Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari Selasa (18/8) diperkirakan masih menghadapi volatilitas yang cukup tinggi. Sejumlah faktor fundamental memberikan dukungan terhadap emas, terutama pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya kembali permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik. Namun, dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melihat adanya potensi koreksi jangka pendek setelah harga gagal mempertahankan penguatan di atas level resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai level 4.417 menjadi area krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Berdasarkan analisis teknikal pada time frame H4, harga emas (XAUUSD) sebelumnya berupaya melanjutkan kenaikan dengan menguji resistance kedua di level 4.417. Akan tetapi, upaya tersebut belum berhasil menghasilkan breakout yang valid. Harga justru kembali bergerak di bawah level resistance setelah sempat menembusnya. Kondisi tersebut menunjukkan terjadinya false break, yang dapat menjadi indikasi awal bahwa kekuatan buyer mulai berkurang di area harga tinggi.

False break pada resistance penting menjadi sinyal yang patut diperhatikan karena menunjukkan bahwa pasar belum memiliki cukup tenaga untuk mempertahankan tren kenaikan. Ketika harga gagal bertahan di atas resistance setelah breakout, seller biasanya memiliki peluang untuk kembali mengambil alih momentum. Dalam kondisi tersebut, sebagian trader juga berpotensi melakukan aksi ambil untung setelah harga sebelumnya mengalami penguatan.

Menurut Geraldo Kofit, apabila tekanan jual semakin meningkat, harga emas (XAUUSD) berpeluang mengalami koreksi menuju support 4.348. Level tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah buyer akan kembali masuk ke pasar atau tekanan bearish justru semakin kuat. Respons harga ketika mencapai support akan menjadi salah satu indikator bagi trader untuk menentukan apakah pelemahan yang terjadi hanya merupakan koreksi sementara atau berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

Meski sinyal teknikal menunjukkan potensi penurunan, kondisi fundamental justru masih memberikan sejumlah katalis positif bagi emas. Salah satunya berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar cenderung membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain karena harga komoditas tersebut menjadi relatif lebih murah. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan permintaan dan membatasi tekanan jual terhadap XAUUSD.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed juga mengalami perubahan. Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah membuat pasar semakin mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek kebijakan moneter yang lebih longgar dapat menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya ketegangan kedua negara serta ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasar energi global. Kondisi tersebut dapat mendorong investor meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven sebagai langkah untuk mengantisipasi risiko pasar.

Ketidakpastian mengenai Selat Hormuz juga memiliki implikasi lebih luas terhadap pasar komoditas. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting dalam perdagangan energi global sehingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran dapat memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak. Jika risiko geopolitik semakin meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas (XAUUSD) berpotensi ikut terdorong.

Dengan demikian, pergerakan harga emas hari ini berada dalam kondisi yang cukup menarik karena terdapat dua sentimen yang berlawanan. Fundamental cenderung memberikan dukungan terhadap emas melalui pelemahan dolar AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, dan meningkatnya permintaan safe haven. Namun, analisis teknikal menunjukkan bahwa harga masih menghadapi hambatan di resistance 4.417 setelah terjadi false break.

Pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan komunikasi pejabat The Fed. Data yang menunjukkan pelemahan ekonomi dapat semakin memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali menunjukkan ketahanan yang lebih kuat, dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan dan menambah tekanan terhadap harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih memiliki fondasi fundamental yang cukup kuat, tetapi dalam jangka pendek peluang koreksi tetap terbuka. Kegagalan mempertahankan harga di atas resistance 4.417 menjadi sinyal teknikal yang perlu dicermati, sementara support 4.348 menjadi level utama yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Dengan kombinasi sentimen fundamental yang positif dan sinyal teknikal yang cenderung korektif, Geraldo Kofit menilai trader perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi. Reaksi XAUUSD di sekitar level 4.348 akan menjadi kunci untuk melihat apakah pasar mampu kembali melanjutkan tren bullish atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Oktober 2026 – BRI bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menggelar kegiatan Yoga Session di Kantor Pusat Pelni pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara BRI dan Pelni sekaligus upaya mendorong penerapan work life balance bagi pekerja kedua perusahaan. Acara ini dihadiri oleh Direktur Keuangan Pelni, Triswahyu […]

  • Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia

    Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Dalam konteks perdagangan internasional, dumping umumnya merujuk pada praktik penjualan produk ekspor dengan harga sangat rendah sehingga dapat merugikan industri lokal di negara tujuan. Namun, bagi pengguna crane industri, isu dumping memberi pesan yang lebih luas: harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Isu dumping crane di Eropa menunjukkan bahwa transparansi asal produk, […]

  • Public

    Moladin Hadirkan Program Sewa Kepemilikan Mobil Listrik untuk Driver Online

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 September 2026 — Moladin, platform layanan teknologi dan otomotif terintegrasi di Indonesia, meluncurkan Program Sewa Kepemilikan Mobil (moladin.com/sewa-kepemilikan-mobil/) yang disalurkan melalui PT Moladin Finance Indonesia yang merupakan perusahaan pembiayaan bagian dari ekosistem Moladin, untuk driver transportasi online. Program ini memberikan akses terhadap kendaraan listrik melalui skema pembayaran harian mulai dari Rp260 ribu per […]

  • Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan pekan, dinamika pasar keuangan internasional sering kali berada pada tingkat volatilitas tertinggi. Hari Rabu biasanya menjadi jadwal rutin rilis berbagai indikator ekonomi utama, mulai dari laporan cadangan energi mingguan, data ketenagakerjaan, hingga keputusaan kebijakan moneter dan suku bunga dari bank sentral global. Bagi para pelaku pasar, pengumuman data makroekonomi ini bagaikan pedang bermata […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cut Mutiah Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cut Mutiah Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Semangat kemerdekaan semakin terasa di lingkungan BRI BO Cut Mutiah dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Berbagai dekorasi bernuansa merah putih menghiasi area kantor, menciptakan suasana yang meriah sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme. Dekorasi khas kemerdekaan hadir di sejumlah sudut kantor dengan perpaduan warna merah dan putih yang menjadi simbol kebanggaan bangsa. Kehadiran […]

  • Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

    Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pasar tokenisasi aset Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030. Bittime melihat Tokenized US Stocks semakin diminati investor seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi ke aset global. Tokenisasi aset diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.  Berdasarkan riset Tiger Research, nilai pasar tokenisasi aset ata Real World […]

expand_less