Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada pekan depan setelah gagal menembus zona resistance US$93,15–US$94,72. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, penolakan harga di area tersebut membuka peluang bagi minyak untuk bergerak turun menuju support US$88,61–US$86,82. Secara teknikal, pergerakan ini berpotensi membentuk pola ABC Correction yang mendukung skenario koreksi lanjutan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa kegagalan WTI melewati resistance menunjukkan tekanan jual masih perlu diperhatikan. Pada timeframe Daily, harga membentuk rejection setelah mencoba menembus area US$93,15–US$94,72. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah tren.

Menurut analisis Dupoin Futures, zona resistance tersebut akan menjadi salah satu level kunci untuk menentukan arah WTI pada pekan depan. Apabila harga kembali menguji resistance tetapi gagal menembusnya, peluang penurunan menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Sebaliknya, jika WTI mampu menembus dan bertahan di atas resistance, skenario bearish yang dipantau Dupoin Futures perlu ditinjau kembali.

Pola ABC Correction yang berpotensi terbentuk mencerminkan kemungkinan berlanjutnya fase koreksi setelah harga mengalami pergerakan naik sebelumnya. Dalam skenario ini, Dupoin Futures melihat zona US$88,61–US$86,82 sebagai area support yang perlu diperhatikan. Reaksi harga ketika mencapai zona tersebut akan membantu menunjukkan apakah tekanan jual masih dominan atau mulai mereda.

Dari sisi fundamental, prospek pemulihan pasokan minyak global dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga. Apabila distribusi energi dari Timur Tengah kembali berjalan lebih normal dan arus ekspor meningkat, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.

Namun, Dupoin Futures menilai risiko gangguan pasokan masih menjadi faktor yang dapat meningkatkan volatilitas WTI. Serangan terhadap kapal tanker dan ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak mentah. Jika gangguan kembali meningkat, harga minyak dapat mengalami rebound meskipun struktur teknikal masih menunjukkan risiko penurunan.

Perkembangan terbaru memperlihatkan bagaimana sentimen geopolitik dapat mengubah arah harga dalam waktu singkat. Reuters melaporkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa harga WTI turun sekitar US$0,52 menjadi US$90,97 per barel setelah komentar Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan pembicaraan dengan Iran meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Namun, risiko tetap ada karena situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil dan ancaman terhadap distribusi energi masih menjadi perhatian pasar. 

Selain faktor geopolitik, potensi pemulihan pasokan dan perkembangan produksi minyak juga akan memengaruhi keseimbangan pasar. Reuters mencatat bahwa ancaman badai di Teluk Meksiko turut mengganggu produksi minyak lepas pantai AS, sehingga menambah ketidakpastian terhadap pasokan jangka pendek. Faktor tersebut dapat menahan penurunan harga meskipun tekanan jual muncul dari meredanya kekhawatiran konflik.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mengamati perkembangan pasokan global bersamaan dengan respons harga terhadap resistance utama. Jika WTI tetap gagal menembus US$93,15–US$94,72, peluang koreksi menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Namun, peningkatan risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga dan membuat pergerakan minyak lebih volatil.

Dengan demikian, prediksi harga WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih cenderung bearish selama harga belum berhasil menembus resistance US$93,15–US$94,72. Target penurunan berada di zona US$88,61–US$86,82, dengan pola ABC Correction sebagai salah satu skenario teknikal yang perlu dicermati.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik, pemulihan pasokan, serta kondisi distribusi energi dapat mengubah sentimen pasar. Karena itu, konfirmasi pergerakan harga tetap diperlukan sebelum menentukan apakah tekanan jual akan berlanjut atau digantikan oleh rebound.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Perkuat Budaya Keselamatan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Kesiapsiagaan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Oktober 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Awareness dan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor 2 Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh pekerja PSL bersama sejumlah pekerja anak usaha sebagai bagian dari upaya meningkatkan […]

  • BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis

    BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PT Asuransi BRI Life dan Bali International Hospital (BIH) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor asuransi jiwa dan layanan kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas bagi pemegang polis BRI Life sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pasien. […]

  • Public

    Digital Twin Konstruksi dengan Drone: Cara Membuat Model 3D Proyek dan Membandingkannya dengan BIM

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Digital twin konstruksi adalah salinan digital tiga dimensi dari sebuah proyek yang diperbarui dengan data drone terbaru. Dengan DJI Matrice 400 dan DJI Zenmuse L3 yang merekam hingga 2 juta titik per detik, kondisi nyata di lapangan dapat dibandingkan langsung dengan desain dalam satu model yang terukur. Laporan kemajuan proyek konstruksi sering hanya berupa foto […]

  • Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

    Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 September 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol berupa rekonstruksi perkerasan di Ruas Tol Jagorawi. Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap pada sejumlah titik dengan tetap memperhatikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Adapun pekerjaan rekonstruksi akan dilaksanakan pada beberapa lokasi sebagai berikut: – Senin, 21 September 2026 KM […]

  • Public

    Marcom Awards Q3 2026, Fusion Hotel Group Indonesia Perkuat Komitmen Mengukur Kinerja Marketing Unit

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Program apresiasi ini menilai kontribusi marketing communication terhadap reputasi, keterlibatan tamu, pelaksanaan promosi, dan dukungan terhadap bisnis hotel. Ayola Sentosa Palembang meraih dua penghargaan, sementara Ayola First Point Pekanbaru memperoleh penghargaan Most Improved Marcom Performance. Jakarta, 22 Oktober 2026 — Memasuki penghujung kuartal ketiga 2026, Fusion Hotel Group Indonesia kembali menyelenggarakan Marcom Awards Q3 2026 […]

  • Public

    MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    JAKARTA, 21 Oktober 2026 – Tedy Alamsyah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) periode 2026 – 2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo yang digelar di Jakarta pada Senin – Rabu (19 – 21 Oktober 2026).   Tedy merupakan Ketua Umum Perbarindo periode 2022 […]

expand_less