Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Kembali ke US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Waspadai Risiko Inflasi dan Geopolitik yang Masih Membayangi Pasar

Bitcoin Kembali ke US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Waspadai Risiko Inflasi dan Geopolitik yang Masih Membayangi Pasar

  • account_circle Net
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga Bitcoin kembali menembus level psikologis US$65.000 setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan lebih besar dari perkiraan. Data Consumer Price Index (CPI) Juni tercatat turun menjadi 3,5% secara tahunan, dari 4,2% pada Mei, sementara Producer Price Index (PPI) juga melambat dari 6,0% menjadi 5,5%. Kondisi tersebut memicu optimisme pasar terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat dan mendorong reli aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pada 15 Juli, Bitcoin berhasil kembali diperdagangkan di atas level US$65.000 setelah sempat berada di bawah area tersebut selama beberapa hari. Kenaikan ini turut memicu short squeeze dengan nilai likuidasi sekitar US$60–77 juta, di mana sekitar 90% berasal dari posisi short, menandakan banyak pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh harga Bitcoin akan melemah.

Meski demikian, tim trading desk FLOQ menilai bahwa reli tersebut masih perlu dicermati karena belum sepenuhnya didukung oleh perubahan fundamental yang kuat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pelaku pasar sebaiknya tidak hanya melihat penurunan angka inflasi, tetapi juga memahami faktor yang menjadi penyebab di balik perlambatan tersebut.

“Pasar merespons positif data inflasi Amerika Serikat karena dianggap membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, yang perlu dipahami adalah penurunan inflasi Juni sebagian besar dipengaruhi oleh melemahnya harga energi selama periode gencatan senjata di Timur Tengah. Ketika faktor tersebut mulai berbalik arah, risiko inflasi juga berpotensi kembali meningkat,” ujar Yudho.

Menurut FLOQ, meningkatnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Pada 14 Juli, Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran serta mengenakan levy sebesar 20% terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari kebijakan keamanan. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia, sehingga setiap gangguan terhadap distribusi energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global.

Yudho menjelaskan bahwa kenaikan harga energi dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Kalau harga minyak kembali naik, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga biaya logistik, transportasi, hingga harga berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini dapat membuat inflasi kembali meningkat sehingga ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya menjadi lebih terbatas. Investor perlu melihat hubungan antar faktor tersebut, bukan hanya bereaksi terhadap satu data ekonomi,” jelasnya.

FLOQ juga mencatat bahwa ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed masih relatif berhati-hati. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September memang turun ke kisaran 54–63%, dibandingkan 70–80% pada pekan sebelumnya. Namun di sisi lain, pasar masih memperkirakan sekitar 76% kemungkinan tidak akan terjadi pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Baca Juga :  Dipercaya Kemendikdasmen, WSBP Tandatangani Kontrak Pembangunan Gedung Kantor Cipete

Sentimen investor kripto pun belum sepenuhnya pulih. Crypto Fear & Greed Index masih berada di level 29 atau kategori Fear, meskipun Bitcoin telah rebound sekitar 29% dari titik terendahnya pada 5 Juli.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa reli Bitcoin saat ini lebih tepat dipandang sebagai pemulihan sentimen jangka pendek dibandingkan awal dari tren bullish yang telah terkonfirmasi.

“Level US$65.000 menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume beli yang kuat, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Namun apabila kembali turun di bawah US$62.000, investor perlu mengantisipasi potensi koreksi menuju kisaran US$58.000 hingga US$59.000,” tambahnya.

Selain faktor makroekonomi, FLOQ juga menyoroti bahwa arus dana investor institusi belum sepenuhnya mendukung reli Bitcoin.

Pada 13 Juli, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat outflow sebesar US$424,7 juta, menjadi arus keluar terbesar sepanjang Juli. Sehari kemudian, arus dana kembali berbalik dengan inflow sekitar US$181 juta, dipimpin oleh iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebesar US$138,9 juta.

Menurut FLOQ, pergerakan yang sangat fluktuatif tersebut menunjukkan bahwa investor institusi masih menunggu kepastian arah pasar. Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan tren akumulasi Bitcoin yang berlanjut, sementara volume perdagangan di centralized exchange (CEX) meningkat sekitar 15,3%, menjadi kenaikan pertama dalam lima bulan terakhir.

FLOQ juga menilai perkembangan regulasi di Jepang menjadi salah satu katalis positif jangka panjang yang patut diperhatikan. Persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan aset kripto sebagai instrumen keuangan dinilai dapat membuka jalan bagi ETF Bitcoin spot domestik di Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian pasar. Meskipun peluang lolosnya regulasi tersebut menurut pasar prediksi turun menjadi sekitar 43%, kepastian regulasi tetap menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor institusi di industri aset digital.

