Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

SEMARANG-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong
naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah
(Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan
perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

Dorongan itu
disampaikan sejumlah pelaku usaha dan asosiasi dalam forum diskusi bertema Proyeksi
Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang
dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng
yang
diadakan oleh Pelindo Terminal Petikemas di Kota Semarang, Kamis
(10/9/2026). 

Ketua Asosiasi
Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, meminta Pelabuhan Tanjung
Emas dapat segera dikembangkan menjadi pelabuhan utama yang mendukung aktivitas
ekspor-impor di Jateng. Sejak 2024, pihaknya bahkan telah berkomunikasi dengan
Bea Cukai hingga Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendorong peningkatan
kapasitas pelabuhan tersebut.

 “Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi. Kami sudah estafet sejak 2024,
kami sudah menemui pimpinan Bea Cukai dan Gubernur Jateng untuk mendorong
Tanjung Emas menjadi pelabuhan utama,” ujar Jarot, Kamis (10/9/2026).

Pertumbuhan investasi dan berkembangnya kawasan industri di Jateng perlu
diimbangi dengan kesiapan infrastruktur logistik yang memadai. Terutama untuk
mengakomodasi barang hasil produksi industri yang akan dikirim ke luar negeri
melalui jalur ekspor. Jarot khawatir keterbatasan kapasitas dan pelayanan di
Pelabuhan Tanjung Emas justru mendorong pelaku usaha mengalihkan aktivitas
logistiknya ke pelabuhan lain, seperti Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung
Perak di Surabaya.

Menurutnya, arus
impor yang masuk ke Jateng selama ini relatif besar. Namun, dari sisi ekspor,
masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu segera dibenahi. Penambahan
peralatan dan perluasan terminal harus berjalan beriringan agar kapasitas
Pelabuhan Tanjung Emas mampu mengikuti pertumbuhan arus barang.

Selain kapasitas
terminal, Jarot menyoroti kebutuhan tempat penimbunan sementara (TPS) sebagai
salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kontainer di area pelabuhan.
Keberadaan TPS dinilai dapat mempercepat perpindahan kontainer yang tertahan
selama beberapa hari dari terminal.

Bagi dunia usaha,
efisiensi waktu menjadi semakin penting karena batas waktu yang diberikan buyer
semakin singkat. Jika sebelumnya perusahaan memiliki waktu hingga 150 hari,
kini waktu yang tersedia maksimal sekitar 75 hari, mulai dari purchase order
(PO) diterbitkan, material datang, hingga barang siap diekspor.

Jarot meminta
pengelola Pelabuhan Tanjung Emas memanfaatkan periode low season untuk
melakukan mitigasi dan pembenahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk
mengantisipasi lonjakan arus barang ketika memasuki peak season.

“Jangan sampai
Tanjung Emas terlena. Saat ini low season, harus ada mitigasi khusus.
Kalau peak season dan cuaca buruk datang, jangan sampai kembali terjadi
penumpukan kontainer dan kapal menunggu lama seperti yang pernah terjadi,”
paparnya.

 

Pertumbuhan
Industri Lebih Cepat

Kebutuhan
pengembangan TPK Semarang juga disampaikan Manager PT CMA-CGM
Surabaya-Semarang, Efraim Zakka. “Pertumbuhan pasar sangat cepat, lebih cepat daripada
pertumbuhan sarana dan prasarana pelabuhan. Ini tentu harus diakomodasi dengan
fasilitas yang memadai,” tegas Efraim.

Pelaku industri membutuhkan kepastian mengenai arah pengembangan pelabuhan.
Kepastian tersebut penting
agar perusahaan dapat menyusun rencana bisnis dan ekspansi dengan
mempertimbangkan kesiapan fasilitas logistik.

Efraim
mengapresiasi berbagai upaya TPK Semarang dalam meningkatkan teknologi dan
peralatan. Namun, pengembangan ke depan perlu diarahkan pada peningkatan
kapasitas lapangan kontainer serta pendalaman alur dan kolam pelabuhan.

“Masukannya
yang pertama tentu kapasitasnya harus dibesarkan, berarti lapangan kontainernya
harus lebih besar. Kemudian untuk menarik kapal-kapal yang lebih besar, kolam
dan channel-nya harus cukup supaya kapal dengan draft lebih dalam bisa
masuk,” tuturnya. 

Ketua DPC
Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang, Hari Ratmoko
berpendapat Pelabuhan Tanjung Emas perlu terus dikembangkan agar mampu
menangkap potensi ekonomi Jateng, khususnya arus peti kemas yang masuk dan
keluar daerah. Dari sisi jumlah muatan, Hari menilai Tanjung Emas telah
mengalami peningkatan kelas dan hampir sejajar dengan Pelabuhan Tanjung Priok
maupun Tanjung Perak. Karena itu, pemerintah dan operator diminta bergerak
lebih cepat dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan.

“Sudah waktunya
jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya ini cepat berkembang dan tumbuh
sehingga semua potensi ekonomi bisa kita capture. Bilamana pelabuhan ini besar,
semua jenis cargo bisa masuk dan potensi lapangan pekerjaan yang terserap bisa
luar biasa,” beber Hari.

Dia menyebut
kedalaman alur pelayaran menjadi salah satu tantangan utama Tanjung Emas.
Selain itu, kolam pelabuhan perlu dikeruk dan dermaga diperpanjang untuk
meningkatkan kemampuan pelayanan kapal.

“Alur pelayaran
harus diperdalam. Kolam di dalam Pelabuhan Tanjung Emas juga harus dikeruk
karena kedalamannya sudah berkurang. Kemudian dermaga juga harus diperpanjang,”
jelasnya.

