Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik.

Banda Aceh, 23 September 2026 – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat membawa peluang besar bagi dunia pendidikan dan penelitian. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik, privasi data, akurasi informasi, hingga kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Merespons tantangan tersebut, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik (12/9) .

Workshop ini menghadirkan Mulkan Fadhli, dosen UIN Ar-Raniry, serta Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, sebagai narasumber. Diskusi tidak hanya membahas peluang pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran dan penelitian, tetapi juga mengupas risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Mulkan Fadhli menekankan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak membuat manusia kehilangan peran dalam proses berpikir. Menurutnya, mahasiswa dan akademisi tetap harus menjadi pihak yang memegang kendali terhadap proses dan hasil pekerjaan yang menggunakan bantuan AI.

“AI boleh membantu kita berpikir, tetapi jangan sampai AI menggantikan proses berpikir kita. Yang paling penting adalah transparansi, verifikasi, dan tanggung jawab manusia terhadap hasil akhir,” ujar Mulkan Fadhli.

Mulkan juga memperkenalkan pendekatan lampu lalu lintas (traffic light) sebagai cara sederhana untuk memahami batasan penggunaan AI dalam kegiatan akademik. Zona hijau mencakup penggunaan AI untuk aktivitas seperti brainstorming dan pengembangan ide. Zona kuning mencakup penggunaan AI untuk pekerjaan tertentu, seperti penerjemahan atau penyuntingan, yang tetap membutuhkan verifikasi manusia. Sementara zona merah mencakup penggunaan AI yang berpotensi melanggar integritas akademik, termasuk menjadikan AI sebagai ghost writer untuk menghasilkan karya yang kemudian diakui sepenuhnya sebagai karya sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan AI dalam pekerjaan akademik, termasuk kemungkinan penerapan jejak audit dan pengungkapan penggunaan AI sehingga institusi dapat mengetahui sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam proses penelitian maupun pembelajaran.

Sementara itu, Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, membawa perspektif praktis mengenai berbagai tantangan teknologi AI yang perlu dipahami oleh lingkungan akademik. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama dalam pemanfaatan AI adalah hallucination, yaitu kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang terlihat meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat atau tidak memiliki dasar yang valid.

“AI itu sangat membantu, tetapi jangan pernah menganggap semua jawaban AI sebagai kebenaran. Kita tetap harus melakukan cross-check terhadap sumber, memahami konteks, dan memastikan informasi yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ikhwan.

Selain akurasi informasi, Ikhwan juga menyoroti aspek privasi dan keamanan data. Menurutnya, sivitas akademika perlu memahami bahwa tidak semua data dapat begitu saja dimasukkan ke dalam layanan AI, khususnya data pribadi, data penelitian yang bersifat sensitif, maupun informasi institusi yang memiliki batasan akses.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan turut memperkenalkan perkembangan solusi AI berdaulat yang dikembangkan Telkom untuk konteks Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi dan institusi mempertimbangkan penggunaan AI dengan memperhatikan aspek kedaulatan data, keamanan, kebutuhan lokal, serta tata kelola teknologi.

Diskusi semakin berkembang ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan integrasi AI dengan repositori kampus, pengembangan model AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta penerapan AI untuk mendukung penelitian dan pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan AI untuk mengembangkan portal pengetahuan dan sejarah Aceh, dengan AI berperan membantu proses pencarian, pengolahan, dan eksplorasi informasi tanpa menghilangkan kebutuhan terhadap sumber yang terverifikasi.

AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti

Business & Community Lead Telkom AI Center Aceh, Jurnalis JH, mengatakan bahwa diskusi mengenai AI di lingkungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan tentang “boleh atau tidak boleh menggunakan AI”.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, produktivitas, dan kemampuan manusia tanpa menghilangkan proses berpikir kritis.

