Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler.

Perguruan tinggi Indonesia tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus–1 September 2026. Mengusung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait.

Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI.

Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata.

Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem.

“Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet.

Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya. 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan.

Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital.

“Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal.

Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi.

Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi.

Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global.

“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tutup Faisal.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

    ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Denpasar, (10/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi […]

  • Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’

    Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA— Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID mendorong pemerintah membentuk national mineral stockpile untuk memperkuat pengelolaan komoditas mineral strategis. Skema ini dinilai dapat memberi negara kendali lebih besar untuk menentukan kapan komoditas dilepas ke pasar dan kapan disimpan sebagai cadangan. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan national mineral stockpile menjadi salah satu gagasan yang […]

  • Public

    Sehari Setelah Hadir di Indonesia, Sanct Rilis Episode 5: Anak Rantau Pulang Diam-Diam di Hari Ulang Tahun Papa

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan Sion Abednego, founder asal Indonesia, menayangkan Episode 5 dari seri film pendeknya di YouTube pada Kamis (1/10) pukul 16.00 WIB, sehari setelah aplikasinya hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9). Film berjudul “Welcome home.” itu berlatar 1 Oktober, hari yang sama dengan hari tayangnya: […]

  • Inspeksi Aset Terjadwal Berbasis Sistem Drone Otomatis

    Inspeksi Aset Terjadwal Berbasis Sistem Drone Otomatis

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pemantauan kondisi aset industri yang tidak terjadwal atau tidak konsisten meningkatkan risiko kegagalan aset yang tidak terdeteksi lebih awal. DJI Dock 3 hadir sebagai sistem drone yang menjalankan misi inspeksi terjadwal secara otomatis. Drone lepas landas, menjalankan misi, mendarat, dan mengisi daya secara otomatis sesuai jadwal yang ditetapkan melalui DJI FlightHub 2, dengan data hasil inspeksi […]

  • Public

    Waskita Beton Precast Optimalkan Aset melalui Kerja Sama Pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk melakukan langkah optimalisasi aset melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Hunan Jiangong Concrete Co., Ltd., dan PT Adhi Industri terkait pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung. Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mengkaji peluang pemanfaatan fasilitas secara lebih produktif sekaligus membuka potensi nilai ekonomi dari […]

  • Public

    Solusi Pasca Kebijakan Meta 1 Oktober dengan WA Coexistence, Amankah?

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Perubahan tarif WhatsApp pada 1 Oktober 2026 membuat bisnis perlu lebih cermat mengelola biaya […]

expand_less