Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Fokus Garap Pasar Eksternal, InfraNexia Bidik Kebutuhan Infrastruktur Pemain Industri Telco Nasional

Fokus Garap Pasar Eksternal, InfraNexia Bidik Kebutuhan Infrastruktur Pemain Industri Telco Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Resmi tuntaskan pemisahan, InfraNexia perkuat peran sebagai katalis pertumbuhan pendapatan TelkomGroup dan fondasi ekosistem digital Indonesia

Jakarta, 1 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9). Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen. 

Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan. Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.” 

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.  

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun. 

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup. 

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang. 

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional. 

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno. 

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan. 

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri. 

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan  peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman. 

InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan. 

Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat. 

Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. 

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

    Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 24 Juni 2026 Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen Bandung (Jawa Barat), 24 Juni 2026 – Tingginya animo masyarakat terhadap KA Cikuray semakin terlihat setelah kereta tersebut mulai beroperasi menggunakan rangkaian baru yang terdiri dari Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani […]

  • Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Banyak perusahaan masih mengandalkan proses panggilan manual untuk aktivitas penjualan, collection, dan layanan pelanggan. […]

  • Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

    Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Disusun dan ditinjau oleh: Valbury Research Jakarta, Juni 2026. Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada saham perusahaan global, khususnya saham di pasar Amerika Serikat, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan akses melalui platform digital membuat banyak investor pemula mulai mempertimbangkan saham AS sebagai bagian dari portofolio mereka. Artikel ini merangkum peluang, cara akses, serta […]

  • ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

    ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bandung (India News Desk) — Peluang bisnis baru tidak selalu datang dari menciptakan platform baru. Dalam ekosistem digital yang semakin terhubung, peluang juga bisa muncul dari hal-hal yang belum terhubung: antara bisnis dan pelanggan, layanan pembayaran dan merchant, logistik dan penjual, atau teknologi dan berbagai penyedia layanan. Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam “Digital […]

  • PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

    PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara mendorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Dalam kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas […]

  • Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

    Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Memasuki tiga tahun operasional, LRT Jabodebek memperingatinya dengan kegiatan yang memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Pada Jumat (28/8), sebanyak 123 pohon Pule ditanam di 10 stasiun, sementara kegiatan donor darah digelar di Stasiun Jatimulya dan memberikan 300 kopi gratis kepada pengguna di Stasiun Bekasi Barat. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan […]

expand_less