Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Fee Marketplace Makin Mencekik? Coba Beralih ke WhatsApp CRM

Fee Marketplace Makin Mencekik? Coba Beralih ke WhatsApp CRM

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Marketplace telah menjadi salah satu channel utama bagi banyak bisnis untuk mendapatkan pelanggan. Namun, di balik kemudahan tersebut, banyak pelaku usaha mulai menghadapi tantangan baru, mulai dari kenaikan biaya admin, biaya layanan, hingga persaingan harga yang semakin ketat.

Akibatnya, margin keuntungan bisnis semakin tertekan. Tidak sedikit perusahaan yang mulai mencari cara untuk membangun channel penjualan sendiri agar dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan dan memiliki kontrol yang lebih besar terhadap proses penjualan.

Mengapa Ketergantungan pada Marketplace Bisa Menekan Profit Bisnis?

Semakin besar penjualan di marketplace, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan bisnis. Selain biaya admin dan layanan, banyak penjual juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan agar produknya tetap terlihat di tengah persaingan yang ketat.

Di sisi lain, bisnis juga memiliki keterbatasan dalam mengelola hubungan dengan pelanggan. Data pelanggan umumnya berada di dalam ekosistem marketplace sehingga perusahaan sulit membangun komunikasi jangka panjang dan mendorong pembelian berulang.

Ketika seluruh aktivitas penjualan bergantung pada satu platform, bisnis juga menjadi lebih rentan terhadap perubahan kebijakan, kenaikan biaya, atau perubahan algoritma yang dapat mempengaruhi performa penjualan.

Bagaimana Cara Membangun Channel Penjualan di Luar Marketplace?

Untuk mengurangi ketergantungan pada marketplace, banyak bisnis mulai membangun channel penjualan yang mereka miliki sendiri. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana komunikasi dan penjualan langsung kepada pelanggan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membangun channel penjualan di luar marketplace antara lain:

● Mengumpulkan database pelanggan sendiri.

● Mengarahkan pelanggan ke WhatsApp Business.

● Membangun komunikasi yang lebih personal.

● Mengotomasi follow-up pelanggan.

● Mengelola data pelanggan melalui CRM.

● Mengukur performa penjualan dan konversi.

Dengan memiliki channel sendiri, bisnis dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, meningkatkan peluang repeat order, dan mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga.

Mengapa WhatsApp CRM Barantum Menjadi Alternatif untuk Mengelola Penjualan?

WhatsApp menjadi salah satu channel yang efektif untuk membangun hubungan langsung dengan pelanggan. Namun, ketika jumlah pelanggan semakin banyak, mengelola percakapan dan proses penjualan secara manual dapat menjadi tantangan tersendiri.

Melalui WhatsApp CRM Barantum, bisnis dapat mengelola seluruh aktivitas penjualan dan komunikasi pelanggan dalam satu platform terintegrasi.

Keunggulan WhatsApp CRM Barantum untuk bisnis meliputi:

● Mengelola seluruh percakapan pelanggan dalam satu dashboard.

● Menyimpan data pelanggan secara otomatis.

● Distribusi chat dan leads ke tim sales.

● Broadcast dan follow-up pelanggan yang lebih terukur.

● Dashboard penjualan dan performa tim secara real-time.

● Integrasi dengan Omnichannel dan AI Agent.

Membangun channel penjualan sendiri bukan berarti meninggalkan marketplace sepenuhnya, tetapi menciptakan sumber penjualan yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan. Dengan WhatsApp CRM, bisnis dapat memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, mengelola data secara mandiri, dan meningkatkan peluang konversi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada marketplace.

