Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » MIND ID Perkuat Dekarbonisasi Grup Lewat Penurunan Emisi dan Peningkatan Energi Terbarukan

MIND ID Perkuat Dekarbonisasi Grup Lewat Penurunan Emisi dan Peningkatan Energi Terbarukan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat langkah dekarbonisasi di tengah percepatan program hilirisasi mineral nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), hingga konversi menuju energi rendah karbon untuk memastikan ekspansi industri tetap sejalan dengan target keberlanjutan.

Di tengah pengembangan berbagai proyek hilirisasi, MIND ID menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 15,5 persen atau setara sekitar 2 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target tersebut dipasang meski kebutuhan energi operasional grup diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030 atau naik lebih dari 90 persen. Tanpa intervensi, emisi GRK diperkirakan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e pada periode yang sama.

Peningkatan kebutuhan energi tersebut sejalan dengan pengembangan sejumlah proyek strategis, mulai dari tambang baru di Kalimantan, pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut.

Untuk menekan emisi, MIND ID menjalankan sejumlah strategi dekarbonisasi. Langkah pertama dilakukan melalui konversi menuju bahan bakar rendah karbon, mulai dari peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, penggantian High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), hingga optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN.

Di tingkat operasional, PT Bukit Asam Tbk telah menggunakan Bucket Wheel Excavator (BWE) pada kegiatan coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim untuk menggantikan dump truck berbahan bakar fosil. Inisiatif tersebut mampu menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun.

Sementara itu, PT Indonesia Asahan Aluminium melakukan konversi bahan bakar dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant, yang menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional.

Penguatan dekarbonisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. PT Indonesia Chemical Alumina menerapkan co-firing biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara yang mampu menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.

Adapun PT Timah Tbk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.

Selain pengurangan emisi secara langsung, MIND ID juga mengembangkan skema carbon offset melalui proyek berbasis alam (nature-based solutions), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.

Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah dekarbonisasi yang dijalankan MIND ID layak diapresiasi karena dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan bauran energi terbarukan hingga peningkatan efisiensi operasional.

“Hari ini, apa yang dilakukan oleh MIND ID menurut saya perlu diapresiasi dalam tiga konteks, yaitu mitigasi, adaptasi, dan efisiensi. Mereka meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai bagian dari mitigasi. Selain itu, mereka juga mendorong efisiensi,” kata Eddy.

Menurut Eddy, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah penting, terutama bagi industri pengolahan dan pemurnian mineral yang memiliki tingkat emisi tinggi.

“Saya kira sangat positif. Pemanfaatan EBT sangat penting, terutama di sektor-sektor yang memiliki tingkat emisi karbon tinggi, seperti smelter. Smelter termasuk kategori hard-to-abate industries, yaitu industri yang memang sulit menurunkan emisi karbonnya,” ujarnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

    Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Juli 2026 – Pasar aset kripto memasuki awal Juli dengan volatilitas yang masih tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis penting, yaitu 200 – week Moving Average (MA), sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$61.000 – 62.000. Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar juga dihadapkan pada sejumlah katalis besar, mulai dari arus keluar […]

  • LRT Jabodebek Ubah Stasiun Menjadi Ruang Publik, Music on Track Hadirkan Pengalaman Baru bagi Pengguna

    LRT Jabodebek Ubah Stasiun Menjadi Ruang Publik, Music on Track Hadirkan Pengalaman Baru bagi Pengguna

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek terus mengembangkan layanan dengan mentransformasi stasiun tidak hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman, hidup, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan pengalaman pengguna (customer experience) agar perjalanan menggunakan transportasi publik menjadi semakin menyenangkan tanpa mengurangi fokus utama pada keselamatan, keamanan, […]

  • 6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International

    6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Dengan pesatnya perkembangan teknologi global sekarang, perusahaan global mencari talenta yang mampu memadukan keterampilan teknis dengan perspektif internasional agar mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan di pasar global. Nah, di sinilah program Computer Science di BINUS International hadir sebagai jawaban. Dengan kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri modern dan pengalaman belajar berskala internasional, jurusan ini […]

  • Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

    Penggunaan AI Tembus 45 Miliar Sesi per Bulan, Cara Konsumen Cari Informasi Mulai Berubah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari dan mengakses informasi terus meningkat. Perkembangan ini mulai mengubah cara konsumen menemukan jawaban, dari yang sebelumnya mengandalkan pencarian melalui berbagai situs web, menjadi langsung berinteraksi dengan sistem AI yang mampu merangkum informasi secara instan. Perubahan tersebut terlihat dari riset terbaru Graphite yang menunjukkan bahwa volume sesi penggunaan AI secara […]

  • BRI Region 6 Gelar Operational Enhancement Project untuk Tingkatkan Kompetensi Manager Operasional & Layanan

    BRI Region 6 Gelar Operational Enhancement Project untuk Tingkatkan Kompetensi Manager Operasional & Layanan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BRI Region 6 menyelenggarakan program Operational Enhancement Project (OEP) bagi para Manager Operasional & Layanan (MOL) dari berbagai unit kerja di wilayah Region 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas pengelolaan operasional dan layanan di seluruh jaringan kerja BRI. Pelaksanaan pendidikan OEP dirancang untuk membekali […]

  • BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

    BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Net
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan yang masih dibayangi tingginya biaya dana serta kompetisi pasar yang semakin ketat. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 511 basis poin (bps) secara year-on-year (YoY). Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri […]

expand_less