Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS

ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana keluar hingga sekitar US$450 juta dalam satu hari. Arus keluar tersebut terjadi setelah Senat Amerika Serikat gagal meloloskan langkah prosedural untuk melanjutkan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act, atau CLARITY Act, sebuah rancangan regulasi yang dinilai penting bagi kepastian aturan aset digital di AS.

Data yang dikutip dari SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mengalami net outflow sekitar US$450,33 juta pada Selasa, menjadi arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni 2026. Pergerakan tersebut terjadi ketika investor merespons ketidakpastian regulasi yang kembali meningkat setelah rancangan undang-undang tersebut gagal memperoleh dukungan yang dibutuhkan di Senat.

CLARITY Act Gagal Mendapatkan 60 Suara

CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri aset digital di Amerika Serikat. Salah satu tujuan utama rancangan tersebut adalah memperjelas status dan pembagian kewenangan pengawasan terhadap berbagai jenis aset digital serta aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan kripto.

Namun, pada pemungutan suara prosedural di Senat, langkah untuk melanjutkan pembahasan hanya memperoleh 49 suara, sementara dibutuhkan setidaknya 60 suara untuk dapat maju. Kegagalan tersebut secara efektif menghentikan peluang rancangan regulasi tersebut untuk disahkan melalui Senat pada 2026, meskipun pembahasan mengenai regulasi aset digital masih dapat berlanjut melalui jalur lain.

Sejumlah anggota Partai Demokrat yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi rancangan tersebut juga menentang langkah prosedural tersebut. Reuters melaporkan bahwa perdebatan tidak hanya berkaitan dengan aturan pasar aset digital, tetapi juga mencakup kekhawatiran mengenai ketentuan etika dan kepentingan finansial yang terkait dengan industri kripto.

Bitcoin Ikut Mengalami Tekanan

Kegagalan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Bitcoin sempat turun di bawah US$76.000, setelah sebelumnya berada di atas US$80.000 pada awal September. Data pasar yang dikutip sejumlah media menunjukkan Bitcoin berada sekitar 8% di bawah level tertingginya pada 4 September.

Meski demikian, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan beberapa aset kripto lainnya. CoinDesk mencatat Bitcoin turun sekitar 1,7% dalam periode 24 jam, sementara XRP turun sekitar 8,1% dan Stellar (XLM) sekitar 9,6%. Dari 100 aset yang masuk dalam CoinDesk 100 Index, sebanyak 95 mengalami penurunan dalam periode tersebut.

Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dampak kegagalan regulasi tidak dirasakan secara seragam di seluruh pasar kripto. Aset yang lebih sensitif terhadap perubahan regulasi di AS mengalami tekanan lebih besar dibandingkan Bitcoin.

ETF Bitcoin Jadi Perhatian Investor

ETF Bitcoin spot menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan karena memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa saham AS.

Namun, arus dana masuk dan keluar dari produk tersebut juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan sentimen investor. Dalam kasus terbaru, ketidakpastian regulasi menjadi salah satu faktor yang bertepatan dengan keluarnya modal dalam jumlah besar dari ETF Bitcoin.

Arus keluar sebesar US$450 juta juga menjadi indikator bahwa investor institusional dan pemegang ETF sedang melakukan penyesuaian terhadap kondisi pasar. Sebelumnya, ETF Bitcoin AS telah mengalami sejumlah periode arus dana keluar ketika harga Bitcoin dan sentimen terhadap aset kripto melemah.

Tekanan Juga Terlihat di Pasar Derivatif

Selain ETF, tekanan juga terlihat pada pasar derivatif kripto. Data yang dikutip CoinDesk menunjukkan posisi futures dengan leverage senilai lebih dari US$570 juta mengalami likuidasi dalam periode 24 jam setelah pemungutan suara Senat. Angka tersebut menjadi yang terbesar sejak 22 Agustus.

Likuidasi terjadi ketika posisi leverage tidak lagi mampu memenuhi persyaratan margin akibat pergerakan harga. Kondisi tersebut dapat memperbesar volatilitas ketika banyak posisi harus ditutup secara otomatis dalam waktu berdekatan.

Data derivatif juga menunjukkan adanya perubahan posisi trader. Rasio long-short taker berbalik menjadi bearish, dengan posisi short mencakup sekitar 51,5% dari volume dalam periode 24 jam. Di sisi lain, open interest Bitcoin futures justru meningkat, yang menunjukkan adanya aktivitas baru di tengah penurunan harga.