Jika biaya marketplace mulai menggerus margin bisnis Anda, mungkin saatnya mempertimbangkan strategi penjualan yang lebih mandiri. Dengan WhatsApp CRM Barantum, Anda dapat membangun channel penjualan sendiri, mengelola pelanggan secara lebih efektif, dan menciptakan hubungan jangka panjang yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mabar ke Komunitas: Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di IPB, Satukan Mahasiswa Bogor Lewat Esports

    Dari Mabar ke Komunitas: Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di IPB, Satukan Mahasiswa Bogor Lewat Esports

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Turnamen terbuka untuk mahasiswa ini hadir di awal tahun akademik. Membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk membanun komunitas, mengasah kemampuan dan mengenal peluang karir di industri esports Bogor, 29 Agustus 2026 – Tahun ajaran baru biasanya dimulai dengan mencari teman baru, mengenal lingkungan kampus dan menemukan komunitas yang punya minat serupa. Bagi sebagian mahasiswa, salah […]

  • FLOQ Catat 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Keuangan On-Chain Bersama AWS

    FLOQ Catat 1,8 Juta Pengguna, Perkuat Ekosistem Keuangan On-Chain Bersama AWS

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Agustus 2026 — Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas.  Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto.  “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026.  Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain.  Secara global, nilai transaksi stablecoin disebut telah mencapai sekitar US$33 triliun sepanjang 2025, tumbuh 72% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai aset dunia nyata yang telah ditokenisasi dan ditempatkan secara on-chain telah melampaui US$35 miliar.  Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa teknologi blockchain tidak lagi terbatas pada perdagangan aset kripto. Infrastruktur on-chain mulai digunakan untuk pembayaran, tokenisasi surat berharga, dana investasi, komoditas, deposito, hingga pengembangan sistem keuangan yang dapat diprogram.  “Pertanyaannya bagi Indonesia bukan lagi apakah layanan keuangan akan bergerak secara on-chain, tetapi siapa yang akan membangun jembatan menuju ekosistem tersebut,” kata Yudho.  Pertumbuhan FLOQ  Di tengah pertumbuhan industri tersebut, FLOQ mencatat perkembangan bisnis yang signifikan sejak proses pembangunan platform dimulai pada Januari 2025. Perusahaan kemudian meluncurkan platformnya pada Mei 2025 atau sekitar empat bulan setelah proses pengembangan dimulai.  Pada hari peluncuran, platform FLOQ menerima lebih dari 600.000 trafik secara bersamaan. FLOQ juga menjadi aplikasi dengan jumlah unduhan tertinggi di Indonesia pada […]

  • Public

    R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BRI Region 6 menetapkan R. Aditya Soeparno Putra sebagai Change Agent Koordinator (CAK) BRI Region 6 periode 2026–2027. Terpilihnya R. Aditya menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam memperkuat peran Change Agent sebagai penggerak perubahan serta budaya kerja positif di lingkungan BRI. Dalam menjalankan tugasnya sebagai CAK, R. Aditya Soeparno Putra akan didampingi oleh […]

  • Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari

    Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Hati atau liver adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh yang bekerja tanpa henti untuk menyaring racun, membantu proses metabolisme, menyimpan energi, hingga memproduksi berbagai zat yang dibutuhkan tubuh. Sayangnya, ketika hati mengalami gangguan, gejalanya sering kali tidak disadari. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah hepatitis, yaitu peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh […]

  • Drife Menjadi UiPath Platinum Partner untuk Mendorong Adopsi Agentic Automation di Indonesia

    Drife Menjadi UiPath Platinum Partner untuk Mendorong Adopsi Agentic Automation di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Merespons lonjakan kebutuhan korporasi terhadap teknologi otonom, Drife, anak usaha IDstar Group, secara resmi mengumumkan pencapaiannya sebagai UiPath Platinum Partner dan Agentic Automation Fast Track Partner. Pengakuan ini sekaligus mempertegas komitmen Drife dalam menjawab urgensi adopsi agentic AI di Indonesia—di mana 90% eksekutif IT bersiap meningkatkan efisiensi proses bisnis mereka—serta menangkap potensi ekonomi global yang […]

  • Public

    BINUS @Malang Dorong Semangat Kewirausahaan Mahasiswa Lewat BESTARI FESTIVAL 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Malang, 17 Oktober 2026 –Memulai bisnis di usia muda menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar memahami kebutuhan pasar. Namun, membangun usaha tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang menarik. Pelaku bisnis juga perlu memperkenalkan produknya kepada masyarakat, membangun kepercayaan konsumen, dan menemukan peluang untuk memperluas jangkauan pasar. Pengalaman inilah yang menjadi bagian […]

expand_less