Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, (3/7) – Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) menunjuk PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai mitra pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk melakukan melakukan kegiatan field visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran langsung atas implementasi program di tingkat tapak sekaligus memastikan efektivitas intervensi dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Pokja Bidang Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Koko Wijanarka menegaskan bahwa ProKlim tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan mata pencaharian masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program pasca implementasi.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong integrasi ProKlim ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Project Manager UNOPS, Kannikar Wanthana menyampaikan bahwa program ini telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata di masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fokus kami tidak hanya pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Aries Safrizal mengapresiasi pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi implementasi ProKlim. Menurutnya, program ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju Zero Net Emission.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat terhadap isu perubahan iklim global, sekaligus memperkuat langkah Sumatera Selatan menuju pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Barat PT SUCOFINDO (PERSERO), Urip Utama Putra menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program yang telah menjangkau 100 desa di 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam program ini telah mendorong peningkatan kapasitas masyarakat secara signifikan mencapai lebih dari 43 persen. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Urip Utama Putra menjelaskan bahwa program difokuskan pada penguatan literasi iklim, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang praktis, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasi program dilakukan melalui pengembangan pertanian adaptif dan agroforestry, pengelolaan sampah, penggunaan solar panel, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, hingga peningkatan kolaborasi multipihak.

Hingga triwulan pertama 2026, program menunjukkan kemajuan positif dalam penguatan kapasitas masyarakat. Pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diversifikasi produk, serta pengembangan bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) dan digital marketing telah dilakukan di berbagai desa sasaran.

Pada kategori penguatan literasi iklim, program telah menjangkau 2.036 peserta dengan keterlibatan perempuan sebesar 54,32 persen. Sementara itu, pada kategori penguatan literasi digital dan pengembangan UMKM, program menjangkau 215 peserta dengan keterlibatan perempuan mencapai 59,07 persen. Selain itu, sebanyak 70 rumah tangga sasaran di 10 desa prioritas juga menerima pendampingan teknis dan workshop pengembangan usaha, dengan 71,4 persen di antaranya merupakan usaha milik perempuan.

Selama kegiatan field visit, para stakeholder dari KLH/BPLH, UNOPS, perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Sekretaris Dinas LPH Provinsi Sumatera Selatan meninjau berbagai aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal.

“Kami mengunjungi beberapa lokasi intervensi, mulai dari lokasi penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, demonstrasi sistem pengelolaan sampah, melihat inovasi produk UMKM seperti opak, keripik, kopi, bawang goreng, jamur krispi, hingga produk non-pangan seperti kompos, maggot, eco-print, dan eco enzyme,” tutur Urip Utama Putra.

Kegiatan field visit juga diisi dengan demonstrasi kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV yang menunjukkan praktik pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli, sosialisasi, serta teknik pembuatan sekat bakar.

“Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aksi iklim, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi multipihak, ProKlim di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa tangguh iklim yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lainnya,” tutup Urip Utama Putra.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapan Waktu yang Tepat Menaruh Uang di Deposito Online?

    Kapan Waktu yang Tepat Menaruh Uang di Deposito Online?

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Deposito online cocok digunakan ketika kamu memiliki dana yang belum akan dipakai dalam waktu dekat dan ingin menyimpannya secara lebih terencana. Dengan menempatkan dana pada deposito, kamu dapat mengurangi godaan untuk menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif sekaligus menyesuaikan penyimpanan dana dengan target keuangan yang dimiliki. Di tengah banyaknya pilihan produk keuangan digital, deposito masih menjadi salah […]

  • Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

    Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Net
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis studi kasus berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality” dalam kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS yang diselenggarakan di Wisma BCA Foresta, BSD. Studi kasus ini mengangkat perjalanan Halo BCA […]

  • CLEAR Bagikan Tips Punya Rambut dan Kulit Kepala Sehat Seperti Cristiano Ronaldo

    CLEAR Bagikan Tips Punya Rambut dan Kulit Kepala Sehat Seperti Cristiano Ronaldo

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    ● Ketombe, rambut lepek, serta kulit kepala berminyak dan gatal merupakan masalah yang sering dialami atlet dan orang dengan gaya hidup aktif ● Sampo dengan kandungan niacinamide dapat menjaga kesehatan kulit kepala sehingga ketombe tidak mudah muncul ● Kulit kepala yang bersih dan segar dapat meningkatkan rasa nyaman dan percaya diri ” /> Keterangan foto: […]

  • Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua

    Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kulit bayi yang kering dan kasar sering memunculkan pertanyaan yang mirip dari banyak orang tua. Berikut lima yang paling sering, beserta penjelasan singkatnya. 1. Kenapa kulit bayi cepat kering lagi padahal sudah dioleskan pelembap? Karena skin barrier (lapisan pelindung terluar) pada bayi masih berkembang. Bila barrier lemah, kelembapan di permukaan mudah menguap kembali, sehingga kulit […]

  • Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem

    Universitas Amikom Yogyakarta Hadirkan Creative Economy Park, Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif dalam Satu Ekosistem

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi pendidikan favorit di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di provinsi ini mencapai 74,70 persen, tertinggi secara nasional. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi, Universitas Amikom Yogyakarta menghadirkan Amikom Creative Economy Park (ACEP) sebagai ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, […]

  • CRM WhatsApp untuk Klinik: Uraga Rilis Sistem Terintegrasi

    CRM WhatsApp untuk Klinik: Uraga Rilis Sistem Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    CRM WhatsApp untuk klinik adalah sistem yang menyatukan chat calon pasien, pipeline follow-up, dan data performa iklan dalam satu dashboard. Uraga Digital Agency (PT Senang Bikin Konten) merilis paket yang menghubungkan CRM ini langsung ke Meta, sehingga data pasien yang benar-benar closing dipakai untuk memperbaiki campaign iklan berikutnya. Alurnya berjalan lima tahap. Iklan Meta mengarahkan […]

expand_less