Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset

OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 2 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).

Arah tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 20–21 Agustus 2026.

“Hari ini, di forum Coinfest Asia, saya ingin menyatakan bahwa ekonomi on-chain Indonesia akan segera hadir,” ujar Adi.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan industri aset digital nasional mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan kripto menuju integrasi yang lebih luas dengan infrastruktur keuangan.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai arah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki tahap perkembangan yang lebih matang.

“Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan bukan hanya tentang memperluas penggunaan teknologi blockchain. Yang lebih penting adalah membangun fondasi industri yang memiliki tata kelola, transparansi, perlindungan konsumen, dan infrastruktur yang semakin setara dengan sektor jasa keuangan lainnya,” ujar Yudho.

Industri Kripto Masuk Fase Baru

Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset kripto di Indonesia.

Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, meningkat dari 22,40 juta pada Mei. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,2 persen dibandingkan Rp23,01 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Infrastruktur pasar aset kripto Indonesia juga terus berkembang dengan keberadaan 26 pedagang aset keuangan digital berizin, dua bursa, dua lembaga kliring, dan dua kustodian.

Salah satu agenda yang tengah disiapkan OJK adalah memperkuat posisi penyedia layanan aset kripto sebagai bagian dari industri jasa keuangan, sejalan dengan perkembangan regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Menurut Adi, perubahan tersebut bukan hanya sebatas perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan peningkatan standar industri.

“Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi benar-benar menunjukkan peningkatan kelas industri,” katanya.

Yudho melihat penguatan status tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap industri sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar operasionalnya.

“Ketika aset digital semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional, ekspektasi terhadap pelaku industri juga akan semakin tinggi. Governance, manajemen risiko, keamanan aset, hingga transparansi harus ikut berkembang. Bagi industri, ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” kata Yudho.

Investor Kripto Bakal Punya SID

OJK juga berencana menerapkan Single Investor Identification bagi investor aset kripto. Mekanisme serupa selama ini digunakan di pasar modal untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada investor.

Menurut OJK, penerapan SID dapat membuat infrastruktur pasar aset digital semakin selaras dengan pasar modal sekaligus memperkuat transparansi aktivitas investor.

“Hal ini akan menyelaraskan ekosistem kripto dengan pasar modal, meningkatkan kredibilitas serta mendorong transparansi dan efisiensi secara bersamaan,” ujar Adi.

Yudho menilai SID dapat menjadi salah satu fondasi penting jika Indonesia ingin membangun ekosistem aset digital yang lebih terintegrasi.

“Identitas investor yang terintegrasi berpotensi membuat ekosistem lebih transparan sekaligus mempermudah pengembangan produk dan layanan keuangan digital di masa depan. Hal yang perlu dijaga adalah implementasinya tetap efisien, aman, dan tidak menciptakan hambatan yang berlebihan bagi masyarakat untuk mengakses layanan,” jelasnya.

Stablecoin Mulai Masuk Agenda Regulasi

Selain infrastruktur investor, stablecoin menjadi salah satu sektor yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari regulator.

OJK berencana menempatkan stablecoin sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran. Pengaturannya akan tetap dikoordinasikan dengan Bank Indonesia sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

“Stablecoin diposisikan sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran,” kata Adi.

Pembahasan mengenai stablecoin menjadi semakin relevan seiring peningkatan penggunaannya secara global. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, suplai stablecoin dunia meningkat dari sekitar US$200 miliar pada awal 2025 menjadi sekitar US$317 miliar–US$320 miliar pada awal 2026.

Sejumlah model bisnis stablecoin di Indonesia juga telah melewati proses regulatory sandbox OJK dan bersiap memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Menurut Yudho, kejelasan regulasi menjadi faktor penting agar inovasi stablecoin dapat berkembang tanpa menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pengguna.

“Stablecoin memiliki banyak potensi penggunaan, terutama untuk efisiensi transaksi dan penyelesaian berbasis blockchain. Namun, karena bersinggungan langsung dengan sistem keuangan dan pembayaran, batas kewenangan serta aturan mainnya harus jelas. Kepastian regulasi justru akan memberikan ruang yang lebih sehat bagi inovasi,” ujarnya.

Tokenisasi Emas, SBN hingga Properti

Agenda lain yang berpotensi membuka babak baru industri aset digital Indonesia adalah tokenisasi aset dunia nyata.

OJK tengah menyusun kerangka regulasi yang lebih luas untuk pengembangan real-world assets. Sejumlah model tokenisasi yang telah dikembangkan melalui regulatory sandbox antara lain mencakup emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi atas properti.

“Kami sedang menyusun regulasi OJK yang komprehensif untuk memastikan skalabilitas dan keamanannya,” kata Adi.