Menutup analisanya, Yudho mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih berpotensi tinggi dalam beberapa minggu ke depan, seiring pasar mencermati perkembangan inflasi, kebijakan The Fed, konflik geopolitik, hingga dinamika regulasi aset digital.

“Volatilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset digital. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu headline atau satu indikator ekonomi. Memahami gambaran besar dan menerapkan manajemen risiko yang baik akan jauh lebih penting dalam menghadapi kondisi pasar seperti saat ini,” ujar Yudho.

Implikasi Bagi Investor Pemula

1. Jangan menganggap kenaikan harga sebagai sinyal “waktu terbaik untuk membeli”

Bitcoin yang kembali menembus US$65.000 memang mencerminkan sentimen pasar yang lebih positif setelah data inflasi AS melandai. Namun, kenaikan tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek. Investor pemula perlu memahami bahwa harga aset digital dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan baru, seperti data ekonomi, kebijakan bank sentral, atau kondisi geopolitik.

2. Belajar membaca faktor fundamental, bukan hanya grafik harga

Banyak investor baru hanya memperhatikan apakah harga sedang naik atau turun. Padahal, memahami penyebab di balik pergerakan harga jauh lebih penting. Dalam kondisi saat ini, misalnya, inflasi AS, kebijakan suku bunga, konflik geopolitik, hingga perkembangan regulasi aset digital menjadi faktor yang sama-sama memengaruhi sentimen pasar. Dengan memahami konteks tersebut, investor dapat memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap pergerakan pasar.

3. Volatilitas adalah karakteristik pasar aset digital

Pergerakan harga yang tajam, baik naik maupun turun, merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital. Oleh karena itu, investor pemula perlu membangun kesiapan menghadapi volatilitas dan menghindari keputusan yang didorong oleh rasa takut tertinggal (fear of missing out atau FOMO) maupun kepanikan ketika harga mengalami koreksi.

4. Pentingnya memahami profil risiko pribadi

Setiap investor memiliki tujuan keuangan dan toleransi risiko yang berbeda. Sebelum mulai berinvestasi, penting bagi investor pemula untuk memahami berapa besar risiko yang sanggup mereka hadapi, sehingga keputusan investasi lebih selaras dengan kondisi finansial dan tujuan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren pasar.

5. Edukasi menjadi langkah pertama sebelum berinvestasi

Meningkatnya akses terhadap aset digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Investor pemula sebaiknya membangun pemahaman mengenai dasar-dasar aset digital, cara kerja pasar, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, investor dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Bagi investor pemula, kenaikan harga sering kali memunculkan keinginan untuk segera ikut masuk ke pasar. Padahal, yang lebih penting adalah memahami alasan di balik pergerakan tersebut. Ketika seseorang mengerti bagaimana inflasi, kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi global memengaruhi pasar, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan tidak hanya didasarkan pada momentum sesaat,” tutup Yudho.

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 16 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Net

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

    Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”. Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan […]

  • SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

    SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit, yang disampaikan dalam ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 (20-21/7). Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara […]

  • Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US,2 Miliar untuk AI

    Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Saham Alibaba Group mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (24/8/2026) setelah perusahaan mengumumkan aksi penempatan saham senilai HK$80 miliar atau sekitar US$10,2 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), termasuk pengembangan infrastruktur dan kemampuan AI secara menyeluruh. Saham Alibaba yang tercatat di Bursa Hong Kong sempat anjlok hingga sekitar […]

  • Menabung Harian untuk Apa? Ini Cara Memulainya

    Menabung Harian untuk Apa? Ini Cara Memulainya

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Menabung sering kali terasa seperti target yang besar. Padahal, kebiasaan menyimpan uang bisa dimulai dari nominal yang lebih kecil dan dilakukan secara rutin. Salah satu caranya adalah menabung harian. Kamu bisa menentukan nominal yang sesuai dengan kondisi keuangan, lalu menyisihkannya secara rutin untuk mencapai tujuan tertentu. Lalu, menabung harian untuk apa? Bisa untuk berbagai kebutuhan, […]

  • Promo Top Up Game Terbaru: Cara Dapat Diskon Terbaik dan Tetap Aman

    Promo Top Up Game Terbaru: Cara Dapat Diskon Terbaik dan Tetap Aman

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Cari promo top up game terbaik bulan ini? Simak cara menemukan diskon per platform, per game, dan tips menghindari promo palsu. Cek promo GAMEZI sekarang. Promo Top Up Game Terbaik Bulan Ini Cara paling efektif menemukan promo top up game adalah dengan mengecek langsung tiga sumber: platform pembayaran (GoPay, DANA, QRIS), halaman resmi publisher game, […]

  • Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman

    Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Minggu, 6 September 2026 Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Operasional KA dan Pelayanan Pengguna Jasa Tetap Aman Bandung (Jawa Barat), 6 September 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berdampak terhadap operasional perjalanan kereta api maupun […]

expand_less