Future Skill pada 6 Oktober 2026 di Jakarta. Perusahaan teknologi ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih penghargaan regional tersebut di kategori terkait. Pencapaian ini diraih berkat inovasi ekosistem AI melalui platform perekrutan pintar Tuju dan pemandu karir […]

  • Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Oleh Primus Dorimulu* Jakarta — Hubungan Indonesia dan India telah melintasi ribuan tahun sejarah. Kini, saatnya kedua negara tidak hanya mewarisi masa lalu yang agung, tetapi bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, yang membuat kedua negara memiliki pengaruh signifikan di dunia. Kunjungan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026 […]

  • Public

    Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Exhibitor Siap Berpartisipasi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kabupaten Tangerang, 30 September 2026 – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 2026 telah menjaring antusiasme yang tinggi dari buyer internasional dan pelaku usaha lokal. Hingga 29 September 2026, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk hadir di TEI 2026. Sementara itu, 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah mendaftar […]

expand_less