Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Indonesia dan India: Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Asia

Indonesia dan India: Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Asia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono*

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk membawa salah satu hubungan tertua di Asia menuju kemitraan strategis yang lebih kuat dan relevan bagi abad ke-21.

Indonesia dan India telah terhubung selama lebih dari dua ribu tahun. Jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern, para pedagang, cendekiawan, dan pelaut telah melintasi Samudra Hindia, membawa perdagangan, kebudayaan, filsafat, ilmu pengetahuan, serta berbagai gagasan yang ikut membentuk peradaban kedua bangsa. Ikatan sejarah tersebut kini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kemitraan baru yang berfokus pada inovasi, investasi, pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 telah membuka babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis sekaligus menunjukkan komitmen kuat dari kedua pemerintah untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor. Kini, kunjungan balasan Perdana Menteri Modi memberikan kesempatan untuk menerjemahkan berbagai kesepakatan tersebut menjadi langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Saat ini, perekonomian global tengah mengalami perubahan struktural yang sangat mendasar. Rantai pasok dunia sedang mengalami penataan ulang, teknologi digital mengubah berbagai sektor industri, perubahan demografi menciptakan peluang ekonomi baru, sementara dinamika geopolitik mendorong banyak negara untuk mendiversifikasi kemitraan ekonominya. Dalam situasi seperti ini, Indonesia dan India justru memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

India telah berkembang menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Keberhasilannya dalam bidang teknologi informasi, infrastruktur publik digital (Digital Public Infrastructure), industri farmasi, rekayasa teknik, teknologi antariksa, serta kewirausahaan telah mendapat pengakuan dunia. Pada saat yang sama, India juga berhasil menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh berdampingan dengan sistem demokrasi yang kuat serta sektor swasta yang dinamis.

Sementara itu, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang dianugerahi sumber daya alam melimpah, posisi geografis maritim yang sangat strategis, stabilitas politik, serta populasi muda yang besar. Yang lebih penting lagi, Indonesia kini memasuki fase transformasi industri dengan beralih dari ketergantungan pada ekspor komoditas menuju pengembangan industri hilirisasi, manufaktur berteknologi maju, energi terbarukan, layanan kesehatan, ekonomi digital, dan berbagai sektor ekonomi berbasis pengetahuan.

Dalam konteks tersebut, hubungan ekonomi Indonesia dan India seharusnya tidak dipandang sebagai hubungan yang saling bersaing. Sebaliknya, kedua negara memiliki karakteristik ekonomi yang secara alami saling melengkapi. Indonesia menawarkan kawasan industri, infrastruktur logistik, akses strategis menuju pasar ASEAN, sumber daya energi yang melimpah, serta peluang investasi jangka panjang. Di sisi lain, India memiliki sumber daya manusia kelas dunia, kemampuan teknologi yang unggul, keahlian rekayasa, inovasi digital, sektor kesehatan yang berkembang pesat, serta talenta kewirausahaan yang telah terbukti di tingkat global. Ketika seluruh keunggulan tersebut dipadukan, Indonesia dan India akan tumbuh jauh lebih kuat bersama dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.

Berdasarkan pengalaman saya membangun Kota Jababeka selama lebih dari tiga dekade, saya belajar bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun sebuah ekosistem yang utuh, di mana kawasan industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian, fasilitas kesehatan, kawasan hunian, dan masyarakat dapat berkembang secara bersama-sama. Pendekatan ekosistem inilah yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, tahap berikutnya dalam kerja sama Indonesia dan India perlu bergerak melampaui perdagangan tradisional. Kedua negara perlu bersama-sama membangun ekosistem inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Terdapat sejumlah bidang yang sangat menjanjikan untuk segera dipercepat melalui kerja sama yang lebih konkret.

Pertama adalah pengembangan industri. Perusahaan-perusahaan manufaktur India yang ingin memperluas operasinya ke Asia Tenggara dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang strategis. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan Indonesia juga dapat memanfaatkan keunggulan India dalam bidang rekayasa teknik serta jaringan bisnis global yang dimilikinya.

Kedua adalah layanan kesehatan dan ilmu hayati (life sciences). Indonesia saat ini terus meningkatkan investasi di bidang pendidikan kedokteran dan penelitian kesehatan. Kerja sama dengan berbagai institusi medis terkemuka di India dapat mempercepat pengembangan riset bersama, teknologi kesehatan, industri farmasi, telemedisin, hingga inovasi layanan kesehatan yang terjangkau dan dapat memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat.

Ketiga adalah pendidikan tinggi dan pengembangan talenta. Perguruan tinggi perlu menjadi jembatan strategis yang memperkuat hubungan kedua negara. Program pertukaran mahasiswa, pusat riset bersama, program gelar ganda (dual degree), kolaborasi antar-dosen, penelitian kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga pendidikan kewirausahaan akan menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh berbagai industri masa depan.

Keempat adalah ekonomi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ekosistem digital India yang telah diakui secara global, dipadukan dengan pesatnya pertumbuhan pasar digital Indonesia, membuka peluang kerja sama yang sangat besar dalam pengembangan aplikasi AI, teknologi finansial (fintech), keamanan siber, manufaktur cerdas (smart manufacturing), tata kelola digital (digital governance), hingga pengembangan perusahaan rintisan (startup).

Kelima adalah energi terbarukan dan keberlanjutan. Indonesia dan India sama-sama berkomitmen menjalankan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Investasi bersama pada energi surya, hidrogen hijau, teknologi baterai, kendaraan listrik, serta kawasan industri berkelanjutan tidak hanya akan mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat komitmen kedua negara terhadap pelestarian lingkungan.

