Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bali, 25 Agustus 2026 – Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi.

“Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan. Institusi bisa membangun fondasinya, tetapi retail yang akan memberikan velocity pada pasar,” ujar Yudho.

Pandangan tersebut disampaikan Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026. Panel tersebut membahas kondisi pasar serta bagaimana perubahan struktur industri dapat membentuk siklus aset digital berikutnya.

Dalam panel tersebut, Yudho berbagi panggung bersama CEO dan Co-Founder Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, serta Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan Felita Setiawan sebagai moderator. Perspektif Yudho dalam diskusi berfokus pada bagaimana perkembangan pasar global dapat diterjemahkan menjadi strategi yang lebih relevan bagi investor, mulai dari pemula hingga profesional.

Indonesia Tunjukkan Kekuatan Retail

Menurut Yudho, Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana besarnya basis investor retail dapat menciptakan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan negara dengan industri keuangan digital yang lebih matang.

“Banyak orang mulai menyerah pada retail, bahkan bagi pelaku industri mungkin lebih mudah untuk hanya berfokus pada institusi. Namun kenyataannya, retail masih merupakan pasar yang sangat besar. Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” katanya.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan besarnya basis tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22,40 juta akun.

Aktivitas transaksinya juga menguat. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp23,01 triliun.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meski harga aset kripto mengalami berbagai fase naik dan turun, basis pengguna domestik masih terus bertumbuh.

Bagi Yudho, kondisi itu penting karena siklus pasar berikutnya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga seberapa luas teknologi dan aset digital digunakan masyarakat.

Institusi Mulai Kembali Masuk

Di tingkat global, sinyal kembalinya modal institusi juga mulai terlihat.

Survei CoinShares terhadap investor yang mengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada survei Juli 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak aksi jual pada Oktober 2025 dan, menurut CoinShares, sepenuhnya didorong oleh peningkatan alokasi investor institusi.

Arus modal produk investasi aset digital juga kembali menguat. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin.

Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa institusi semakin menjadi bagian permanen dari struktur pasar kripto, bukan sekadar peserta yang masuk saat harga meningkat.

Namun, Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya akan sepenuhnya menjadi permainan investor besar.

“Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” ujarnya.

Siklus Berikutnya Bisa Berbeda

Yudho juga menilai perdebatan mengenai apakah pasar saat ini masih berada dalam fase bull market atau telah memasuki bear market bukan satu-satunya pertanyaan yang relevan.

Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks. Bitcoin tidak lagi hanya dipengaruhi pola halving dan aktivitas perdagangan retail. Likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, neraca perusahaan hingga aktivitas onchain kini ikut mempengaruhi pembentukan harga.

Karena itu, siklus berikutnya berpotensi memiliki karakter berbeda dengan siklus kripto sebelumnya. Yudho menekankan pentingnya melihat positioning, manajemen risiko, konsistensi investasi dan adopsi struktural ketimbang mencoba menebak secara tepat titik tertinggi maupun terendah pasar.

Perubahan juga terlihat dari cara investor retail memperoleh eksposur terhadap aset digital. Investor baru ke depan tidak harus selalu memulai perjalanan dari Bitcoin atau aset kripto spekulatif. Stablecoin, saham yang ditokenisasi hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain membuka pintu masuk baru menuju ekonomi onchain.

“Gelombang berikutnya tidak hanya soal membawa lebih banyak orang masuk ke kripto. Kita juga bisa melihat semakin banyak bagian dari sistem keuangan yang masuk ke onchain,” kata Yudho.

Pandangan tersebut sejalan dengan berkembangnya tokenisasi aset tradisional. Tokenized stocks dan ETF disebut sebagai bagian dari evolusi portofolio digital, sehingga diversifikasi ke depan tidak lagi hanya berarti memiliki Bitcoin, Ether dan sejumlah altcoin, tetapi dapat mencakup stablecoin, aset pasar modal yang ditokenisasi serta instrumen lindung nilai bagi investor yang lebih berpengalaman.

Yudho menilai perkembangan tersebut dapat memperbesar pasar potensial aset digital sekaligus menjembatani dunia keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain.

“Bagian paling menarik dari tokenisasi adalah ketika suatu hari investor tidak lagi harus memilih apakah dirinya investor TradFi atau investor kripto. Infrastruktur digital memungkinkan berbagai kelas aset berada dalam satu portofolio,” ujarnya.

Meski optimistis terhadap perkembangan tersebut, Yudho menekankan bahwa bertambahnya pilihan produk harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kedewasaan investor.

Bagi investor baru, disiplin, pengelolaan risiko dan kemampuan bertahan melalui berbagai kondisi pasar dinilai lebih penting daripada mengejar momentum harga jangka pendek.

Pada akhirnya, kata CEO FLOQ, institusi mungkin akan memberikan fondasi yang semakin kuat bagi pasar aset digital. Namun, skala ekonomi kripto selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah produk tersebut mampu menjangkau jutaan investor baru dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan mereka.

“Institusi akan membangun lantainya. Tetapi retail yang akan memberikan kecepatan pada pasar.”

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja BRI Region 6 Gelar Pengajian Bersama

    Pekerja BRI Region 6 Gelar Pengajian Bersama

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan pengajian bersama yang diikuti oleh para pekerja sebagai wujud peningkatan keimanan, kebersamaan, dan rasa syukur. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran pekerja dari berbagai unit kerja di lingkungan BRI Region 6. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh peserta. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan […]

  • Investor Masih Minati Aset Digital, Pengguna Baru Bittime Berkesempatan Raih Bonus Bitcoin

    Investor Masih Minati Aset Digital, Pengguna Baru Bittime Berkesempatan Raih Bonus Bitcoin

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Minat investasi aset digital di Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika pasar global. Bittime mencatat investor semakin selektif dengan berfokus pada aset berlikuiditas tinggi, sekaligus menghadirkan program bonus Bitcoin hingga Rp1,5 juta untuk mendorong masyarakat memulai investasi aset digital secara bertahap. Minat masyarakat terhadap aset kripto tetap terjaga di tengah dinamika pasar global. Setelah bank […]

  • Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus

    Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta — Akreditasi media untuk BRICS Summit ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari seluruh dunia untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik paling penting tahun ini di bawah Keketuaan BRICS India 2026. KTT BRICS akan diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026, sementara pendaftaran akreditasi media dibuka hingga 31 […]

  • Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

    Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta — Jauh sebelum rantai pasok menghubungkan pabrik-pabrik kita dan investasi mempererat hubungan ekonomi kedua negara, Samudra Hindia telah membawa sesuatu yang jauh lebih berharga antara Indonesia dan India, yaitu kepercayaan. Kapal-kapal dagang yang memanfaatkan angin muson memang mengangkut rempah-rempah, tekstil, dan berbagai kisah peradaban, tetapi pada saat yang sama juga membawa sebuah gagasan yang mampu bertahan […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Net
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan pekan depan diperkirakan masih menghadapi tekanan bearish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan dominasi tren penurunan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kegagalan harga untuk melewati area resistance 4.617–4.643. Dengan momentum bullish yang belum mampu menghasilkan breakout, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan […]

  • XAUUSD Gagal Tembus 4.440, Harga Emas Berpotensi Anjlok ke 4.365–4.331

    XAUUSD Gagal Tembus 4.440, Harga Emas Berpotensi Anjlok ke 4.365–4.331

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan hari Senin (7/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 4.365 hingga 4.331. Prospek tersebut muncul setelah XAUUSD gagal menembus resistance di level 4.440 dan membentuk […]

expand_less