Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.
“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.
“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.
Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.
Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.
Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut HUT RI ke-81, Oxygen.id Hadirkan Promo Spektakuler “Merdeka Bayar 17.845” bagi Pelanggan Baru

    Sambut HUT RI ke-81, Oxygen.id Hadirkan Promo Spektakuler “Merdeka Bayar 17.845” bagi Pelanggan Baru

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 — Di tengah semakin beragamnya aktivitas digital masyarakat, koneksi internet menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan, pembelajaran, komunikasi, hingga hiburan sehari-hari. Koneksi yang cepat dan stabil membantu berbagai aktivitas digital berjalan lebih nyaman, mulai dari bekerja dan belajar dari rumah, melakukan video call, hingga menikmati streaming dan gaming bersama keluarga.  Guna mendukung […]

  • NPURE Ultra-Light Cleansing Oil – Solusi untuk Kulit Sehat dan Bercahaya

    NPURE Ultra-Light Cleansing Oil – Solusi untuk Kulit Sehat dan Bercahaya

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pembersih Wajah All-in-One: Ultra-Light, Ultra-Clean, Effortless & Zero Drama Jakarta, 25 Agustus 2026 – NPURE sebagai brand skincare lokal Indonesia unggulan dan bersertifikasi halal, menjadi solusi effortless & zero drama, untuk membersihkan dan menjaga kelembapan kulit. Salah satu varian unggulan yaitu NPURE Ultra-Light Cleansing Oil. Menggabungkan pendekatan bahan-bahan alami dengan inovasi dan formulasi teruji secara […]

  • Public

    Cakra Elektrolisis Curi Perhatian di FARM 2026, FisTx Perkenalkan Teknologi Elektrokimia Pertama untuk Sterilisasi Air Tambak di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 September 2026 — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, tampil sebagai salah satu exhibitor yang paling banyak menyita perhatian pengunjung di ajang FARM 2026 yang diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dari booth nomor 15C, FisTx menghadirkan tiga lini solusi budidaya sekaligus: FDS (Fistx Disinfection System : Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano […]

  • DJI EV50 Resmi Hadir di Indonesia, eVTOL Kargo Pertama DJI yang Teruji hingga Ketinggian Everest

    DJI EV50 Resmi Hadir di Indonesia, eVTOL Kargo Pertama DJI yang Teruji hingga Ketinggian Everest

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DJI EV50 adalah drone kargo eVTOL pertama DJI, menggabungkan lepas landas vertikal dan efisiensi sayap tetap dalam satu platform. Dengan payload 50 kg dan jangkauan 150 km, EV50 dibangun untuk pengiriman jarak jauh ke lokasi tanpa landasan. Kemampuannya sudah dibuktikan pada ekspedisi ilmiah di ketinggian 8.861 meter di kawasan Everest. Logistik ke lokasi terpencil di […]

  • Elnusa Petrofin Perkuat Keunggulan Operasional dan HSSE dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

    Elnusa Petrofin Perkuat Keunggulan Operasional dan HSSE dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Memasuki usia ke-30 tahun, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat keunggulan operasional dan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam mendukung distribusi energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Jakarta, 17 Juli 2026 – Memasuki usia ke-30 tahun, PT […]

  • Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    Sandwich Generation Hadapi Tekanan Finansial Berlapis, Perlindungan Jadi Semakin Penting

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Juli 2026 – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, menjadi tulang punggung keluarga tidak lagi berarti hanya memenuhi kebutuhan pasangan dan anak. Banyak masyarakat usia produktif turut memenuhi kebutuhan orang tua yang memasuki usia lanjut, bahkan anggota keluarga lainnya. Kondisi yang dikenal sebagai sandwich generation ini membuat banyak keluarga menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks, […]

expand_less