Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara melekat pada bisnis PTPN I (Persero). Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III (Persero) ini segaris dengan ketersediaan pangan. Sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan. Hadir dengan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern juga menempatkan PTPN I sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer sains kepada masyarakat luas.

Posisi strategis itu mengemuka dalam forum dialog dalam rangka Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Sejumlah tokoh nasional hadir pada peluncuran buku berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara tersebut.

Selain membedah sari pati isi buku, Direktur Utama, alumnus Program Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga menarik benang merah antara PTPN I dan ketahanan negara. Ia menyebut PTPN I, dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran yang luas, dan misi yang humanis, memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan.

Acara doa bersama dan peluncuran buku digelar dalam suasana batin yang khidmat, patriotis, dan religius. Selain diskusi, acara juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif yang memberikan perspektif spiritual yang mendalam.

Paparan isi buku dan visi PTPN I dijelaskan Abdul Rivai Ras sebagai relasi yang sangat kuat. Program Asta Cita Presiden Prabowo, kata Bro Rivai, sapaan akrabnya, sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab setiap insan PTPN I dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya pada aspek ketahanan pangan.

“Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara,” kata Rivai mengutip pernyataan Presiden.

Abdul Rivai Ras juga mengutip beberapa data fundamental dalam buku dan orasinya. Berdasarkan data pemerintah, kata dia, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah juga berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Indonesia juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Keberhasilan tersebut merupakan buah sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, Abdul Rivai Ras mengatakan keberhasilan swasembada pangan harus dipandang sebagai awal untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan melalui penyediaan komoditas utama, penguatan industri hilir, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras jutaan petani, pekebun, peneliti, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I berkomitmen terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” ujar Abdul Rivai Ras.

Ia menegaskan, dinamika global yang dipengaruhi perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

“Pangan hari ini adalah isu strategis bangsa. Ketika pasokan pangan terjaga, masyarakat terlindungi, perekonomian lebih stabil, dan daya tahan negara semakin kuat. Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah bagi agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, memperkuat industri gula nasional, mengembangkan komoditas perkebunan unggulan, serta mendukung ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi,” katanya.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi pangan nasional harus terus didukung melalui penguatan sektor hulu hingga hilir.

Sebagai perusahaan yang mengelola berbagai komoditas strategis nasional, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, dan hilirisasi. Pengembangan perkebunan modern, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan terus menjadi fokus perusahaan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjaga kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, tumbuh harapan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM melalui Bazar Pesona Merdeka 2026

    BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM melalui Bazar Pesona Merdeka 2026

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau. Jakarta, 19 Agustus 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah […]

  • Bank Raya Ajak Mahasiswa dan UMKM Tingkatkan Produktivitas Melalui Bank Digital

    Bank Raya Ajak Mahasiswa dan UMKM Tingkatkan Produktivitas Melalui Bank Digital

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, Bank Raya terus memperkuat literasi keuangan digital di tengah masyarakat melalui beragam program edukasi. Salah satunya adalah penyelenggaraan kembali program Inspiraya yang kali ini mengangkat tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang.” Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI […]

  • Public

    Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR — Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut. Berlangsung pada 19 hingga […]

  • Laris Diminati Industri, Gugik.id Hadirkan Rangkaian Solusi Server Dell Enterprise

    Laris Diminati Industri, Gugik.id Hadirkan Rangkaian Solusi Server Dell Enterprise

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Menjawab tingginya permintaan pasar korporasi akan keandalan komputasi tinggi, efisiensi energi, dan keamanan data skala besar. Di tengah meningkatnya volume pemrosesan data di berbagai sektor bisnis—mulai dari industri keuangan (fintech), e-commerce, logistik, hingga manufaktur—kebutuhan akan perangkat server berspesifikasi tinggi menjadi prioritas utama. Menjawab tingginya tren adopsi pasar tersebut, Gugik.id memperluas ketersediaan rangkaian solusi Server Dell […]

  • Public

    SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    SpaceX mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi Wall Street pada kuartal III 2026. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut membukukan pendapatan sebesar US$14,58 miliar, lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang berada di kisaran US$12,7 miliar. Hasil ini menunjukkan pertumbuhan bisnis SpaceX yang semakin luas, terutama melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan layanan internet satelit Starlink. […]

  • Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Kemudahan Akses MBR

    Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Kemudahan Akses MBR

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Agustus 2026 – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Forum Diskusi Aktual bertajuk “Strategi Implementasi Program 3 Juta Rumah di Daerah” pada Kamis (20/8/2026) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta. Forum yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring melalui Zoom Meeting serta YouTube Live) ini merumuskan langkah-langkah terobosan untuk […]

expand_less