Ketua DPW Asosiasi
Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko,
turut mengamini berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha. Menurutnya,
pertumbuhan kawasan industri di Semarang Raya membuat Pelabuhan Tanjung Emas menjadi
pilihan logistik yang ekonomis sekaligus menjadi jantung distribusi barang
ekspor-impor dan domestik antarpulau.

“Pelabuhan Tanjung
Emas menjadi pintu gerbang utama memang wajib. Jangan sampai Pemerintah
Provinsi Jateng menggenjot investasi luar biasa, tetapi infrastruktur
logistiknya tidak terpenuhi,” kata Teguh.

enurutnya,
ketidakseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesiapan infrastruktur
logistik dapat mendorong pergeseran arus barang ke pelabuhan lain. Kondisi
tersebut pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya
dapat ditangkap Jateng.

Karena itu, Teguh
mendorong TPK Semarang memiliki target pengembangan yang realistis dan
bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan hingga 1,2 juta
TEUs pada 2030.

Target tersebut
berarti TPK Semarang harus mampu melayani rata-rata sekitar 100.000 TEUs per
bulan atau sekitar 3.300 TEUs per hari. Namun, karena volume harian dapat
berfluktuasi, sistem pelayanan juga harus memiliki kapasitas cadangan untuk
menghadapi lonjakan arus kontainer.

“Kita harus punya
patokan, misal patokan awalnya dulu. Kita tidak usah bicara lima atau 10 tahun
mendatang bisa empat juta TEUs. Sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta
TEUs,” ucap Teguh.

 

Tanjung Emas Siap Dikembangkan

Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan
forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder
terkait potensi dan kebutuhan pengembangan TPK Semarang. Dia mengatakan salah
satu masukan yang banyak disampaikan berkaitan dengan pertumbuhan kawasan
industri baru, termasuk pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batang.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam
penyusunan rencana pengembangan TPK Semarang.

Di sisi lain, TPK Semarang telah mendapat tambahan empat crane untuk
meningkatkan kapasitas pelayanan terminal. Namun, penambahan peralatan tersebut
tetap perlu diikuti dengan perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi
pertumbuhan arus peti kemas.

“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di
terminal kita sekarang. Tapi
kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” bebernya.

 

Pertumbuhan arus peti kemas di TPK Semarang sendiri menunjukkan tren
positif. Nyoman menyebut pertumbuhan pada 2023-2025 mencapai 16%, sedangkan
pada 2026 berada di kisaran 9%. Adapun arus peti kemas sepanjang 2025 telah
mencapai 1 juta TEUs.

Berdasarkan data PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK
Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,53%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 661.872 TEUs.

Pertumbuhan terutama ditopang arus peti kemas internasional yang mencapai
625.390 TEUs atau tumbuh 8,53% secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128
TEUs, naik 8,14% dibandingkan 285.862 TEUs pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Sementara arus ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88% dari
sebelumnya 290.380 TEUs.

 

Nyoman menilai tren tersebut semakin memperkuat peluang Tanjung Emas
menjadi gerbang utama ekspor-impor di Jateng. Terlebih, tambahan empat crane
memungkinkan terminal melayani kapal dengan ukuran lebih besar.

Namun, peningkatan kemampuan peralatan tersebut perlu didukung kesiapan
alur dan kolam pelabuhan. Kedalaman alur menjadi salah satu faktor penting agar
kapal dengan draft lebih dalam dapat masuk dan dilayani di Tanjung Emas.

“Memungkinkan sekali Tanjung Emas menjadi gerbang utama. Saat ini kami sudah punya crane yang bisa
meng-handle kapal besar hingga 16 row. Tantangannya hanya draft atau kedalaman
alur pelabuhan,” tandasnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Masa Depan Riset dan Teknologi, Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana Capai Progres 47,11%

    Membangun Masa Depan Riset dan Teknologi, Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana Capai Progres 47,11%

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 – Pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana, Bali terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 47,11%. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Gedung Laboratorium L-SSIT Universitas Udayana. Dalam proyek ini, WSBP bertanggung jawab atas seluruh […]

  • Public

    Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 September 2026 – Sepeda motor masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kepraktisan, fleksibilitas, serta pilihan model yang semakin beragam membuat sepeda motor tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dalam menunjang aktivitas produktif dan gaya hidup. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor […]

  • FinFest 2026: Saatnya Generasi Muda Berinovasi, Berwirausaha, dan Menciptakan Peluang Kerja di Era Digital

    FinFest 2026: Saatnya Generasi Muda Berinovasi, Berwirausaha, dan Menciptakan Peluang Kerja di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Empowering Youthpreneur to Shape a Sustainable Financial Future BINUS Online menggelar seminar interaktif mendalam mengenai kewirausahaan dan pengelolaan finansial yang berkelanjutan dengan mengangkat tema “Empowering Youthpreneur to Shape a Sustainable Financial Future”, dengan menghadirkan: Irene Umar – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Special Remarks), M. Riza Adha Damanik, S.T., M.si., Ph.D., IPU – Deputy […]

  • Public

    Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Nvidia kembali menjadi sorotan pasar setelah perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau share buyback senilai US$150 miliar. Nilai tersebut menjadi penambahan otorisasi buyback terbesar dalam sejarah perusahaan dan mempertegas keyakinan Nvidia terhadap prospek jangka panjang industri kecerdasan buatan (AI). Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Dengan tambahan […]

  • Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Masih Berpotensi Melonjak

    Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Masih Berpotensi Melonjak

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan pada perdagangan hari Selasa (11/8). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, tren bullish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan kekuatan yang solid. Dukungan dari indikator teknikal yang positif serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi kombinasi faktor yang dinilai mampu menjaga […]

  • BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

    BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas […]

expand_less