Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 10 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%.

Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pergerakan Bitcoin saat ini juga menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan pasar saham AS, khususnya saham berkapitalisasi kecil yang tercermin dalam indeks Russell 2000. Korelasi Bitcoin dengan indeks tersebut berada di sekitar 83%, menunjukkan bahwa pergerakan BTC semakin sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risk-off di pasar global.

Selain tekanan dari faktor makroekonomi, penurunan Bitcoin turut diperkuat oleh aksi likuidasi posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, nilai posisi kripto yang dilikuidasi mencapai lebih dari US$378 juta, dengan posisi long menjadi bagian terbesar dari likuidasi tersebut.

Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual tambahan. Ketika harga Bitcoin turun, posisi leverage yang tidak lagi memenuhi persyaratan margin terpaksa ditutup. Penutupan posisi ini kemudian meningkatkan tekanan jual dan dapat mempercepat penurunan harga.

Pasar Menanti Data Inflasi AS

Perhatian investor saat ini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan instrumen berpendapatan tetap, sementara aset seperti Bitcoin dan saham cenderung menghadapi tekanan ketika investor mengurangi eksposur terhadap risiko.

Pasar saat ini memperkirakan terdapat peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 16 September.

Namun, ekspektasi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi terbaru, terutama apabila angka inflasi AS menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan.

Bagi pasar kripto, kondisi ini membuat data CPI menjadi katalis penting dalam menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan volatilitas Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks kondisi pasar global, terutama perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.

“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global. Ketika ekspektasi suku bunga berubah, investor akan menyesuaikan kembali tingkat risiko dalam portofolionya, dan Bitcoin ikut merespons perubahan tersebut,” jelasnya.

Menurut Yudho, tekanan harga dalam jangka pendek tidak serta-merta menunjukkan perubahan fundamental jangka panjang terhadap pasar kripto. Investor perlu membedakan antara volatilitas yang dipicu faktor makro dan perubahan struktur pasar yang lebih mendasar.

“Bagi investor, yang penting bukan hanya melihat penurunan harga harian, tetapi memahami apa yang menjadi pemicunya. Data inflasi, kebijakan The Fed, arus likuiditas, hingga tingkat leverage di pasar menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan,” katanya.

Level US$78.000 Jadi Area Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, level US$78.000 menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek.

Apabila BTC mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan harga berpotensi memasuki fase konsolidasi pada kisaran US$78.000 hingga US$79.200. Kondisi ini dapat mencerminkan upaya pasar untuk mencari keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir.

Sebaliknya, apabila Bitcoin menembus ke bawah US$78.000, risiko koreksi lebih lanjut akan meningkat. Area US$76.300 hingga US$77.000 menjadi zona yang perlu diperhatikan sebagai potensi target berikutnya.

Level US$76.230 juga menjadi salah satu titik terendah yang terbentuk sebelumnya dan dapat berfungsi sebagai area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual berlanjut.

Di sisi atas, Bitcoin perlu kembali menembus US$79.200 untuk menunjukkan adanya pemulihan momentum. Penutupan candle empat jam di atas level tersebut berpotensi membuka ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area US$80.000 hingga US$80.500.

Sementara itu, struktur pemulihan Bitcoin secara lebih luas masih belum sepenuhnya rusak. Harga BTC masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar US$70.242 berdasarkan data teknikal yang tersedia.

Leverage Tinggi Perbesar Tekanan Jual

Selain faktor The Fed, tingginya penggunaan leverage menjadi salah satu alasan mengapa penurunan Bitcoin dapat berlangsung lebih cepat.

Penurunan harga yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran makro dapat memicu likuidasi posisi long. Ketika posisi tersebut ditutup secara otomatis, tekanan jual semakin besar dan dapat mendorong harga turun lebih jauh.

Dengan lebih dari US$378 juta posisi kripto yang dilikuidasi dalam 24 jam, pasar menunjukkan bahwa sebagian pelaku masih menggunakan tingkat leverage yang cukup tinggi.

Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek. Sedikit penurunan dapat memicu likuidasi tambahan, sementara pemulihan harga juga dapat berlangsung cepat ketika tekanan leverage mulai mereda.

Yudho menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bagi investor untuk mempertimbangkan risiko volatilitas ketika mengambil keputusan di pasar aset digital.

“Ketika leverage meningkat, pergerakan pasar bisa menjadi jauh lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah. Karena itu, pengelolaan risiko menjadi semakin penting, terutama ketika pasar sedang menghadapi katalis besar seperti data CPI dan keputusan suku bunga,” ujar Yudho.

Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Pasar Altcoin

Tekanan terhadap Bitcoin terjadi bersamaan dengan kondisi pasar altcoin yang relatif lebih rapuh. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, sementara Bitcoin masih mempertahankan posisinya di sekitar level US$78.000.

Sebelumnya, Bitcoin juga bergerak dalam rentang yang relatif sempit di bawah US$83.000 selama hampir dua pekan. Pola tersebut menunjukkan pasar masih menunggu katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah berikutnya.

Dalam beberapa periode sebelumnya, fase konsolidasi serupa sempat diikuti oleh pergerakan harga yang lebih besar setelah Bitcoin berhasil menembus batas atas atau bawah rentang perdagangan.

Di sisi sentimen, indeks Fear and Greed masih berada di area Greed dengan skor sekitar 69. Artinya, meskipun Bitcoin mengalami tekanan dan bergerak sideways, kepercayaan investor terhadap pasar kripto belum sepenuhnya menghilang.

Investor kini menghadapi dua skenario utama. Jika Bitcoin mampu mempertahankan US$78.000 dan tekanan jual mereda setelah rilis CPI, BTC berpotensi kembali bergerak menuju US$79.200 dan selanjutnya menguji US$80.000.

Namun, apabila data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dapat berlanjut. Penembusan US$78.000 berpotensi membawa harga menguji US$76.300 hingga US$77.000.

Untuk jangka pendek, menurut data FLOQ, pasar Bitcoin masih berada dalam fase menunggu katalis. Data CPI AS pada 11 September dan keputusan The Fed pada 16 September menjadi dua agenda utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan BTC berikutnya.

“Pasar sedang berada pada fase yang sangat sensitif terhadap data ekonomi. Investor sebaiknya tetap disiplin dalam mengelola risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” tutup Yudho.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle B01
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Bitcoin Menuju US0.000? BlackRock Dorong Lebih dari US Miliar BTC Masuk ETF

    Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah langkah BlackRock memperlihatkan semakin kuatnya integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional. Melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), BlackRock telah memproses lebih dari US$5 miliar konversi Bitcoin langsung menjadi saham ETF. Langkah tersebut memungkinkan pemegang Bitcoin memindahkan asetnya ke dalam ETF tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu menjadi uang tunai. Di […]

  • Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

    Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Agustus 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia, termasuk meningkatnya minat terhadap aset seperti Bitcoin. Terbaru, OJK menerbitkan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 sebagai panduan bagi masyarakat untuk memahami ekosistem, regulasi hingga berbagai risiko yang mengiringi […]

  • Sambut Musim Liburan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mobil Baru yang Ringan dan Fleksibel

    Sambut Musim Liburan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mobil Baru yang Ringan dan Fleksibel

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – Momentum libur sekolah menjadi waktu yang dinantikan banyak keluarga Indonesia untuk menikmati perjalanan bersama. Meningkatnya mobilitas selama periode liburan turut mendorong kebutuhan akan kendaraan pribadi yang nyaman, aman, dan dapat diandalkan untuk menemani perjalanan ke berbagai destinasi. Di tengah tren tersebut, memiliki mobil baru menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin […]

  • Menabung Harian vs Menabung Bulanan, Mana Lebih Efektif?

    Menabung Harian vs Menabung Bulanan, Mana Lebih Efektif?

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pernah nggak merasa semangat menabung di awal bulan, tapi begitu tanggal tua datang, uang yang tadinya ingin disimpan malah ikut terpakai? Hal seperti ini cukup sering terjadi. Bukan karena niat menabung kurang kuat, tetapi karena cara menyisihkan uang belum sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Ada yang lebih nyaman menabung harian, sementara yang lain memilih langsung menabung […]

  • Cara Top Up Diamond Mobile Legends dengan Cepat & Aman di Gamezi

    Cara Top Up Diamond Mobile Legends dengan Cepat & Aman di Gamezi

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Panduan lengkap top up Diamond Mobile Legends via QRIS, e-wallet, pulsa, dan kartu kredit. Cek User ID dan Server ID, harga diamond ML, promo terbaru, dan tips menghindari penipuan. Top up Diamond Mobile Legends kini bisa dilakukan dalam hitungan detik melalui platform terpercaya seperti Gamezi. Cukup masukkan User ID dan Server ID, pilih nominal diamond, […]

expand_less