Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Kembali ke US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Waspadai Risiko Inflasi dan Geopolitik yang Masih Membayangi Pasar

Bitcoin Kembali ke US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Waspadai Risiko Inflasi dan Geopolitik yang Masih Membayangi Pasar

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 19 Juli 2026Harga Bitcoin kembali menembus level psikologis US$65.000 setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan lebih besar dari perkiraan. Data Consumer Price Index (CPI) Juni tercatat turun menjadi 3,5% secara tahunan, dari 4,2% pada Mei, sementara Producer Price Index (PPI) juga melambat dari 6,0% menjadi 5,5%. Kondisi tersebut memicu optimisme pasar terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat dan mendorong reli aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pada 15 Juli, Bitcoin berhasil kembali diperdagangkan di atas level US$65.000 setelah sempat berada di bawah area tersebut selama beberapa hari. Kenaikan ini turut memicu short squeeze dengan nilai likuidasi sekitar US$60–77 juta, di mana sekitar 90% berasal dari posisi short, menandakan banyak pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh harga Bitcoin akan melemah.

Meski demikian, tim trading desk FLOQ menilai bahwa reli tersebut masih perlu dicermati karena belum sepenuhnya didukung oleh perubahan fundamental yang kuat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pelaku pasar sebaiknya tidak hanya melihat penurunan angka inflasi, tetapi juga memahami faktor yang menjadi penyebab di balik perlambatan tersebut.

“Pasar merespons positif data inflasi Amerika Serikat karena dianggap membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, yang perlu dipahami adalah penurunan inflasi Juni sebagian besar dipengaruhi oleh melemahnya harga energi selama periode gencatan senjata di Timur Tengah. Ketika faktor tersebut mulai berbalik arah, risiko inflasi juga berpotensi kembali meningkat,” ujar Yudho.

Menurut FLOQ, meningkatnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Pada 14 Juli, Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran serta mengenakan levy sebesar 20% terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari kebijakan keamanan. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia, sehingga setiap gangguan terhadap distribusi energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global.

Yudho menjelaskan bahwa kenaikan harga energi dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Kalau harga minyak kembali naik, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga biaya logistik, transportasi, hingga harga berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini dapat membuat inflasi kembali meningkat sehingga ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya menjadi lebih terbatas. Investor perlu melihat hubungan antar faktor tersebut, bukan hanya bereaksi terhadap satu data ekonomi,” jelasnya.

FLOQ juga mencatat bahwa ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed masih relatif berhati-hati. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September memang turun ke kisaran 54–63%, dibandingkan 70–80% pada pekan sebelumnya. Namun di sisi lain, pasar masih memperkirakan sekitar 76% kemungkinan tidak akan terjadi pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Sentimen investor kripto pun belum sepenuhnya pulih. Crypto Fear & Greed Index masih berada di level 29 atau kategori Fear, meskipun Bitcoin telah rebound sekitar 29% dari titik terendahnya pada 5 Juli.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa reli Bitcoin saat ini lebih tepat dipandang sebagai pemulihan sentimen jangka pendek dibandingkan awal dari tren bullish yang telah terkonfirmasi.

“Level US$65.000 menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume beli yang kuat, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Namun apabila kembali turun di bawah US$62.000, investor perlu mengantisipasi potensi koreksi menuju kisaran US$58.000 hingga US$59.000,” tambahnya.

Selain faktor makroekonomi, FLOQ juga menyoroti bahwa arus dana investor institusi belum sepenuhnya mendukung reli Bitcoin.

Pada 13 Juli, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat outflow sebesar US$424,7 juta, menjadi arus keluar terbesar sepanjang Juli. Sehari kemudian, arus dana kembali berbalik dengan inflow sekitar US$181 juta, dipimpin oleh iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebesar US$138,9 juta.

Menurut FLOQ, pergerakan yang sangat fluktuatif tersebut menunjukkan bahwa investor institusi masih menunggu kepastian arah pasar. Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan tren akumulasi Bitcoin yang berlanjut, sementara volume perdagangan di centralized exchange (CEX) meningkat sekitar 15,3%, menjadi kenaikan pertama dalam lima bulan terakhir.

FLOQ juga menilai perkembangan regulasi di Jepang menjadi salah satu katalis positif jangka panjang yang patut diperhatikan. Persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan aset kripto sebagai instrumen keuangan dinilai dapat membuka jalan bagi ETF Bitcoin spot domestik di Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat juga masih menjadi perhatian pasar. Meskipun peluang lolosnya regulasi tersebut menurut pasar prediksi turun menjadi sekitar 43%, kepastian regulasi tetap menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor institusi di industri aset digital.

Menutup analisanya, Yudho mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih berpotensi tinggi dalam beberapa minggu ke depan, seiring pasar mencermati perkembangan inflasi, kebijakan The Fed, konflik geopolitik, hingga dinamika regulasi aset digital.

“Volatilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset digital. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu headline atau satu indikator ekonomi. Memahami gambaran besar dan menerapkan manajemen risiko yang baik akan jauh lebih penting dalam menghadapi kondisi pasar seperti saat ini,” ujar Yudho.

Implikasi Bagi Investor Pemula

1. Jangan menganggap kenaikan harga sebagai sinyal “waktu terbaik untuk membeli”

Bitcoin yang kembali menembus US$65.000 memang mencerminkan sentimen pasar yang lebih positif setelah data inflasi AS melandai. Namun, kenaikan tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek. Investor pemula perlu memahami bahwa harga aset digital dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan baru, seperti data ekonomi, kebijakan bank sentral, atau kondisi geopolitik.

2. Belajar membaca faktor fundamental, bukan hanya grafik harga

Banyak investor baru hanya memperhatikan apakah harga sedang naik atau turun. Padahal, memahami penyebab di balik pergerakan harga jauh lebih penting. Dalam kondisi saat ini, misalnya, inflasi AS, kebijakan suku bunga, konflik geopolitik, hingga perkembangan regulasi aset digital menjadi faktor yang sama-sama memengaruhi sentimen pasar. Dengan memahami konteks tersebut, investor dapat memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap pergerakan pasar.

3. Volatilitas adalah karakteristik pasar aset digital

Pergerakan harga yang tajam, baik naik maupun turun, merupakan bagian dari dinamika pasar aset digital. Oleh karena itu, investor pemula perlu membangun kesiapan menghadapi volatilitas dan menghindari keputusan yang didorong oleh rasa takut tertinggal (fear of missing out atau FOMO) maupun kepanikan ketika harga mengalami koreksi.

4. Pentingnya memahami profil risiko pribadi

Setiap investor memiliki tujuan keuangan dan toleransi risiko yang berbeda. Sebelum mulai berinvestasi, penting bagi investor pemula untuk memahami berapa besar risiko yang sanggup mereka hadapi, sehingga keputusan investasi lebih selaras dengan kondisi finansial dan tujuan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren pasar.

5. Edukasi menjadi langkah pertama sebelum berinvestasi

Meningkatnya akses terhadap aset digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Investor pemula sebaiknya membangun pemahaman mengenai dasar-dasar aset digital, cara kerja pasar, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, investor dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Bagi investor pemula, kenaikan harga sering kali memunculkan keinginan untuk segera ikut masuk ke pasar. Padahal, yang lebih penting adalah memahami alasan di balik pergerakan tersebut. Ketika seseorang mengerti bagaimana inflasi, kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi global memengaruhi pasar, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan tidak hanya didasarkan pada momentum sesaat,” tutup Yudho.

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 16 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle B01
    • visibility 255
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Implementasi Program B50

    Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Implementasi Program B50

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mengakselerasi peremajaan sawit petani di Riau sebagai bagian mendukung implementasi program B50 atau kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit. Hingga akhir 2025, PTPN IV PalmCo tercatat telah melangsungkan peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 […]

  • Operasional Lancar, Bisnis Makin Tumbuh: Oxygen.id Hadirkan Talkxygen di Jakarta Utara

    Operasional Lancar, Bisnis Makin Tumbuh: Oxygen.id Hadirkan Talkxygen di Jakarta Utara

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Oxygen.id menghadirkan berbagai solusi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap perusahaan, seperti internet bisnis Oxygen Biz Startup, Oxygen Biz, dan Oxygen Pro, solusi IP Camera, SD-WAN, serta Data Center dan Cyber Security yang mendukung pengelolaan sekaligus perlindungan data bisnis agar tetap aman dan andal. Sebagai salah satu kawasan bisnis yang terus berkembang di ibu kota, […]

  • BRI Region 6 Berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim Piatu di Bulan Muharam

    BRI Region 6 Berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim Piatu di Bulan Muharam

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati bulan Muharam, BRI Region 6 berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan komitmen BRI dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Kegiatan santunan tersebut diikuti oleh perwakilan BRI Region 6, YBM BRI […]

  • Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

    Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, (17/07), PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command Center Management dalam program Marketing Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi PT Danantara Asset Management. Marketing CoE merupakan rangkaian program yang dirancang sebagai sarana transfer pengetahuan, pertukaran praktik terbaik, serta penguatan kapabilitas pelayanan lintas BUMN dalam rangka mendorong internalisasi budaya Melayani Sepenuh Hati […]

  • Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026, Pilihan Nomor Satu Asuransi Jiwa Syariah

    Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026, Pilihan Nomor Satu Asuransi Jiwa Syariah

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Juni 2026 – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meraih pencapaian sebagai pemenang Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Online–Offline Community Engagement. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kampanye pemasaran terintegrasi Bulan Ramadan 2026 berjudul “Festival 1.000 Berkah Ramadan 2026” yang menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara nyata […]

expand_less