“Kami melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia. Karena itu, yang ingin kami dorong melalui kegiatan ini bukan sekadar kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan menggunakan AI dengan kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Jurnalis JH

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya penggunaan AI yang sehat. Dosen tidak hanya perlu memahami teknologi AI, tetapi juga perlu merancang proses pembelajaran dan penugasan yang tetap mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis, argumentasi, verifikasi, dan menghasilkan pemikiran orisinal.

“Kalau mahasiswa hanya diminta menghasilkan jawaban, AI mungkin bisa mengerjakan sebagian besar prosesnya. Tetapi kalau mahasiswa diminta menjelaskan bagaimana mereka sampai pada sebuah kesimpulan, menguji data, membandingkan sumber, dan mempertahankan argumentasinya, maka AI justru bisa menjadi alat yang memperkuat pembelajaran,” tambahnya.

Mendorong Tata Kelola AI di Perguruan Tinggi

Telkom AI Center Aceh melihat kebutuhan terhadap pedoman penggunaan AI di tingkat institusi sebagai salah satu hal yang semakin penting. Pedoman tersebut dapat mengatur penggunaan AI oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan, termasuk aspek transparansi, privasi data, verifikasi informasi, hak cipta, dan integritas akademik.

Ke depan, Telkom AI Center Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam penelitian, pengembangan talenta, pengembangan solusi AI lokal, serta pemanfaatan infrastruktur AI yang sesuai dengan kebutuhan institusi.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center Aceh dalam membangun ekosistem AI di Aceh yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga pada literasi, etika, inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

Melalui ekosistem tersebut, AI diharapkan dapat menjadi teknologi yang memperkuat pendidikan dan penelitian di Indonesia, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali, tanggung jawab, dan keputusan akhir.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    BRI BO Tanah Abang Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Tanah Abang menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Tanah Abang. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, […]

  • BRI Finance Dorong Kemudahan Kepemilikan Kendaraan melalui BRI KKB Expo di Indonesia Timur

    BRI Finance Dorong Kemudahan Kepemilikan Kendaraan melalui BRI KKB Expo di Indonesia Timur

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Makassar, 10 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat sinergi dengan BRI dalam memperluas akses layanan pembiayaan kendaraan di berbagai daerah. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan BRI KKB Expo 2026 yang digelar serentak di 131 Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia, termasuk di sejumlah kota strategis di kawasan Indonesia Timur. Di […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle B01
    • visibility 352
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Indonet Gabungkan Internet dan AI Credit dalam Satu Layanan untuk Dukung Aktivitas Bisnis

    Indonet Gabungkan Internet dan AI Credit dalam Satu Layanan untuk Dukung Aktivitas Bisnis

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Indonet menghadirkan layanan bundling Internet dan AI Credit yang memungkinkan pelanggan mendapatkan AI Credit secara gratis saat berlangganan Internet Dedicated Indonet. Jakarta, 14 September 2026 — Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam aktivitas kerja terus meningkat, namun akses terhadap AI dan konektivitas internet masih menjadi dua kebutuhan yang berjalan terpisah. Untuk mendukung produktivitas pelanggan, Indonet kini […]

  • SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator

    SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Per 18 September 2026, katalog SMM Panel Indonesia menampilkan 537 layanan aktif untuk berbagai kanal digital. Katalog tersebut dikelola secara dinamis mengikuti ketersediaan layanan, kebutuhan pengguna, kualitas pemrosesan, serta perkembangan kebijakan masing-masing platform. Persaingan mendapatkan perhatian pengguna di media sosial semakin tersebar ke berbagai kanal. Laporan Digital 2026: Indonesia dari We Are Social dan Meltwater mencatat sekitar […]

  • Mengawal Anggaran Pendidikan, Komisi X Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Pendidikan Tanpa Biaya

    Mengawal Anggaran Pendidikan, Komisi X Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Pendidikan Tanpa Biaya

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi X DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61,1 triliun. Dalam persetujuan tersebut, Komisi X memberikan sejumlah catatan, terutama terkait peningkatan kesejahteraan guru, pemenuhan alokasi anggaran pendidikan, serta tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Hal […]

expand_less