Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara melekat pada bisnis PTPN I (Persero). Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III (Persero) ini segaris dengan ketersediaan pangan. Sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan. Hadir dengan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern juga menempatkan PTPN I sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer sains kepada masyarakat luas.

Posisi strategis itu mengemuka dalam forum dialog dalam rangka Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Sejumlah tokoh nasional hadir pada peluncuran buku berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara tersebut.

Selain membedah sari pati isi buku, Direktur Utama, alumnus Program Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga menarik benang merah antara PTPN I dan ketahanan negara. Ia menyebut PTPN I, dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran yang luas, dan misi yang humanis, memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan.

Acara doa bersama dan peluncuran buku digelar dalam suasana batin yang khidmat, patriotis, dan religius. Selain diskusi, acara juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif yang memberikan perspektif spiritual yang mendalam.

Paparan isi buku dan visi PTPN I dijelaskan Abdul Rivai Ras sebagai relasi yang sangat kuat. Program Asta Cita Presiden Prabowo, kata Bro Rivai, sapaan akrabnya, sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab setiap insan PTPN I dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya pada aspek ketahanan pangan.

“Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara,” kata Rivai mengutip pernyataan Presiden.

Abdul Rivai Ras juga mengutip beberapa data fundamental dalam buku dan orasinya. Berdasarkan data pemerintah, kata dia, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah juga berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Indonesia juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Keberhasilan tersebut merupakan buah sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, Abdul Rivai Ras mengatakan keberhasilan swasembada pangan harus dipandang sebagai awal untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan melalui penyediaan komoditas utama, penguatan industri hilir, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras jutaan petani, pekebun, peneliti, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I berkomitmen terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” ujar Abdul Rivai Ras.

Ia menegaskan, dinamika global yang dipengaruhi perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

“Pangan hari ini adalah isu strategis bangsa. Ketika pasokan pangan terjaga, masyarakat terlindungi, perekonomian lebih stabil, dan daya tahan negara semakin kuat. Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah bagi agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, memperkuat industri gula nasional, mengembangkan komoditas perkebunan unggulan, serta mendukung ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi,” katanya.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi pangan nasional harus terus didukung melalui penguatan sektor hulu hingga hilir.

Sebagai perusahaan yang mengelola berbagai komoditas strategis nasional, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, dan hilirisasi. Pengembangan perkebunan modern, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan terus menjadi fokus perusahaan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjaga kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, tumbuh harapan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

    GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Diwujudkan melalui upaya Gailbook, instalasi di Singapura yang diluncurkan pada 14 Juli menghadirkan kriya Indonesia, inovasi material, dan narasi tekstil kontemporer menjelang presentasi runway Purana pada 15 Agustus dan Fuguku pada 16 Agustus. ” /> Detail instalasi: karakter fugu yang bersifat skulptural dan aksesori Fuguku ditata bersama struktur modular bermotif Purana di LOOQAL, Tanglin Mall. […]

  • Semarak MPLS Ramah SMAN 7 Manado: Merajut Mimpi Jelita Eklesia Repi di Tengah Ekosistem Pendidikan yang Inspiratif

    Semarak MPLS Ramah SMAN 7 Manado: Merajut Mimpi Jelita Eklesia Repi di Tengah Ekosistem Pendidikan yang Inspiratif

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle B01
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Manado, BATALYONWARTA.COM Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 7 Manado tahun ajaran 2026/2027 bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan sebuah gerbang inspirasi bagi para peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 13 Juli hingga Jumat, 17 Juli 2026 ini, dirancang secara khusus dengan mengusung konsep “MPLS Ramah”. Hal […]

  • Public

    enuh Kehangatan dan Kegembiraan, BO Kalimalang Semarakkan BRILiaN Culture Festival

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Kalimalang menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Kalimalang. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan […]

  • Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital

    Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Rutinitas bekerja dari pagi hingga sore kini tidak selalu menjadi satu-satunya aktivitas produktif bagi sebagian pekerja. Setelah menyelesaikan pekerjaan utama, semakin banyak masyarakat mulai memanfaatkan waktu dan teknologi digital untuk mencari peluang pendapatan tambahan atau side income. Perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan ekonomi digital yang membuat berbagai aktivitas penghasil pendapatan dapat dilakukan dengan lebih […]

  • Indomaret Kembali Hadirkan Produk Bertema Pokémon di Indonesia

    Indomaret Kembali Hadirkan Produk Bertema Pokémon di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Indomaret kembali menghadirkan produk bertema Pokémon bagi para penggemar di Indonesia. “Pokémon School Collection” diluncurkan pada Kamis (25/6), sementara seri terbaru Pokémon Game Kartu Koleksi, “Ancaman Bayangan”, mulai tersedia pada Jumat (26/6). Peluncuran produk-produk terbaru ini merupakan bagian dari upaya Indomaret untuk menghadirkan Pokémon lebih dekat dengan keseharian para penggemar. Jakarta, 26 Juni 2026 – […]

  • Public

    Hadir di Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 September 2026 — Penerapan artificial intelligence (AI) di dunia kerja terus berkembang, dari sekadar otomatisasi menjadi bagian dari berbagai aktivitas bisnis yang dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan pekerjaan. Hal ini menjadi fokus Mekari Conference 2026 yang mengangkat tema “AI at Work” pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta. Pada gelaran konferensi yang mempertemukan para […]

expand_less