Pasar Kini Menunggu Kebijakan The Fed

Selain perkembangan regulasi kripto, investor juga mengalihkan perhatian pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Keputusan Federal Reserve menjadi katalis penting bagi pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Kondisi tersebut membuat pasar kripto menghadapi dua faktor penting secara bersamaan: ketidakpastian regulasi aset digital di AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Sementara itu, pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang relatif berbeda. Dalam laporan CoinDesk, futures Nasdaq 100 berada di zona positif, sementara emas juga mengalami kenaikan sekitar 0,88% pada periode yang sama.

Apa Artinya bagi Investor Kripto?

Peristiwa ini menunjukkan bahwa perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar aset digital. Meskipun kegagalan CLARITY Act meningkatkan ketidakpastian mengenai kerangka regulasi kripto di AS, hal tersebut tidak serta-merta menentukan arah jangka panjang Bitcoin maupun aset digital lainnya.

Investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, arus dana ETF, kondisi likuiditas, perkembangan regulasi, hingga pergerakan harga dan volatilitas masing-masing aset.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan ETF Bitcoin mencatat outflow terbesar dalam beberapa bulan dan CLARITY Act gagal melaju di Senat, perkembangan regulasi AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Untuk investor, memahami hubungan antara kebijakan, arus dana institusional, dan pergerakan aset menjadi bagian penting dalam melihat dinamika pasar kripto.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

    Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketika kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin beragam, pilihan layanan kesehatan kini tidak lagi sekadar soal melakukan pemeriksaan laboratorium. Masyarakat semakin membutuhkan layanan yang dapat membantu mereka memahami kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, pemantauan kondisi tubuh, hingga mendapatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Perubahan tersebut turut mendorong penyedia […]

  • Pemerintah Perluas Akses KPR Subsidi FLPP bagi Pekerja Informal, Mitra Driver Gojek Kini Bisa Nikmati DP 0%

    Pemerintah Perluas Akses KPR Subsidi FLPP bagi Pekerja Informal, Mitra Driver Gojek Kini Bisa Nikmati DP 0%

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Melalui program ini, Mitra Driver Gojek yang memenuhi persyaratan berkesempatan memiliki rumah pertama melalui skema KPR Sejahtera FLPP dengan fasilitas DP 0 persen. Persyaratan akan diverifikasi oleh BP Tapera berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk usia 21–45 tahun, tingkat kinerja dalam penyelesaian trip, serta waktu aktif/ jam online dalam satu bulan. Penerima manfaat juga wajib memenuhi kriteria […]

  • 6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International

    6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Dengan pesatnya perkembangan teknologi global sekarang, perusahaan global mencari talenta yang mampu memadukan keterampilan teknis dengan perspektif internasional agar mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan di pasar global. Nah, di sinilah program Computer Science di BINUS International hadir sebagai jawaban. Dengan kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri modern dan pengalaman belajar berskala internasional, jurusan ini […]

  • Public

    Tujuh Stasiun Daop 2 Bandung Jadi Simpul Mobilitas Yang Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 30 September 2026 Tujuh Stasiun Daop 2 Bandung Jadi Simpul Mobilitas Yang Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Bandung (Jawa Barat), 30 September 2026 – Mobilitas masyarakat perkotaan membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi, mudah diakses, dan saling terhubung. Dalam konteks tersebut, stasiun kereta api tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan […]

  • Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an

    Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Suasana meriah dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Semarak Merah Putih yang digelar BRI Region 6 di Pasar Malaka Rorotan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga sekitar tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang disiapkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Berbagai lomba tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga dari berbagai […]

  • Hard Rock Hotel Bali Pertahankan Predikat Hotel Bintang 5 melalui Audit Surveillance SUCOFINDO

    Hard Rock Hotel Bali Pertahankan Predikat Hotel Bintang 5 melalui Audit Surveillance SUCOFINDO

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Denpasar, (4/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar secara resmi menyerahkan Sertifikat Surveillance dalam Skema Penilaian Bintang Usaha Pelayanan Jasa Pariwisata/Akomodasi kepada Hard Rock Hotel Bali. Penyerahan sertifikat tersebut menegaskan keberhasilan Hard Rock Hotel Bali dalam mempertahankan predikat Hotel Bintang 5 melalui pemenuhan standar mutu dan kualitas layanan yang dipersyaratkan. Sertifikat secara simbolis diserahkan langsung […]

expand_less