Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

JAKARTA – Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir
ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin
diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam
terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

Fasilitator Ekspor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa
Perdagangan  (PPEJP) Dede Saputra
mengatakan, pengusaha UMKM perlu mengubah pendekatan dari produk sebagai pusat
(product centric) menjadi kebutuhan pembeli (buyer centric) di
negara tujuan ekspor.

“Produk yang bagus saja tidak cukup. Buyer tidak hanya membeli
produk tapi keberlanjutan dan kepatuhan pada regulasi di negaranya. Pengusaha
UMKM harus paham bagaimana negara tujuan ekspor memutuskan dalam memilih
pemasok,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dia menegaskan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi Export
Bootcamp
yang merupakan rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia
(UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global.
Acara
yang diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di
bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” ini menghadirkan
lebih dari 180 UMKM dari seluruh Nusantara.

Dede yang juga Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu
melanjutkan terdapat tiga pilar yang menjadi pertimbangan buyer untuk
memilih pemasok, khususnya jika menggunakan skema Business-to-Business (B2B).

Pertama, kepatuhan regulasi dan sertifikasi. Buyer internasional, katanya,
akan melakukan mitigasi risiko seperti kontainer barang yang tertahan di bea
cukai atau pemanggilan kembali produk (recall). Untuk menghindari hal
itu, pengusaha UMKM wajib memenuhi kelayakan mutu produk dan sejumlah syarat
sertifikasi di negara tujuan.

Dia mencontohkan untuk ekspor produk pangan ke pasar China, pengusaha UMKM
wajib memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People’s
Republic of China
(GACC), sementara untuk masuk ke pasar Amerika Serikat, suatu
produk wajib memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).

Kedua, pengusaha UMKM harus memperhatikan keandalan pasokan produk. Keandalan
pasokan produk, tambahnya, terkait dengan jaminan kelancaran stok, memenuhi
standar operasional perusahaan (SOP), dan kualitas produk secara konsisten.

Dede mengingatkan ketika UMKM membawa contoh produk pada pameran
internasional atau business matching, pengusaha usaha harus bisa
memastikan pasokan jangka panjang. Ukuran keberhasilan dari pameran
internasional pertama-tama ialah mendapatkan buyer berkelanjutan, bukan
tentang produk yang laris.

“Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam
ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap
segala macamnya,” tegas Dede.

Pilar ketiga, lanjut Dede, berkaitan dengan skema perdagangan
khususnya B2B. Buyer umumnya menghitung berdasarkan satuan palet atau
kontainer dan bukan berdasarkan produk eceran. Pengusaha UMKM perlu merinci
penetapan harga, kapasitas produksi bulanan, kemampuan mesin, jumlah SDM,
manajemen pasokan, hingga biaya jalur pengiriman (forwarder).

“Perlu diingat untuk B2B, lebih dari 78% buyer mengeliminasi
calon pemasok jika spesifikasi teknis, kualitas, sertifikasi food safety,
kapasitas tidak tercantum secara transparan sejak awal,” tegasnya.

Tren Pasar Global

Dede menambahkan pengusaha UMKM juga perlu belajar untuk membaca tren
kebutuhan pasar global atau validasi pasar. Cara paling sederhana, katanya,
ialah dengan melihat produk asal Indonesia yang paling laris di pasar global.

“Siapa pembeli terbesar, bagaimana tren pertumbuhan suatu produk,
karakter produk seperti apa, termasuk mapping Indonesian Trade Promotion
Center
(ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang bisa membantu
ekspor,” jelasnya.

Selain membaca tren pasar global, pengusaha UMKM juga perlu mengecek produk
yang potensial asal Indonesia yang diterima di pasar global. Saat ini, tiga
produk UMKM Indonesia yang banyak diminati antara lain kopi, cokelat, dan
sepatu olahraga.

Selain mengubah pola pikir, Dede meminta pengusaha UMKM untuk menghindari
empat hal yang membuat produk tidak diterima pasar global. Pertama,
materi promosi atau brosur yang tidak sesuai dengan pasar negara tujuan.

“Jangan buat profil perusahaan dalam bahasa Indonesia ketika mengincar
pasar ekspor,” paparnya.

