Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional

Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Rencana pemerintah memberikan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi nikel nasional, dan mendorong kedaulatan ekonomi nasional.

Kebijakan pemerintah diharapkan mampu mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat pengembangan industri baterai berbasis nikel di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menilai insentif bagi kendaraan listrik berbasis NMC menjadi sinyal penting bahwa pemerintah mulai mengarahkan hilirisasi nikel ke industri manufaktur bernilai tambah tinggi.

“IBC [Anggota Holding Grup MIND ID] saat ini merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel. Tentunya tanpa didukung kebijakan yang memberikan prioritas terhadap baterai berbasis nikel untuk digunakan di dalam negeri, akan sulit berkompetisi dengan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP),” ujar Eko.

Menurut Eko, keberpihakan kebijakan menjadi faktor penting agar investasi yang telah ditanamkan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional dapat berkembang optimal. Pasalnya, Indonesia saat ini tengah membangun rantai pasok baterai berbasis nikel mulai dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga manufaktur sel baterai.

IBC melalui pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang saat ini memiliki kapasitas produksi tahap awal sebesar 6,9 GWh. Kapasitas ini menjadi fondasi awal untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.

Selain mendorong nilai tambah mineral, pengembangan ekosistem baterai nasional juga diperkirakan memberikan dampak pada penguatan kedaulatan ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap impor energi dan produk baterai.

Selain meningkatkan nilai tambah mineral, pengembangan industri baterai nasional juga diperkirakan memberikan memperkuat kinerja sektor ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap produk impor.

“Sudah ada berbagai perhitungan mengenai dampak berlipat dari hilirisasi industri baterai. Yang paling nyata adalah peningkatan nilai tambah mineral, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan impor baterai maupun impor BBM seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” kata Eko.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyiapkan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai NMC sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menurut Bahlil, kendaraan listrik berbasis nikel menjadi prioritas karena Indonesia memiliki sumber daya nikel yang melimpah dan saat ini tengah membangun industri baterai berbasis NMC.

Ia menilai baterai berbasis nikel juga memiliki keunggulan untuk kendaraan dengan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP), meskipun biaya produksinya relatif lebih tinggi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah mengalokasikan insentif sebesar Rp5 juta per unit, sedangkan untuk mobil listrik disiapkan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Pemerintah juga mengkaji pemberian insentif berdasarkan jenis baterai yang digunakan, termasuk pembedaan antara kendaraan listrik berbasis nikel dan non-nikel. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri baterai nasional sekaligus mempercepat agenda hilirisasi nikel di Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif, integrasi rantai pasok nikel nasional, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi produsen material dan produk bernilai tambah tinggi.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asia Afrika Festival 2026 Digelar Akhir Pekan di Kota Bandung, KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang ke Stasiun Lebih Awal

    Asia Afrika Festival 2026 Digelar Akhir Pekan di Kota Bandung, KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang ke Stasiun Lebih Awal

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 10 Juli 2026 Asia Afrika Festival 2026 Digelar Akhir Pekan di Kota Bandung, KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang ke Stasiun Lebih Awal Bandung (Jawa Barat), 10 Juli 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api, khususnya yang akan berangkat dari […]

  • Public

    Dari BINUS @Bekasi ke Australia, Fidel Temukan Kemandirian Lewat Study Abroad

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BEKASI, 12 Oktober 2026 – Pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya membuka kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan yang berbeda, tetapi juga menjadi proses untuk membangun kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menghadapi lingkungan baru. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin terhubung secara global. Pengalaman […]

  • Public

    BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BRI BO Otista melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Otista. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, serta diwarnai rasa kebangsaan dan semangat nasionalisme. Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai […]

  • Semarak HUT ke-81 RI, KAI Hadirkan Tarif Rp8 LRT Jabodebek pada 17 Agustus

    Semarak HUT ke-81 RI, KAI Hadirkan Tarif Rp8 LRT Jabodebek pada 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan promo spesial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Khusus pada 17 Agustus 2026, masyarakat dapat menikmati perjalanan LRT Jabodebek dengan tarif Rp8 sebagai bagian dari perayaan momentum kemerdekaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik. Executive Vice President of LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, mengatakan […]

  • Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

    Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 September 2026 – Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000–US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS. The Fed pada 16 September menaikkan […]

  • Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

    Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Agustus 2026 — Pasar kripto Indonesia tengah menghadapi situasi yang cukup unik. Nilai transaksi mengalami penurunan tajam, tetapi jumlah investor justru terus bertambah di tengah tekanan daya beli masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang semester I/2026 mencapai Rp150,60 triliun, turun 33,56% secara tahunan dari Rp226,68 triliun pada periode […]

expand_less