Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SNLIK 2026 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan dan laki-laki kini hampir setara, menggeser percakapan dari edukasi dasar menuju kepercayaan diri, akses, relevansi, dan partisipasi.

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia. 

Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Namun, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan.

Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali. BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional.

“Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia.

Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP-PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi.

“Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna” tutup Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia. 

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Jebol Support US.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Net
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000. Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya […]

  • Lawan DBD Bersama, Godrej Perkuat Kesadaran dan Pencegahan Berbasis Komunitas

    Lawan DBD Bersama, Godrej Perkuat Kesadaran dan Pencegahan Berbasis Komunitas

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta  — Upaya mencegah demam berdarah dengue (DBD) membutuhkan lebih dari sekadar penanganan setelah seseorang terinfeksi. Pencegahan dimulai dari kesadaran, kebiasaan hidup sehat, serta tindakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat. DBD masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui nyamuk membutuhkan […]

  • Tampil Memukau 60 Menit di Panggung Utama, Boyband Asal Jepang BE:FIRST Sukses Debut di LaLaLa Festival 2026

    Tampil Memukau 60 Menit di Panggung Utama, Boyband Asal Jepang BE:FIRST Sukses Debut di LaLaLa Festival 2026

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Grup dance dan vokal asal Jepang, BE:FIRST, sukses memukau penonton LaLaLa Festival 2026 di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Indonesia, Minggu (23/8/2026). Tampil selama sekitar 60 menit di panggung utama festival, keenam member BE:FIRST menghadirkan perpaduan vokal, rap, koreografi energik, serta interaksi hangat yang membuat ribuan penonton terus bergemuruh sepanjang pertunjukan. Antusiasme terhadap penampilan BE:FIRST bahkan telah […]

  • Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

    Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh *Sachin V. Gopalan Jakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026, hubungan Indonesia dan India memasuki momentum baru yang semakin menegaskan eratnya Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Pertemuan PM Modi dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta membahas berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan […]

  • Public

    OJK Blokir 228 PAKD Ilegal, Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 September 2026 – Maraknya Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan dan kepercayaan terhadap industri aset kripto di Indonesia. Isu tersebut menjadi pembahasan dalam sesi Risiko Penggunaan PAKD Ilegal dan Pengamanan Ekosistem AKD pada gelaran FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9). […]

  • Senggigi Memasuki Siklus Pembaruan yang Didukung Pemerintah, Dipimpin Revitalisasi Pasar Seni Senilai Rp81 Miliar

    Senggigi Memasuki Siklus Pembaruan yang Didukung Pemerintah, Dipimpin Revitalisasi Pasar Seni Senilai Rp81 Miliar

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pemerintah pusat menyiapkan investasi Rp81 miliar untuk revitalisasi Pasar Seni Senggigi, dengan pekerjaan fisik ditargetkan mulai awal 2027. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan Senggigi sebagai koridor pariwisata Lombok Barat yang telah mapan. T Senggigi, Lombok — Pemberitaan media Indonesia menyebutkan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan investasi senilai Rp81 miliar untuk merevitalisasi Pasar Seni Senggigi, […]

expand_less