Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam kesempatan yang sama mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau.

Jakarta, 24 Juni 2026 – Mimpi memiliki rumah bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) semakin terbuka lebar. BP Tapera memaparkan skema
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan masa cicilan hingga 40 tahun dalam
Rapat Komite Tapera yang digelar di Kementerian Keuangan, Rabu (24/6).

Dengan masa cicilan yang lebih panjang,
angsuran rumah subsidi diperkirakan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar
Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Skema ini diharapkan dapat membantu
lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan sekitar Rp2,8 juta
per bulan, untuk memiliki rumah pertama.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho,
menjelaskan bahwa perpanjangan tenor hingga 40 tahun akan memperluas jangkauan
penerima manfaat rumah subsidi karena kemampuan bayar masyarakat menjadi lebih
baik.

“Semakin panjang masa cicilan, semakin
ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang
selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki
peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi,” ujar Heru.

Dalam usulan tersebut, suku bunga tetap rumah
subsidi tetap dipertahankan, yaitu sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6
persen untuk rumah susun selama masa pembiayaan berlangsung. Dengan skema ini,
masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan suku bunga di masa
mendatang.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri
Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait.
Menurutnya, inovasi pembiayaan perumahan diperlukan agar semakin banyak
masyarakat dapat mengakses rumah layak huni.

“Ada target besar yang harus kita capai.
Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini
merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah,”
kata Maruarar.

Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga
menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi
penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan
berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam
kesempatan yang sama mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama
dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah
satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang
terjangkau.

Sementara itu, Anggota Komite Tapera Purbaya
Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hunian yang dibangun,
khususnya rumah susun. Ia berharap masyarakat mulai melihat rumah susun sebagai
hunian yang nyaman, modern, dan layak untuk ditinggali.

Dalam rapat tersebut, BP Tapera juga
mengajukan sejumlah dukungan yang diperlukan untuk implementasi program, antara
lain penyesuaian kuota rumah susun subsidi, dukungan regulasi terkait perubahan
tenor KPR subsidi hingga 40 tahun, serta penyesuaian premi asuransi 

Selain membahas berbagai inovasi pembiayaan, BP Tapera juga melaporkan
capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang
tahun 2026. Hingga 23 Juni 2026,
sebanyak 81.286 unit rumah yang sudah direalisasikan, ditambah dengan 21.735
unit rumah yang sudah akad kredit. Sehingga total realisasi hingga saat ini
mencapai 103.003 unit rumah FLPP.

Untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit
rumah hingga akhir tahun, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah
percepatan. Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan
kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan
serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye
bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan.

Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan
koordinasi dengan asosiasi pengembang serta memperkuat sinkronisasi data
kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan
lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera
optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki
rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Jusuf Anwar,
Kementerian Keuangan ini dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait bersama dengan Anggota
Komite Tapera lainnya, yaitu : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri
Ketenagakerjaan, Yassierli, serta unsur Profesional, Eko Djoeli Heripoerwanto.

Sedangkan dari pihak BP Tapera, hadir secara lengkap
jajaran pimpinan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera, yaitu Komisioner
BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama dengan Deputi Komisioner Bidang
Pemanfaatan Dana, Sid Herdi Kusuma; Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana,
Sugiyarto; Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana, Doddy Bursman; serta Deputi
Bidang Hukum dan Administrasi, Wilson Lie Simatupang.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply […]

  • Reksa Dana untuk Tujuan Jangka Pendek, Apa Saja Tujuannya?

    Reksa Dana untuk Tujuan Jangka Pendek, Apa Saja Tujuannya?

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Reksa dana jangka pendek dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan dana untuk kebutuhan dalam waktu relatif singkat. Produk ini umumnya dipilih untuk tujuan keuangan dalam rentang sekitar satu hingga tiga tahun, dengan tetap memahami bahwa nilai investasi dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar. Kini, investasi reksa dana jangka pendek juga […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Jadi Pemasok Industri

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Jadi Pemasok Industri

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pandai besi agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri perkebunan kelapa sawit. Setelah sukses membina pelaku usaha pandai besi di Provinsi Riau, perusahaan kini memperluas program serupa di […]

  • POST Hadir sebagai Solusi POS untuk Operasional Restoran

    POST Hadir sebagai Solusi POS untuk Operasional Restoran

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kebutuhan operasional restoran yang serba cepat, sistem POS membantu mengelola transaksi, dapur, dan laporan bisnis dalam satu platform, sehingga operasional menjadi lebih efisien dan terukur. Industri makanan dan minuman terus berkembang dengan tuntutan layanan yang semakin cepat. Restoran kini tidak hanya melayani pelanggan makan di tempat, tetapi juga pesanan takeaway, delivery, hingga […]

  • Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru

    Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Amagra hadir dengan karakter musikal yang dibangun melalui proses kreatif yang mengutamakan kualitas, cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, dan keberanian untuk memiliki warna sendiri. Amagra, penyanyi remaja asal Indonesia, memperkenalkan Butterflies, sebuah album yang menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya bersama Ninenote Music. Di tengah lanskap musik yang bergerak cepat dan tren yang silih berganti, […]

  • Public

    Dukung Gaya Hidup Aktif, BRI Region 11 Yogyakarta Hadirkan Promo Tiket K24 Run 2026 melalui BRImo

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BRI kolaborasi dengan K24 Run 2026 melalui BRImo Yogyakarta, 20 Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRImo menghadirkan promo spesial pembelian tiket K24 Run 2026 sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan transaksi digital sekaligus mendukung gaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat. Ajang lari tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober […]

expand_less