Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 19 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

SEMARANG-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong
naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah
(Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan
perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

Dorongan itu
disampaikan sejumlah pelaku usaha dan asosiasi dalam forum diskusi bertema Proyeksi
Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang
dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng
yang
diadakan oleh Pelindo Terminal Petikemas di Kota Semarang, Kamis
(10/9/2026). 

Ketua Asosiasi
Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, meminta Pelabuhan Tanjung
Emas dapat segera dikembangkan menjadi pelabuhan utama yang mendukung aktivitas
ekspor-impor di Jateng. Sejak 2024, pihaknya bahkan telah berkomunikasi dengan
Bea Cukai hingga Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendorong peningkatan
kapasitas pelabuhan tersebut.

 “Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi. Kami sudah estafet sejak 2024,
kami sudah menemui pimpinan Bea Cukai dan Gubernur Jateng untuk mendorong
Tanjung Emas menjadi pelabuhan utama,” ujar Jarot, Kamis (10/9/2026).

Pertumbuhan investasi dan berkembangnya kawasan industri di Jateng perlu
diimbangi dengan kesiapan infrastruktur logistik yang memadai. Terutama untuk
mengakomodasi barang hasil produksi industri yang akan dikirim ke luar negeri
melalui jalur ekspor. Jarot khawatir keterbatasan kapasitas dan pelayanan di
Pelabuhan Tanjung Emas justru mendorong pelaku usaha mengalihkan aktivitas
logistiknya ke pelabuhan lain, seperti Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung
Perak di Surabaya.

Menurutnya, arus
impor yang masuk ke Jateng selama ini relatif besar. Namun, dari sisi ekspor,
masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu segera dibenahi. Penambahan
peralatan dan perluasan terminal harus berjalan beriringan agar kapasitas
Pelabuhan Tanjung Emas mampu mengikuti pertumbuhan arus barang.

Selain kapasitas
terminal, Jarot menyoroti kebutuhan tempat penimbunan sementara (TPS) sebagai
salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kontainer di area pelabuhan.
Keberadaan TPS dinilai dapat mempercepat perpindahan kontainer yang tertahan
selama beberapa hari dari terminal.

Bagi dunia usaha,
efisiensi waktu menjadi semakin penting karena batas waktu yang diberikan buyer
semakin singkat. Jika sebelumnya perusahaan memiliki waktu hingga 150 hari,
kini waktu yang tersedia maksimal sekitar 75 hari, mulai dari purchase order
(PO) diterbitkan, material datang, hingga barang siap diekspor.

Jarot meminta
pengelola Pelabuhan Tanjung Emas memanfaatkan periode low season untuk
melakukan mitigasi dan pembenahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk
mengantisipasi lonjakan arus barang ketika memasuki peak season.

“Jangan sampai
Tanjung Emas terlena. Saat ini low season, harus ada mitigasi khusus.
Kalau peak season dan cuaca buruk datang, jangan sampai kembali terjadi
penumpukan kontainer dan kapal menunggu lama seperti yang pernah terjadi,”
paparnya.

 

Pertumbuhan
Industri Lebih Cepat

Kebutuhan
pengembangan TPK Semarang juga disampaikan Manager PT CMA-CGM
Surabaya-Semarang, Efraim Zakka. “Pertumbuhan pasar sangat cepat, lebih cepat daripada
pertumbuhan sarana dan prasarana pelabuhan. Ini tentu harus diakomodasi dengan
fasilitas yang memadai,” tegas Efraim.

Pelaku industri membutuhkan kepastian mengenai arah pengembangan pelabuhan.
Kepastian tersebut penting
agar perusahaan dapat menyusun rencana bisnis dan ekspansi dengan
mempertimbangkan kesiapan fasilitas logistik.

Efraim
mengapresiasi berbagai upaya TPK Semarang dalam meningkatkan teknologi dan
peralatan. Namun, pengembangan ke depan perlu diarahkan pada peningkatan
kapasitas lapangan kontainer serta pendalaman alur dan kolam pelabuhan.

“Masukannya
yang pertama tentu kapasitasnya harus dibesarkan, berarti lapangan kontainernya
harus lebih besar. Kemudian untuk menarik kapal-kapal yang lebih besar, kolam
dan channel-nya harus cukup supaya kapal dengan draft lebih dalam bisa
masuk,” tuturnya. 

Ketua DPC
Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang, Hari Ratmoko
berpendapat Pelabuhan Tanjung Emas perlu terus dikembangkan agar mampu
menangkap potensi ekonomi Jateng, khususnya arus peti kemas yang masuk dan
keluar daerah. Dari sisi jumlah muatan, Hari menilai Tanjung Emas telah
mengalami peningkatan kelas dan hampir sejajar dengan Pelabuhan Tanjung Priok
maupun Tanjung Perak. Karena itu, pemerintah dan operator diminta bergerak
lebih cepat dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan.

“Sudah waktunya
jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya ini cepat berkembang dan tumbuh
sehingga semua potensi ekonomi bisa kita capture. Bilamana pelabuhan ini besar,
semua jenis cargo bisa masuk dan potensi lapangan pekerjaan yang terserap bisa
luar biasa,” beber Hari.

Dia menyebut
kedalaman alur pelayaran menjadi salah satu tantangan utama Tanjung Emas.
Selain itu, kolam pelabuhan perlu dikeruk dan dermaga diperpanjang untuk
meningkatkan kemampuan pelayanan kapal.

“Alur pelayaran
harus diperdalam. Kolam di dalam Pelabuhan Tanjung Emas juga harus dikeruk
karena kedalamannya sudah berkurang. Kemudian dermaga juga harus diperpanjang,”
jelasnya.