Seiring Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kemitraan internasional akan memainkan peran yang semakin penting. Namun, kemitraan tersebut tidak seharusnya hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar yang lebih besar bagi produk-produk asing. Sebaliknya, kemitraan harus mampu mendorong Indonesia menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi, pengembang teknologi baru, pencetak tenaga profesional yang unggul, pusat lahirnya penemuan ilmiah, serta rumah bagi perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan kata lain, kerja sama internasional harus menjadi katalis bagi peningkatan kapasitas nasional, bukan sekadar memperluas konsumsi.

Di sisi lain, keterlibatan India dengan Indonesia juga tidak seharusnya dipandang semata-mata melalui besarnya nilai perdagangan bilateral. Hubungan kedua negara perlu dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang lebih kuat, yang bertumpu pada kemakmuran bersama, saling menghormati, nilai-nilai demokrasi, serta ketahanan ekonomi. Kemitraan yang dibangun di atas fondasi tersebut akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan hubungan yang hanya berorientasi pada transaksi perdagangan.

Dalam mewujudkan visi tersebut, sektor swasta memiliki peran yang sama pentingnya dengan pemerintah. Pemerintah dapat menyediakan arah kebijakan dan menciptakan kerangka regulasi yang kondusif, tetapi dunia usaha yang menghadirkan investasi, perguruan tinggi yang menyiapkan talenta, lembaga penelitian yang menghasilkan inovasi, dan para wirausahawan yang mengubah ide menjadi nilai ekonomi nyata. Model kolaborasi seperti inilah yang telah menjadi salah satu pelajaran utama dari berbagai negara dengan perekonomian yang berhasil berkembang secara berkelanjutan.

Ke depan, saya meyakini bahwa Indonesia dan India perlu memiliki ambisi yang lebih besar, yaitu menjadi mitra strategis dalam membangun generasi baru ekosistem industri dan inovasi di Asia. Bersama-sama, kedua negara memiliki populasi lebih dari 1,7 miliar jiwa, menjadikannya salah satu kekuatan demografi terbesar di dunia. Indonesia dan India juga merupakan dua demokrasi terbesar di dunia yang memiliki sumber daya manusia melimpah, kemampuan teknologi yang terus berkembang, kelas menengah yang semakin besar, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi. Sangat sedikit kemitraan bilateral di dunia yang memiliki kombinasi potensi sebesar ini.

Oleh karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia seharusnya tidak hanya dikenang sebagai satu lagi kunjungan kenegaraan. Kunjungan ini semestinya menjadi titik balik ketika dua peradaban besar memutuskan untuk membangun masa depan bersama—masa depan yang tidak hanya bertumpu pada sejarah panjang hubungan kedua bangsa, tetapi juga pada inovasi, kemitraan yang saling menguntungkan, serta kemakmuran bersama.

Apabila kita mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia dan India. Kerja sama tersebut juga akan memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya Asia yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi generasi-generasi yang akan datang.

*Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono adalah Pendiri Jababeka Group sekaligus Ketua Yayasan President University. Sebagai salah satu pengusaha dan pengembang kawasan terpadu terkemuka di Indonesia, ia telah lama menjadi pendukung pengembangan industri, pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan India.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tren Motor Premium Terus Tumbuh, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Mudah

    Tren Motor Premium Terus Tumbuh, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Mudah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Juni 2026 – Sepeda motor premium kini tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Kehadiran berbagai model maxi scooter hingga sport bike semakin diminati karena menawarkan kombinasi desain modern, performa tinggi, kenyamanan berkendara, serta fitur yang mendukung mobilitas aktif sehari-hari. Perubahan tren tersebut turut mendorong pertumbuhan […]

  • Uang Mengendap vs Uang Produktif, Mana yang Lebih Efisien?

    Uang Mengendap vs Uang Produktif, Mana yang Lebih Efisien?

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Uang mengendap tidak selalu buruk. Namun, jika jumlahnya terus bertambah tanpa tujuan yang jelas, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengelola dana tersebut secara lebih optimal. Banyak orang sengaja menyimpan uang di rekening untuk berjaga-jaga. Tidak ada yang salah dengan kebiasaan ini. Masalahnya, sering kali ada dana yang sebenarnya belum akan digunakan dalam waktu dekat, tetapi […]

  • Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

    Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan digital sekaligus mendukung pengembangan generasi muda Indonesia melalui partisipasinya dalam Young On Top National Conference (YOTNC) 2026 yang diselenggarakan pada 4 Juli 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Muda Sukses”. Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali menunjukkan […]

  • Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar

    Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pasar saham Amerika Serikat kembali menunjukkan performa impresif dengan indeks-indeks utama bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor masih didorong oleh pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang terus menjadi motor utama reli saham teknologi sepanjang tahun ini. Namun di balik sentimen positif tersebut, pasar juga mulai menghadapi sejumlah risiko baru yang berpotensi […]

  • Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

    Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Banyak organisasi masih bergantung pada dokumen fisik sehingga proses administrasi menjadi lambat, mahal, dan rentan terhadap pemalsuan dokumen maupun identitas. Penerapan tanda tangan elektronik tersertifikasi seperti ezSign membantu meningkatkan efisiensi, memperkuat keamanan dokumen, serta mendukung transformasi digital melalui fitur autentikasi identitas dan pencatatan aktivitas pengguna. Banyak organisasi masih mengandalkan dokumen fisik untuk proses administrasi sehari-hari. […]

  • Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

    Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juli 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol melalui metode Scrapping, Filling and Overlay (SFO) serta rekonstruksi rigid pavement di Ruas Jalan Tol Semarang. Pekerjaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan tol agar tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga pengguna jalan […]

expand_less