Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa: omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop.

Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional.

Dua Platform, Dua Skema Kenaikan yang Berjalan Bersamaan

Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026.

TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia.

Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan.

Berapa Besar yang Sebenarnya Hilang

Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru.

Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik.

Toko Sendiri sebagai Jalan Keluar dari Skema Persentase

Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan.

“Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima,” ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. “Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi.”

Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan

Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan.

Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar dari ONDC India: Membuka Model Bisnis Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

    Belajar dari ONDC India: Membuka Model Bisnis Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia pada awal Juli 2026, pembahasan tentu akan berfokus pada penguatan kerja sama bilateral di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, energi, hingga kemitraan geopolitik. Seluruh agenda tersebut merupakan bagian penting yang mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis antara dua negara demokrasi terbesar di Asia. Peluang tersebut adalah membangun […]

  • Public

    Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BANDUNG, 14 Oktober 2026 — PT Bank Mandiri Taspen dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ruang Rapat Pimpinan A, Gedung CCAR Rektorat ITB, Jalan Tamansari No. 64, Bandung, Rabu (14/10). Kerja sama ini menjadi langkah kedua institusi untuk memperkuat sinergi dalam pemanfaatan produk dan […]

  • Public

    ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    ASHTA District 8 menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai area Village One, salah satu ruang aktivasi Creativillage yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 ASHTA District 8 menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai area Village One, salah satu ruang aktivasi Creativillage yang berlangsung pada […]

  • Usia Bukan Batas : LUPROMAX Dukung The Great Overland Journey Kakek Nenek Indonesia Menuju Mekkah dan Eropa

    Usia Bukan Batas : LUPROMAX Dukung The Great Overland Journey Kakek Nenek Indonesia Menuju Mekkah dan Eropa

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Usia bukanlah batas untuk terus bermimpi dan berkarya. Semangat inilah yang dibuktikan oleh pasangan inspiratif asal Aceh, T. Faisal Laksamana, SE., MH. (65) dan dr. Indriati (61), yang akan memulai ekspedisi lintas negara bertajuk “The Great Overland Journey: Indonesia • Southeast Asia • Mecca • Europe 2026–2027”. Usia bukanlah batas untuk terus bermimpi dan berkarya. […]

  • Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, 30 Juli 2026 — Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Rapat Percepatan Pembentukan Rancangan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Rpermendagri) tentang Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri (ITKPDN) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan strategis ini dilaksanakan guna menyepakati format regulasi, opsi keterkaitan antar-indeks penyusun, serta merumuskan […]

  • Cara Menyesuaikan Utang dengan Kemampuan Bayar agar Keuangan Tetap Sehat

    Cara Menyesuaikan Utang dengan Kemampuan Bayar agar Keuangan Tetap Sehat

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Mengajukan pinjaman sebaiknya selalu disesuaikan dengan kemampuan bayar, bukan hanya berdasarkan jumlah dana yang dibutuhkan. Dengan mempertimbangkan penghasilan, pengeluaran rutin, dan tujuan penggunaan dana, kamu dapat memilih produk pinjaman yang lebih sesuai sehingga cicilan tetap dapat dikelola dengan baik. Saat ini banyak orang mencari pinjaman cepat, pinjaman bunga rendah, atau pinjaman hanya dengan KTP. Namun […]

expand_less