Ketua DPW Asosiasi
Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko,
turut mengamini berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha. Menurutnya,
pertumbuhan kawasan industri di Semarang Raya membuat Pelabuhan Tanjung Emas menjadi
pilihan logistik yang ekonomis sekaligus menjadi jantung distribusi barang
ekspor-impor dan domestik antarpulau.

“Pelabuhan Tanjung
Emas menjadi pintu gerbang utama memang wajib. Jangan sampai Pemerintah
Provinsi Jateng menggenjot investasi luar biasa, tetapi infrastruktur
logistiknya tidak terpenuhi,” kata Teguh.

enurutnya,
ketidakseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesiapan infrastruktur
logistik dapat mendorong pergeseran arus barang ke pelabuhan lain. Kondisi
tersebut pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya
dapat ditangkap Jateng.

Karena itu, Teguh
mendorong TPK Semarang memiliki target pengembangan yang realistis dan
bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan hingga 1,2 juta
TEUs pada 2030.

Target tersebut
berarti TPK Semarang harus mampu melayani rata-rata sekitar 100.000 TEUs per
bulan atau sekitar 3.300 TEUs per hari. Namun, karena volume harian dapat
berfluktuasi, sistem pelayanan juga harus memiliki kapasitas cadangan untuk
menghadapi lonjakan arus kontainer.

“Kita harus punya
patokan, misal patokan awalnya dulu. Kita tidak usah bicara lima atau 10 tahun
mendatang bisa empat juta TEUs. Sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta
TEUs,” ucap Teguh.

 

Tanjung Emas Siap Dikembangkan

Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan
forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder
terkait potensi dan kebutuhan pengembangan TPK Semarang. Dia mengatakan salah
satu masukan yang banyak disampaikan berkaitan dengan pertumbuhan kawasan
industri baru, termasuk pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batang.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam
penyusunan rencana pengembangan TPK Semarang.

Di sisi lain, TPK Semarang telah mendapat tambahan empat crane untuk
meningkatkan kapasitas pelayanan terminal. Namun, penambahan peralatan tersebut
tetap perlu diikuti dengan perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi
pertumbuhan arus peti kemas.

“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di
terminal kita sekarang. Tapi
kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” bebernya.

 

Pertumbuhan arus peti kemas di TPK Semarang sendiri menunjukkan tren
positif. Nyoman menyebut pertumbuhan pada 2023-2025 mencapai 16%, sedangkan
pada 2026 berada di kisaran 9%. Adapun arus peti kemas sepanjang 2025 telah
mencapai 1 juta TEUs.

Berdasarkan data PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK
Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,53%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 661.872 TEUs.

Pertumbuhan terutama ditopang arus peti kemas internasional yang mencapai
625.390 TEUs atau tumbuh 8,53% secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128
TEUs, naik 8,14% dibandingkan 285.862 TEUs pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Sementara arus ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88% dari
sebelumnya 290.380 TEUs.

 

Nyoman menilai tren tersebut semakin memperkuat peluang Tanjung Emas
menjadi gerbang utama ekspor-impor di Jateng. Terlebih, tambahan empat crane
memungkinkan terminal melayani kapal dengan ukuran lebih besar.

Namun, peningkatan kemampuan peralatan tersebut perlu didukung kesiapan
alur dan kolam pelabuhan. Kedalaman alur menjadi salah satu faktor penting agar
kapal dengan draft lebih dalam dapat masuk dan dilayani di Tanjung Emas.

“Memungkinkan sekali Tanjung Emas menjadi gerbang utama. Saat ini kami sudah punya crane yang bisa
meng-handle kapal besar hingga 16 row. Tantangannya hanya draft atau kedalaman
alur pelabuhan,” tandasnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berapa Budget Nonton Konser yang Harus Disiapkan? Atur Dana dengan Deposito FLEXI

    Berapa Budget Nonton Konser yang Harus Disiapkan? Atur Dana dengan Deposito FLEXI

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Menonton konser artis favorit membutuhkan persiapan, termasuk dari sisi keuangan. Selain tiket, kamu juga perlu memperhitungkan biaya transportasi, akomodasi, makan, hingga pengeluaran lainnya. Agar anggaran tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari, kamu bisa mulai menyiapkan dana sejak jauh-jauh hari. Jika jadwal konser masih beberapa bulan lagi, Deposito FLEXI dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengelola dana […]

  • K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

    K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    K Mall dengan bangga menjadi tuan rumah Opening Ceremony Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 K Mall dengan bangga menjadi tuan rumah Opening Ceremony Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, festival belanja berskala nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi […]

  • Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

    Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Agustus 2026 – Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, […]

  • Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

    Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Mimika, 29 Juli 2026 – Menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap melangkah maju. Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten […]

  • Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker

    Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Film BABY UDON mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh tentang cinta, perjuangan memiliki anak, serta perjuangan melawan kanker. Jakarta, 2 Juli 2026 – Perjalanan content creator, Fanny Kondoh, dalam membangun keluarga kecilnya bersama sang suami, Hajime Kondoh, pernah menyentuh hati jutaan orang. Dari pertemuan pertama dengan suami, hingga menjadi pejuang dua garis yang […]

  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Agustus 2026 – Di tengah meningkatnya tuntutan dunia terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak lagi dipandang sebagai pelengkap strategi perusahaan, melainkan menjadi indikator penting dalam membangun daya saing, mengelola risiko, dan menarik investasi jangka panjang. Untuk mendorong transformasi tersebut, Yayasan KEHATI kembali menyelenggarakan ESG Award 2026 […]

expand_less