Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 25 Juni 2026Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat. 

Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan AS. 

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor dinilai perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat.

Selain ketidakjelasan hasil negosiasi AS-Iran, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon. 

Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Kombinasi berbagai sentimen tersebut turut memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk aset kripto dan indeks saham Amerika Serikat.

Ketidakpastian Global Dorong Volatilitas Pasar

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (23/6/2026), harga Bitcoin berada di level USD62.300, melemah 3,94% dalam 24 jam terakhir dan turun 6,58% dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Di pasar saham Amerika Serikat, pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa hasil negosiasi AS-Iran berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global.

“Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan.

Aset Tokenized Saham AS Bisa Dicermati

Menurut Ryan, ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, namun juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat.

“Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” tutur Ryan.

Di tengah perkembangan pasar, Ryan juga menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain.

“Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya. 

Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil.

Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang berkembang secara global, Bittime menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), serta Tokenized US Stocks seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital.

“Melalui beragam pilihan tokenized US stocks yang tersedia di Bittime, investor Indonesia memiliki lebih banyak alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global terkemuka,” pungkas Ryan. 

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Generasi Emas, Grup MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa

    Bangun Generasi Emas, Grup MIND ID Salurkan 5.322 Beasiswa

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA — MIND ID bersama seluruh Anggota Grup konsisten mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui investasi sosial di bidang pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Sepanjang 2025, Grup MIND ID merealisasikan pemberian 5.322 beasiswa, pendampingan belajar bagi 13.388 siswa, pelatihan kepada 408 guru, pelatihan vokasi dan keterampilan bagi 1.944 orang, serta peningkatan 389 unit sarana dan […]

  • Anatomi Kuliner Seminyak: Polarisasi Tiga Stratum Ekonomi dalam Satu Koridor Jalan

    Anatomi Kuliner Seminyak: Polarisasi Tiga Stratum Ekonomi dalam Satu Koridor Jalan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Seminyak berhasil menciptakan replika ekosistem F&B yang komplet namun kontras. Ruang urban yang sempit ini mampu mengakomodasi unit usaha mikro seperti warung tradisional sekaligus menjadi arena kompetisi bagi restoran berstandar internasional. SEMINYAK — Skena kuliner Seminyak, Bali, saat ini berdiri sebagai salah satu lanskap gastronomi paling dinamis sekaligus terpolarisasi di Indonesia. Di kawasan ini, kedekatan […]

  • Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juli 2026 — Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Namun, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak serta-merta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” ujar Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. […]

  • Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    NHM Peduli Kembali Bantu Warga melalui Layanan Ambulans Gratis, Lebih dari 130 Pasien dan Jenazah Terlayani Sepanjang Januari–Juli 2026 Halmahera Utara, 24 Juli 2026  – Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga periode Januari–Juli 2026, layanan ambulans gratis NHM Peduli telah membantu lebih dari 130 pelayanan […]

  • BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi antara BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja. Melalui sinergi tersebut, diharapkan Program FLPP dapat menjangkau lebih banyak buruh di berbagai daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. […]

  • Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Efisiensi ruang dan efektivitas operasional kini mulai menjadi perhatian baru dalam industri konstruksi modern di Indonesia. Pengembang dan kontraktor tidak lagi hanya mempertimbangkan material bangunan, tetapi juga bagaimana setiap sistem di dalam bangunan dapat mendukung aktivitas secara lebih optimal dalam jangka panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap […]

expand_less