Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), mempercepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurut dia, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri.

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional.

Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ujar Abdul Rivai, Kamis (17/9/2026).

Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri.

“Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.

Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif.

Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Pada saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah.

Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra.

Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi.

Sementara itu, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya.

Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis.

Abdul Rivai mengatakan keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional.

Namun, menurut dia, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru.

“Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri.

“Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” katanya.

Melalui optimalisasi aset tersebut, PTPN I (Persero) memperkuat transformasi bisnis dari sekadar produksi komoditas menuju pengembangan agribisnis yang lebih terintegrasi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi PTPN I (Persero) sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi nasional, dengan mengarahkan aset perkebunan untuk mendukung swasembada pangan, kemandirian energi, penciptaan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • deGadai Resmikan Cabang Pondok Indah dan Kalibata City, Hadirkan Free Entrupy serta Layanan Gadai dan Jual Beli Tas Branded

    deGadai Resmikan Cabang Pondok Indah dan Kalibata City, Hadirkan Free Entrupy serta Layanan Gadai dan Jual Beli Tas Branded

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PT deGadai Solusi Digital resmi membuka dua cabang baru di Jakarta Selatan, yaitu di Menara Pondok Indah dan Apartemen Kalibata City. Kehadiran kedua cabang ini bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan berbasis aset yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. deGadai menyediakan berbagai layanan, mulai dari gadai tas branded, jam tangan mewah, kendaraan, BPKB, emas, gadget, hingga […]

  • Bayar Listrik, Air, dan Internet dalam Satu Aplikasi, Lebih Praktis untuk Kebutuhan Bulanan

    Bayar Listrik, Air, dan Internet dalam Satu Aplikasi, Lebih Praktis untuk Kebutuhan Bulanan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Tagihan bulanan sering datang hampir bersamaan. Mulai dari listrik, air, internet, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Kalau dibayar melalui aplikasi yang berbeda, prosesnya bisa terasa lebih repot karena harus berpindah-pindah platform. Kini, berbagai tagihan dapat dikelola dalam satu aplikasi sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis dan pengeluaran bulanan lebih mudah dipantau. Kenapa Perlu Membayar Tagihan Tepat […]

  • Menunggangi Volatilitas Pertengahan Pekan: Cara Aman Meraih Cuan Saat Rilis Data Ekonomi

    Menunggangi Volatilitas Pertengahan Pekan: Cara Aman Meraih Cuan Saat Rilis Data Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan pekan, dinamika pasar keuangan internasional sering kali berada pada tingkat volatilitas tertinggi. Hari-hari di pertengahan hingga akhir pekan biasanya menjadi jadwal rutin rilis berbagai indikator ekonomi utama, mulai dari laporan cadangan energi mingguan, data ketenagakerjaan, hingga keputusan kebijakan moneter dan suku bunga dari bank sentral global. Bagi para pelaku pasar, pengumuman data makroekonomi […]

  • KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI

    KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT Railink (KAI Bandara) menghadirkan promo spesial “Bayar Tiket Cuma 81%” bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan menggunakan layanan KA Bandara di wilayah Medan dan Yogyakarta. Promo ini menjadi bagian dari semangat KAI Bandara dalam menyambut kemerdekaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui layanan […]

  • Public

    Biaya Hidup Sebulan Rp3 Juta, Masih Bisa Nabung?

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Mengatur keuangan dengan anggaran Rp3 juta per bulan tetap memungkinkan untuk menyisihkan uang, selama pengeluaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Biaya tempat tinggal, makan, transportasi, hingga kebutuhan pribadi bisa berbeda untuk setiap orang, sehingga pembagian anggaran perlu dibuat secara realistis. Bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, misalnya, biaya hidup dapat cukup beragam. […]

  • Public

    Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Segitiga Senen menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Segitiga Senen. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BCF menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk membangun kedekatan, mempererat engagement, sekaligus menumbuhkan semangat […]

expand_less