Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 26 Juni 2026 — Masyarakat pesisir Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi biru nasional. Namun, di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,27 miliar. Indonesia juga memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 3,1 miliar ton karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Namun, keterbatasan fasilitas rantai dingin (cold storage), kapasitas pengolahan, infrastruktur logistik, dan akses pasar menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di wilayah penghasilnya.

Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bekerja sama dengan Konservasi Indonesia serta berbagai mitra, termasuk International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan GIZ, untuk mendukung masyarakat pesisir di Maluku dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal sekaligus mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat mata pencaharian, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta melindungi ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan mereka.

“Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang,” ujar Rizky Fauzianto, Indonesia Country Lead, Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP). “Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan.”

Di banyak desa nelayan, para nelayan kerap kembali dari melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Namun, keterbatasan akses terhadap es, fasilitas penyimpanan dingin, dan transportasi yang andal memaksa mereka menjual hasil tangkapan secepat mungkin dengan harga yang lebih rendah. Di beberapa wilayah, kehilangan hasil pascapanen bahkan dapat mencapai 30–50 persen. Kondisi serupa juga dialami petani rumput laut. Dari total produksi rumput laut Indonesia yang mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering, alih-alih diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

Ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Di banyak pulau terpencil dan kawasan Indonesia Timur, masyarakat masih bergantung pada generator diesel, dengan pasokan bahan bakar yang harus diangkut melalui jalur laut dalam jarak yang jauh. Kondisi ini membuat biaya listrik menjadi mahal sekaligus rentan terhadap gangguan pasokan.

Penerapan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat mendukung operasional produksi es, fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, konektivitas digital, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil. Dengan memungkinkan produk disimpan lebih lama dan dipasarkan secara lebih optimal, akses terhadap energi yang andal dapat membantu masyarakat menjangkau pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membangun perekonomian lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah pendekatan bertajuk “Sun to Sea”, yang menghubungkan pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif dengan penguatan mata pencaharian berkelanjutan serta pengelolaan ekosistem. Peningkatan akses terhadap energi yang andal untuk mendukung rantai dingin (cold chain) dan berbagai kegiatan produktif lainnya dapat mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menekan tekanan terhadap sumber daya perikanan, serta menciptakan mata pencaharian masyarakat pesisir yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ekosistem pesisir yang sehat juga memegang peranan yang sama pentingnya. Hutan mangrove, seagrass meadows, dan terumbu karang berkontribusi terhadap produktivitas perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi dan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi dalam pengelolaan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi perekonomian mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pengembangan 5.000 kampung nelayan melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, serta program 100GW Village Solarisation yang bertujuan memperluas akses terhadap energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang berbiaya tinggi.

“The opportunity is to connect these investments at the community level,” Fauziano added. “When energy, livelihoods, market access, conservation and resilience are designed together, they can reinforce one another in ways that standalone projects cannot.”

“Peluang terbesar yang kita miliki adalah menghubungkan berbagai investasi tersebut di tingkat komunitas,” tambah Rizky Fauzianto. “Ketika energi, mata pencaharian, akses pasar, konservasi, dan ketahanan masyarakat dirancang untuk saling terhubung, masing-masing akan saling mendukung satu sama lain dengan cara yang tidak dapat dicapai melalui proyek-proyek yang berjalan sendiri-sendiri.”

Sebagai langkah awal, para mitra akan mendampingi sejumlah komunitas percontohan (pilot communities) untuk menguji sekaligus menyempurnakan model pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal. Dukungan melalui catalytic grants dan pendanaan filantropi diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran awal, mengurangi risiko implementasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat. Setelah model tersebut terbukti efektif, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat mendukung replikasi solusi yang layak diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Melalui keterhubungan antara energi bersih, peningkatan peluang ekonomi, dan pengelolaan ekosistem, Indonesia memiliki peluang untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penggerak utamanya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

    RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Juli 2026 – RevComm Inc., perusahaan yang menciptakan solusi AI Voice Analytics MiiTel, berhasil menggalang pendanaan sebesar 3,35 miliar yen (sekitar 20,6 juta dolar AS dengan kurs saat ini) pada first close putaran pendanaan Seri B.  Pendanaan ini meningkatkan total dana yang telah dihimpun RevComm Inc. menjadi 8,6 miliar yen (sekitar 52,8 juta dolar AS). Dana […]

  • CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US1 Miliar per Tahun

    CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Mendorong Peningkatan Standar Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Usia Produktif melalui Penyelesaian Masalah Penglihatan PT CUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI), yang merupakan anak perusahaan di Indonesia dari CUC Inc. yang bergerak dalam bisnis dukungan institusi medis baik di dalam maupun luar negeri, telah menandatangani kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM […]

  • Dupoin Futures Raih Penghargaan Top Futures Broker 2026 dari Bloomberg Technoz bersama Indonesia Data

    Dupoin Futures Raih Penghargaan Top Futures Broker 2026 dari Bloomberg Technoz bersama Indonesia Data

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia meraih penghargaan Top Futures Broker 2026 dalam ajang Bloomberg Technoz Recognition Awards 2026 yang diselenggarakan Bloomberg Technoz bersama Indonesia Data di Hotel The Westin Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Roger Finie selaku CEO Bloomberg Technoz dan Winda Mizwar Pratiwi selaku Founder Indonesia Data kepada CEO PT […]

  • Media x Space 2026: Menggali Masa Depan dan Inovasi Berkelanjutan di Museum Macan

    Media x Space 2026: Menggali Masa Depan dan Inovasi Berkelanjutan di Museum Macan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Juli 2026 – Arcolabs bekerja sama dengan School of Design (SoD) BINUS University dengan bangga mempersembahkan rangkaian acara  menuju festival media internasional,  Media x Space 2026: Future, Time, & Ecology: Ancestral Knowledge Echoing to the Future. Acara inkubasi kecil yang diselenggarakan di Museum Macan hari ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sinergi antara […]

  • Membangun Babak Baru Hubungan Indonesia–India

    Membangun Babak Baru Hubungan Indonesia–India

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh Ina H. Krisnamurthi* Jakarta — Langit New Delhi tampak cerah pada 26 Januari 2025 ketika India merayakan Hari Republik ke-76 dengan mengusung tema “Swarnim Bharat: Virasat aur Vikas” (India Emas: Warisan dan Kemajuan). Pada kesempatan bersejarah tersebut, Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai Tamu Kehormatan dalam kunjungan kenegaraan pertamanya ke India sekaligus untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan […]

  • Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

    Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menerapkan sistem Automatic Train Wash Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP) untuk mencuci kereta secara otomatis sekaligus mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali. Sistem ini mendukung efisiensi penggunaan air dan pengelolaan lingkungan. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kebersihan kereta menjadi bagian penting dari kualitas […]

expand_less