Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar 3 bulan tersisa di tahun 2026 saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak. Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai 160.070 unit atau sebesar 45,73%, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

Jakarta, 28 September 2026 – BP Tapera menggelar evaluasi kinerja KPR
Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Tahun Anggaran 2026. Diselenggarakan di kantor
BP Tapera, kegiatan evaluasi ini dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP) serta turut mengundang mitra kerja strategis BP
Tapera, seperti perwakilan Bank Penyalur Himbara, para Ketua Umum Asosiasi
Pengembang Perumahan, hingga PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Evaluasi kinerja penyaluran FLPP ini disampaikan langsung oleh
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dengan formasi lengkap bersama para
Deputi Komisioner BP Tapera lainnya, yaitu: Deputi Komisioner Bidang
Pemanfaatan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera,
Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, dan Deputi Komisioner Bidang
Hukum dan Administrasi. Sedangkan dari pihak Kementerian PKP dihadiri
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Chroioel, serta Direktur Jenderal Perumahan
Perkotaan, Sri Haryati.

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar
3 bulan tersisa di tahun 2026
saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak.
Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai
160.070 unit atau sebesar 45,73%,
yang terdiri dari 160.053
unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

“Berdasarkan data kami, terdapat potensi data demand atau peminatan
sebanyak 48.679 unit. Jika hal tersebut tercapai, maka total capaian dapat
mencapai 208.749 unit,” terang Heru.

Melihat tantangan realisasi ini, BP Tapera nyatakan telah memetakan supply (ketersediaan hunian) dan demand (peminatan)
bersama mitra kerja, dimana masih terdapat surplus untuk ketersediaan
huniannya. Data tersebut berasal dari sistem yang dimiliki BP Tapera yang
bersumber dari para pelaku bisnis
yang merupakankombinasi antara
kavling, booking, dan ready stock.

Selain strategi tersebut, dalam rangka mengejar target, saat
ini BP Tapera melihat calon debitur
fix
income
seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh dengan
pendapatan tetap memiliki potensi yang lebih besar untuk lolos uji verifikasi
di perbankan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sri Haryati mengusulkan motode diterapkan
tersebut agar diterapkan dengan lebih targeted dan
segmented
yang terintegrasi dengan kantor wilayah bank penyalur,
Pemerintah Provinsi, dan pengembang perumahan lokal.

“Tentunya dengan memperhatikan komitmen peminatan, BP Tapera dapat
lebih bekerjasama dengan pihak HRD (Human
Resource /
Sumber Daya Manusia) perusahaan untuk profiling dan
mengundang peserta yang potensial dalam sosialisasi,” Imbuh Sri.

Melalui pemetaan wilayah berpotensi di sisi peminatan, komitmen
pendanaan pada bank penyalur, hingga kolaborasi yang massif dalam kurun waktu
tiga bulan ini, Heru menyampaikan BP Tapera bersama mitra kerjanya akan
berupaya semaksimal mungkin.

“Kita juga melihat
dari sisi supply, ready stock yang dilaporkan oleh pengembang juga perlu juga untuk dikejar. Termasuk dengan Rumah Susun yang diimbangi dengan permintaan,” imbuhnya. Heru melihat
untuk mengoptimalkan akhir tahun 2026, perlu meningkatkan kolaborasi data yang
lebih intensif antara data pengembang, bank penyalur, serta data yang diolah
oleh BP Tapera, sehingga mengurangi gap dan meningkatkan realisasi.

Berbicara mengenai perbandingan capaian FLPP dengan tahun lalu, Heru
juga sampaikan jika melihat secara on year per bulan, maka capaian tahun
ini menunjukkan pertumbuhan “Realisasi tahun 2025 pada dasarnya juga didorong keterbatasan kuota pada tahun
2024. Realisasi tersebut memperoleh carry over dari tahun
sebelumnya,” pungkas Heru.

Selanjutnya BP Tapera
bersama Kementerian PKP dan para mitra kerja
akan membentuk gugus tugas guna memantau optimalisasi
hingga akhir bulan ini yang terus dievaluasi tiap minggunya. “Sepanjang itu
baik untuk percepatan, maka perlu dilakukan. Harus terus optimis terhadap sisa
waktu ini,” imbuh Sri Haryati.

