Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 5 Juli 2026 – Pasar aset kripto memasuki awal Juli dengan volatilitas yang masih tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis penting, yaitu 200 – week Moving Average (MA), sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$61.000 – 62.000. Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar juga dihadapkan pada sejumlah katalis besar, mulai dari arus keluar ETF Bitcoin yang mencetak rekor bulanan, kebijakan monetisasi Bitcoin oleh Strategy, hingga perkembangan pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat.

Menurut Yudhono Rawis, CEO & Founder FLOQ, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase validasi, di mana investor masih menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi.

“Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan. Penurunan di bawah 200-week Moving Average memang menjadi sinyal teknikal yang penting, tetapi rebound yang terjadi menunjukkan bahwa minat beli masih muncul di area support. Untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum dapat kembali memasuki tren bullish yang lebih kuat,” ujar Yudho.

Secara teknikal, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$57.950 sebelum kembali menguat. Area US$57.800 – 58.000 kini menjadi support utama yang akan menentukan arah berikutnya, sementara US$62.500 menjadi resistance penting yang perlu ditembus dengan volume transaksi yang kuat agar momentum pemulihan dapat berlanjut.

Di sisi makro, pasar juga mencermati perubahan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi masih menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya reda, namun pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi sikap hawkish pada pertemuan FOMC akhir Juli.

“Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Walaupun belum menjadi sinyal penuh untuk kembali ke mode risk-on, sentimen tersebut cukup membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto,” jelas Yudho.

Perhatian investor juga tertuju pada keputusan Strategy yang membuka opsi monetisasi kepemilikan Bitcoin hingga US$1,25 miliar. Langkah ini dinilai mengubah narasi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemegang Bitcoin jangka panjang tanpa rencana menjual asetnya.

“Program monetisasi ini belum tentu berarti penjualan Bitcoin akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pasar akan terus memantau implementasinya karena jika tekanan pendanaan meningkat, potensi tambahan pasokan Bitcoin dari Strategy dapat memengaruhi sentimen investor,” kata Yudho.

Sementara itu, produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar US$4,1 – 4,5 miliar sepanjang Juni, menjadikannya bulan dengan outflow terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Meski demikian, FLOQ melihat terdapat beberapa indikator yang masih menunjukkan kekuatan fundamental pasar.

“Arus keluar ETF memang masih menjadi tekanan utama, tetapi data on-chain justru memperlihatkan investor jangka panjang belum melakukan distribusi besar-besaran. Cadangan Bitcoin di bursa tetap rendah dan akumulasi oleh pemegang besar masih berlangsung. Ini menjadi sinyal bahwa fondasi jangka panjang pasar belum berubah secara signifikan,” tambahnya.

Selain faktor pasar, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penentu arah industri aset digital. Teks final CLARITY Act dijadwalkan terbit pada awal Juli, sementara peluang pembahasan di tingkat legislatif berlangsung sepanjang Juli hingga awal Agustus.

“Juli akan menjadi periode penting bagi industri aset digital. Pasar bukan hanya menunggu arah kebijakan moneter, tetapi juga kepastian regulasi. Apabila CLARITY Act menunjukkan kemajuan yang positif, hal tersebut berpotensi menjadi fondasi jangka panjang bagi adopsi institusional di pasar kripto,” ujar Yudho.

Di dalam negeri, kondisi pasar juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kontraksi PMI manufaktur, serta potensi penerapan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Indonesia menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengelola risiko portofolio.

FLOQ mengimbau investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi oleh volatilitas jangka pendek. Investor pemula disarankan tetap konsisten menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA), sementara trader jangka pendek perlu memperhatikan level support dan resistance utama sebelum mengambil posisi baru.

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik per 3 Juli 2026 dan bertujuan sebagai informasi pasar. Seluruh informasi bukan merupakan rekomendasi investasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Investor diharapkan melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Beberapa jam sebelum bel pembukaan bursa keuangan internasional kembali berbunyi di awal pekan, malam hari di hari Minggu memegang peranan yang sangat vital bagi kesiapan seorang trader. Menghadapi pekan baru tanpa perencanaan yang matang ibarat berlayar di tengah lautan tanpa petunjuk arah. Oleh karena itu, para pelaku pasar profesional selalu memanfaatkan ketenangan hari Minggu untuk […]

  • Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

    Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Inilah yang Lovina tawarkan di luar tur lumba-lumba, dan kenapa pelancong slow travel mulai menaruh perhatian pada bagian Bali ini. Tanya kebanyakan wisatawan yang pertama kali ke Lovina kenapa mereka datang, dan jawabannya biasanya lumba-lumba. Perjalanan perahu di pagi buta, air yang tenang, melihat lumba-lumba bergerak di teluk saat matahari terbit, itu adalah pengalaman yang […]

  • Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

    Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2026 — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meraih tiga penghargaan dari lembaga independen di dalam dan luar negeri, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia. Ketiganya: Sharia Life Insurance Market Leaders (Insurance Market Leaders Award 2026), Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Terbaik di Semua Kelas Aset (Anugerah Asuransi Indonesia […]

  • Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapsiagaan, PPO Logistik BRI Region 6 Ikuti Simulasi Business Continuity Management

    Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapsiagaan, PPO Logistik BRI Region 6 Ikuti Simulasi Business Continuity Management

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Petugas Penunjang Operasional (PPO) Logistik unit kerja supervisi BRI Region 6 mengikuti kegiatan simulasi Business Continuity Management (BCM) yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara BRI Region 6, Operational Risk Group Kantor Pusat BRI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan. Sebagai peserta, para PPO Logistik mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan operasional […]

  • Strategi ‘Range Trading’: Memaksimalkan Peluang Saat Pasar Bergerak Sideways

    Strategi ‘Range Trading’: Memaksimalkan Peluang Saat Pasar Bergerak Sideways

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Dalam mengamati dinamika pasar keuangan internasional, tidak jarang para pelaku pasar menemukan grafik harga yang tampak berjalan di tempat atau bergerak mendatar tanpa arah tren yang mendominasi. Fenomena ini dikenal sebagai kondisi sideways atau range-bound market, di mana kekuatan daya beli dan daya jual berada dalam posisi yang relatif seimbang. Bagi sebagian orang, kondisi pasar […]

  • Indonesia Tuntaskan Misi Kerjasama Industri di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis

    Indonesia Tuntaskan Misi Kerjasama Industri di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    13 MOU ditandatangani dari berbagai macam sektor industri nasional Indonesia menutup keikutsertaannya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dengan berbagai pencapaian strategis untuk memperkuat kemitraan industri, membuka peluang investasi, dan memperluas akses pasar Indonesia di kawasan Eurasia. Selama empat hari penyelenggaraan pameran industri internasional tersebut, Kementerian Perindustrian memanfaatkan setiap agenda bilateral meeting, business forum, […]

expand_less