Kedua, hindari membuat klaim palsu terkait kapasitas produksi. Alih-alih
menyebut mampu memproduksi dalam skala tak terbatas, pengusaha UMKM lebih tepat
menjelaskan secara rinci kapasitas produksi riil secara jujur. Ketiga, pengusaha
UMKM juga perlu memperjelaskan minimum order quantity (MOQ) yang jelas
dan realistis.

“Terakhir, pahami ada perbedaan zona waktu dengan buyer
sehingga harus responsif ketika berkomunikasi,” imbuhnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Biaya Logistik Distributor: Hitung Ongkir Riil per Order di Odoo

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Biaya logistik yang tidak dicatat per pengiriman membuat laba tiap order sulit terlihat secara akurat. Dengan ERP Odoo, distributor dapat menempelkan biaya pengiriman pada setiap order sehingga profitabilitas bisa dipantau lebih jelas. Order masuk, barang dikirim, lalu faktur terbit. Tiga langkah itu terlihat sederhana di atas kertas. Namun biaya logistik distributor jarang benar-benar dihitung per […]

  • Sawit Nusantara Award 2026 Segera Hadir, SawitPRO Siapkan Ajang Penghargaan Terbesar di Indonesia

    Sawit Nusantara Award 2026 Segera Hadir, SawitPRO Siapkan Ajang Penghargaan Terbesar di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SawitPRO menghadirkan Sawit Nusantara Award 2026, ajang apresiasi dan kolaborasi bagi pelaku industri sawit Indonesia. Acara ini akan mempertemukan petani, koperasi, perusahaan perkebunan, supplier TBS, pabrik kelapa sawit, akademisi, pemerintah, komunitas, media, influencer, hingga tokoh sawit nasional dalam ruang diskusi, networking, dan penghargaan. Rangkaian acara akan digelar di empat kota, yaitu Jambi pada 12 Juli […]

  • 1.425 Motor Dikirim dari Yogyakarta, KAI Logistik Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Libur Panjang Pendidikan

    1.425 Motor Dikirim dari Yogyakarta, KAI Logistik Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Libur Panjang Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KAI Logistik, melalui layanan pengiriman yang berfokus pada barang ritel yaitu KALOG Express, berhasil mengakomodasi peningkatan kebutuhan pengiriman sepeda motor di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang pendidikan. Meningkatnya mobilitas mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan permintaan layanan ini. Berdasarkan tren tahunan, lonjakan pengiriman motor selama periode libur panjang pendidikan merupakan pola […]

  • 1,7 Juta Paket Terdistribusikan Hingga Juli, KAI Logistik Hadirkan Diskon Sebulan Penuh di Bulan Agustus

    1,7 Juta Paket Terdistribusikan Hingga Juli, KAI Logistik Hadirkan Diskon Sebulan Penuh di Bulan Agustus

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KAI Logistik terus menunjukkan pertumbuhan positif pada layanan pengiriman barang retail melalui layanan yang dimiliki yaitu KALOG Express. Hingga Juli 2026, KAI Logistik telah mengelola sekitar 2 juta koli barang retail, dengan sekitar 88% di antaranya merupakan komoditas berupa paket atau setara dengan 1,7 juta koli paket yang didistribusikan ke berbagai wilayah. Dari sisi volume, […]

  • Industri Akuakultur Pakistan, Asia Selatan hingga Timur Tengah Bersiap Terapkan Solusi Terlengkap dari Indonesia

    Industri Akuakultur Pakistan, Asia Selatan hingga Timur Tengah Bersiap Terapkan Solusi Terlengkap dari Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Kerja sama FisTx Indonesia dan Pak Gharo Agri & Livestock Farms hadirkan lima solusi akuakultur terintegrasi, dari teknologi sterilisasi air hingga pendampingan lapangan, untuk mendukung budidaya berkelanjutan di kawasan. YOGYAKARTA, 2026 — Pelaku industri akuakultur di Pakistan, dan kawasan Asia Selatan serta Timur Tengah pada umumnya, selama ini menghadapi tantangan serupa: kualitas air tambak yang […]

  • Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

    Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta — ndonesia’s Ministry of Higher Education, Science & Technology dan IIT Madras Global Research Foundation (IITM Global) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Agustus untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset strategis, inovasi, teknologi deep-tech, kewirausahaan, dan pengembangan talenta, sekaligus menandai langkah baru dalam penguatan kemitraan strategis India dan Indonesia. Perjanjian […]

expand_less