Secara global, perkembangan RWA juga berlangsung cepat. Data yang dipaparkan OJK menunjukkan nilai pasar RWA meningkat sekitar 256,7 persen dari kuartal pertama 2025 hingga kuartal pertama 2026, dengan nilai mendekati US$33,5 miliar pada pertengahan 2026.

Yudho melihat tokenisasi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan terbesar antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.

“RWA bisa menjadi salah satu use case blockchain yang paling relevan bagi sektor keuangan karena teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk merepresentasikan aset dan hak ekonomi yang nyata. Jika regulasi, kustodian, likuiditas, dan perlindungan investor dibangun dengan baik, tokenisasi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan model pembiayaan baru,” jelas Yudho.

Dari Trading Menuju Ekonomi On-Chain

Berbagai agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan aset digital Indonesia mulai berkembang melampaui aktivitas jual beli kripto.

Identitas investor, standardisasi penyedia layanan, stablecoin, dan tokenisasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan berbasis teknologi yang lebih terintegrasi.

OJK juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan agenda ekonomi nasional, termasuk transformasi digital, pendalaman pasar keuangan, serta perluasan akses investasi dan pembiayaan.

“Kami berkomitmen penuh menjadikan Indonesia sebagai pusat kripto Asia, pusat inovasi, investasi, dan transaksi kripto di kawasan ini,” ujar Adi.

Menurut Yudho, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan aset digital di kawasan apabila inovasi dan regulasi dapat bergerak secara seimbang.

“Fase berikutnya dari industri aset digital tidak hanya akan berbicara tentang harga aset atau volume perdagangan. Kita akan semakin banyak melihat blockchain masuk ke infrastruktur investasi, tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai layanan keuangan lainnya. Indonesia punya basis pengguna yang besar dan ekosistem yang terus berkembang. Jika regulasi mampu memberikan kepastian sekaligus ruang inovasi, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekonomi on-chain di Asia semakin terbuka,” tutup CEO FLOQ.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Tembus US.000, Sinyal Menuju US.000 Makin Kuat?

    Bitcoin Tembus US$74.000, Sinyal Menuju US$80.000 Makin Kuat?

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Agustus 2026 – Bitcoin (BTC) kembali membuat pasar kripto bergairah. Aset kripto terbesar dunia itu melonjak sekitar 7,9 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (21/8), hingga diperdagangkan di kisaran US$74.409 atau sekitar Rp1,31 miliar, setelah sebelumnya bergerak dari sekitar US$63.000 menuju area US$75.000 dalam waktu kurang dari dua hari. Lonjakan ini membawa […]

  • Semarak HUT ke-81 RI, Pekerja BRI Region 6 Antusias Ikuti Beragam Lomba 17 Agustus

    Semarak HUT ke-81 RI, Pekerja BRI Region 6 Antusias Ikuti Beragam Lomba 17 Agustus

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa di lingkungan BRI Region 6. Usai mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dengan penuh khidmat, para pekerja BRI Region 6 langsung larut dalam suasana penuh keceriaan dengan mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustus. Beragam lomba tradisional yang digelar menjadi momen bagi para pekerja […]

  • Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

    Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Mall of Indonesia kembali menghadirkan berbagai pengalaman belanja yang semakin lengkap melalui rangkaian pop-up dan bazaar bertema Back to School. Memasuki musim kembali ke sekolah, Mall of Indonesia kembali menghadirkan berbagai pengalaman belanja yang semakin lengkap melalui rangkaian pop-up dan bazaar bertema Back to School. Mulai dari koleksi karakter favorit hingga perlengkapan sekolah yang colorful […]

  • Public

    Pengembangan Kompetensi Pekerja, Upaya LRT Jabodebek Jaga Keselamatan dan Kualitas Layanan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Di balik layanan LRT Jabodebek yang mengantarkan masyarakat setiap hari, terdapat pekerja dengan keahlian beragam yang berperan dalam menjaga operasional dan memberikan pelayanan kepada pengguna. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Divisi LRT Jabodebek terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan sesuai bidang tugas masing-masing. Sepanjang Januari – September 2026, peserta dari […]

  • JMFF 2026 Tarik 4.026 Pengunjung, Edukasi Mineral Sambil Merajut Kesatuan Indonesia

    JMFF 2026 Tarik 4.026 Pengunjung, Edukasi Mineral Sambil Merajut Kesatuan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA — Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang diselenggarakan MIND ID bersama seluruh anggota Grup, ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, dan Vale Indonesia, berhasil menarik 4.026 pengunjung, terdiri atas 1.588 anak dan 2.438 orang dewasa selama empat hari penyelenggaraan di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat […]

  • Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

    Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, membuka booth SF09 di Showcase Zone Tech in Asia Conference 2026, Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15–16 September. Pada Selasa (15/9) pukul 14.01 WIB, di tengah jam konferensi, Sanct meluncur di Product Hunt langsung dari booth. Rabu (16/9) adalah hari […]

expand_less