Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 26 Juli 2026 — Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Namun, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026. 

Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak serta-merta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional. 

“Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” ujar Yudho. 

Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi. 

“Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya. 

Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. 

Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus 

Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek. 

“Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. Jika tekanan energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, pasar aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi tetap bergerak volatil,” jelas Yudho. 

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pertemuan FOMC pada 28–29 Juli 2026. Meskipun pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, peluang kenaikan suku bunga pada horizon September meningkat seiring lonjakan harga minyak. 

ETF dan Regulasi Beri Sinyal Positif 

Di tengah tekanan makro, arus dana ETF Bitcoin spot memberikan sinyal yang lebih konstruktif. ETF Bitcoin mencatat inflow selama lima hari berturut-turut hingga 21 Juli 2026, menjadi rangkaianinflow pertama sejak April. ETF Ethereum juga mencatat inflow bersih pada pekan 13–17 Juli setelah sebelumnya mengalami outflow selama delapan minggu berturut-turut. 

Meski demikian, Yudho menilai pemulihan tersebut masih perlu dibaca secara hati-hati karena outflow year-to-date masih berada di sekitar US$5,2 miliar. Dengan demikian, inflow pekan ini lebihtepat dilihat sebagai pemulihan parsial, bukan pembalikan tren besar secara penuh. 

“Masuknya kembali dana ke ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi sinyal positif bagi pasar. Namun, investor tetap perlu membedakan antara pemulihan jangka pendek dan perubahan tren besar, terutama karena risiko makro masih cukup dominan,” kata Yudho. 

Dari sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data FLOQ mencatat peluang floor vote meningkat setelah hambatan terkait bahasa etika selesai, tetapi peluang RUU tersebut benar-benar disahkan masih perlu dikawal secara realistis. 

“Regulasi yang lebih jelas akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto ke depan. Namun, kemajuan prosedural belum otomatis berarti regulasi akan langsung disahkan ataulangsung berdampak besar terhadap harga aset,” ujar Yudho. 

Volatilitas Masih Berpotensi Tinggi 

Yudho menilai pasar kripto masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Arah Bitcoin pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari pergerakan harga minyak, perkembangan geopolitik, ekspektasi suku bunga The Fed, hingga keberlanjutan inflow ETF Bitcoin spot. 

Dari pasar domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada RDG 21–22 Juli 2026. Rupiah juga menguat tipis ke kisaran Rp17.909–Rp17.917 per dolar AS pada 22 Juli 2026, sementara IHSG melanjutkan penguatan ke level 6.374. 

Meski kondisi domestik menunjukkan perbaikan, Yudho menilai investor tetap perlu mencermati tekanan eksternal yang dapat mempengaruhi pasar aset berisiko, termasuk kripto. Dalam kondisipasar yang masih dinamis, investor perlu memahami bahwa pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar, tetapi juga faktor makroekonomi, kebijakan moneter, arus dana institusional, dan risiko geopolitik. 

“Peluang pasar kripto tetap terbuka, terutama jika inflow ETF berlanjut dan tekanan geopolitik mulai mereda. Namun, dalam kondisi yang masih penuh ketidakpastian, disiplin manajemen risikomenjadi sangat penting. Investor sebaiknya tidak hanya melihat potensi kenaikan harga, tetapi juga memahami faktor-faktor yang dapat memicu volatilitas,” ujar Yudho. 

Edukasi Jadi Kunci bagi Investor 

Menghadapi pasar kripto yang masih fluktuatif, Yudho mengimbau investor untuk tetap disiplin, melakukan riset mandiri, dan menghindari keputusan investasi yang hanya didasarkan pada sentimenjangka pendek. Strategi investasi juga perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan keuangan, serta pemahaman masing-masing investor terhadap aset yang dipilih. 

“Dalam pasar kripto, volatilitas adalah hal yang perlu dipahami, bukan dihindari tanpa strategi. Investor perlu melihat pergerakan harga secara lebih rasional, tidak terbawa euforia jangka pendek, dan tetap menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. Untuk investor jangka panjang, strategi seperti dollar cost averaging (DCA) masih dapat menjadi pendekatan yang relevan, selama dilakukan secara konsisten dan disertai pemahaman risiko yang memadai,” jelas Yudho. 

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan literasi aset digital, FLOQ menyediakan FLOQ Academy yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Melalui platform edukasi ini, pengguna dapat mempelajari dasar-dasar kripto, memahami dinamika pasar, serta membangun kebiasaan riset sebelum mengambil keputusan investasi. 

*** 

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 24 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitasharga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu. 

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profilrisiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto. 

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Memisahkan uang pribadi dan uang usaha adalah salah satu langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha mengelola keuangan dengan lebih rapi. Sayangnya, masih banyak UMKM dan pemilik bisnis yang menggunakan satu rekening untuk semua transaksi. Akibatnya, pemasukan usaha, belanja operasional, hingga kebutuhan pribadi bercampur menjadi satu. Kondisi ini membuat keuntungan bisnis sulit dihitung. Bahkan, tidak […]

  • QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi

    QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Meningkatnya minat terhadap trading emas mendorong kebutuhan edukasi yang lebih praktis. Melalui QuickPro Meet Up Bandung 2026, QuickPro membekali trader dengan strategi, analisa pasar, dan dukungan komunitas agar mampu mengambil keputusan trading secara mandiri serta tidak lagi bergantung pada sinyal trading. Kebutuhan Edukasi Trading Emas Terus Meningkat BANDUNG – Meningkatnya minat masyarakat terhadap trading emas […]

  • Valbury Tawarkan Tiga Tipe Akun untuk Sesuaikan Biaya Transaksi dengan Profil Risiko Trader

    Valbury Tawarkan Tiga Tipe Akun untuk Sesuaikan Biaya Transaksi dengan Profil Risiko Trader

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Tipe akun Alpha, Sirius, dan Vega ditujukan untuk membantu trader memilih struktur biaya yang sesuai dengan modal, frekuensi transaksi, dan toleransi risikonya. JAKARTA, Juni 2026. PT Valbury Asia Futures (Valbury), perusahaan pialang berjangka yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), menyediakan tiga tipe akun transaksi, yaitu Alpha, Sirius, […]

  • KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Api Aman Pasca Gempa 4,9M di Selatan Sukabumi

    KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Api Aman Pasca Gempa 4,9M di Selatan Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Minggu, 19 Juli 2026 KAI Daop 2 Bandung Pastikan Perjalanan Kereta Api Aman Pasca Gempa 4,9M di Selatan Sukabumi Bandung (Jawa Barat), 19 Juli 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 Bandung tetap aman pasca terjadinya gempa […]

  • Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Net
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem yang mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berpartisipasi dalam InnoVibes 2026, forum inovasi yang diinisiasi oleh DKST ITB sebagai wadah kolaborasi antara […]

  • MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi

    MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5% atau setara sekitar 2 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target ini dicanangkan di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat seiring progam hilirisasi mineral strategis nasional. Division Head of Sustainability MIND ID, […]

expand_less