Rencana Rumah Alih Kepemilikan (Rumah recycle)

Salah satu terobosan
yang sedang dirumuskan oleh pemerintah saat ini adalah aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan / rumah recycle. Sri Haryati menyampaikan bahwa saat ini Kementerian
PKP sudah memiliki langkah-langkah mengenai aturan Rumah Alih Kepemilikan.
Namun Sri menegaskan bahwa aturan yang sedang disusun ini perlu dirumuskan
secara seksama, dan diharapkan para mitra kerja dapat siap nantinya,
sehingga dapat lancar
dilaksanakan saat aturan diterapkan

Aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan ini nantinya dapat
diterapkan oleh BP Tapera dengan menjaga akuntabilitas melalui
trilogi stok yang telah diterapkan oleh BP Tapera saat ini. Lebih Heru menjelaskan bahwa semangat aturan
ini disusun salah satunya adalah upaya dalam rangka
melakukan perlindungan konsumen
“Mengenai rumah yang tidak layak dan perlu dibenahi maka perlu dilihat terlebih dahulu
portofolionya, saat ini aturannya sedang diproses,” terang Heru, dimana BP
Tapera turut berkontribusi dalam perumusannya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian PKP telah mengeluarkan
kebijakan masa tenor cicilan FLPP mencapai 40 tahun. Kebijakan ini dinilai
memberikan dorongan positif terhadap kepemilikan hunian bagi Masyarakat
berpenghasilan Rendah (MBR). Hal tersebut dibuktikan melalui realisasi rumah susun yang
disajikan oleh BP Tapera dalam evaluasi
kinerja penyaluran FLPP pada hari ini, yang merupakan
realisasi pasca kebijakan
ini keluar. Sri Haryati menekankan bahwa tenor hingga 40 tahun ini
merupakan pilihan “Ini (tenor 40 tahun) adalah opsi bagi masyarakat, sehingga
memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menjangkau kepemilikan
rumah pertamanya,” terang Sri Haryati

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi

    Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 2 September 2026 Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 2 Bandung Tutup Perlintasan Sebidang Rawan dan Bangun Palang Pintu di Sejumlah Lokasi Bandung (Jawa Barat), 2 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung fokus terhadap aspek keselamatan perjalanan kereta api salah satunya saat perjalanan kereta api […]

  • BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi antara BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja. Melalui sinergi tersebut, diharapkan Program FLPP dapat menjangkau lebih banyak buruh di berbagai daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. […]

  • Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

    Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Tanjung Balai Karimun, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Balai Karimun bersama Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 600 pohon di kawasan Jembatan 2 Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang dilaksanakan melalui […]

  • Memilih Makanan Kucing yang Tepat untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan

    Memilih Makanan Kucing yang Tepat untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pawfriends, memilih makanan kucing yang tepat memang terlihat sederhana, tapi kenyataannya banyak pemilik kucing yang masih bingung harus mulai dari mana. Apalagi kalau bicara soal pencernaan, banyak yang baru sadar ada masalah setelah kucing sudah menunjukkan gejala seperti diare, muntah, atau nafsu makan yang tiba-tiba turun. Padahal pencernaan yang sehat adalah fondasi dari kesehatan kucing […]

  • Lebih Dari 3,6 Juta Pengguna Jasa KA Gunakan KA dari Daop 2 Bandung, Naik Lebih Dari 10 Persen

    Lebih Dari 3,6 Juta Pengguna Jasa KA Gunakan KA dari Daop 2 Bandung, Naik Lebih Dari 10 Persen

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 11 September 2026 Lebih Dari 3,6 Juta Pengguna Jasa KA Gunakan KA dari Daop 2 Bandung, Naik Lebih Dari 10 Persen Bandung (Jawa Barat), 11 September 2026 – Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat sebanyak 3.691.261 […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Net
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan pekan depan diperkirakan masih menghadapi tekanan bearish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan dominasi tren penurunan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kegagalan harga untuk melewati area resistance 4.617–4.643. Dengan momentum bullish yang belum mampu menghasilkan breakout, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan […]

expand_less