Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lokakarya “Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Bagi Para Petani di Kawasan Candi Cetho” berhasil diselenggarakan pada 19–20 Juni 2026 di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta memperkuat kembali nilai-nilai eco-teologi Jawa Kuno yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat agraris lereng Gunung Lawu.

Lokakarya dilaksanakan melalui penyampaian materi, Focused Group Discussion (FGD), observasi lapangan, praktik budaya, serta pemetaan ruang-ruang sakral yang berkaitan dengan sistem pertanian tradisional. Sebanyak 30 petani dari kawasan Candi Cetho terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan dan membagikan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu temuan utama dari lokakarya ini adalah bahwa masyarakat Dusun Cetho masih mempertahankan berbagai ritual agraris yang menjadi bagian dari sistem eco-teologi Jawa Kuno. Ritual seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, hingga Limolasan masih dijalankan sebagai bentuk penghormatan kepada tanah, air, tanaman pertanian, gunung, leluhur, serta kekuatan ilahi yang dipercaya menjaga keseimbangan alam.

Diskusi bersama para petani juga mengungkap bahwa setiap sesaji yang digunakan dalam ritual memiliki makna filosofis yang mendalam. Cok Bakal, Panggang Ayam Jawa, bundel dedaunan, dan sesaji lainnya bukan dipahami sebagai simbol seremonial semata, melainkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, Dewata, Danyang, Mbok Dewi Pratima dan leluhur sekaligus pengingat akan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan alam.

Selain mendokumentasikan ritual, tim lokakarya juga melakukan pemetaan lanskap budaya Dusun Cetho. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan Candi Cetho masih mempertahankan struktur ruang sakral yang utuh, meliputi kawasan candi sebagai pusat spiritual, petirtaan sebagai sumber penyucian dan kehidupan, lahan pertanian sebagai ruang penghidupan, permukiman sebagai ruang sosial budaya, serta makam leluhur sebagai penghubung antargenerasi. Keseluruhan unsur tersebut membentuk sistem kosmologi yang mencerminkan kesinambungan nilai-nilai Jawa Kuno dan praktik eco-teologi yang masih hidup hingga saat ini.

Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Cetho sesungguhnya bukan sedang menghidupkan kembali peradaban Jawa Kuno, melainkan masih menjalaninya hingga hari ini. Berbagai ritual, tata ruang sakral, penghormatan kepada alam, serta sistem pengetahuan tradisional yang tetap diwariskan menjadikan Dusun Cetho sebagai salah satu komunitas warisan budaya hidup (living heritage) yang sangat penting di Pulau Jawa.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno yang telah berhasil menggali kembali pengetahuan, tradisi, dan identitas Kampung Jawa Kuno di kawasan Candi Cetho. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Dusun Cetho menyimpan potensi luar biasa sebagai warisan budaya hidup yang perlu dijaga bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, baik dalam upaya pelestarian tradisi, revitalisasi Kampung Jawa Kuno, maupun pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya, pendidikan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Inilah salah satu langkah yang dibutuhkan Kabupaten Karanganyar untuk memperkuat identitas budayanya sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.” — Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar

Di sisi lain, lokakarya juga mengidentifikasi adanya tantangan berupa pergeseran sebagian praktik budaya akibat proses adaptasi dan akulturasi dengan tradisi lain. Perubahan tersebut terlihat pada penggunaan istilah keagamaan hingga busana pemimpin upacara keagamaan. Oleh karena itu, peserta lokakarya memandang bahwa penguatan identitas budaya Jawa Kuno menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan lokal yang telah diwariskan sejak masa akhir Majapahit.

Berdasarkan hasil lokakarya, peserta merekomendasikan agar Dusun Cetho dikembangkan sebagai pusat studi Eco-Teologi Jawa Kuno di Jawa Tengah sekaligus menjadi Cetho Living Museum, yaitu museum hidup yang menghadirkan pengalaman langsung mengenai hubungan antara budaya, spiritualitas, pertanian, dan lingkungan melalui praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat. Konsep ini diharapkan menjadi ruang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, berbagai ritual agraris yang masih hidup, seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, dan Limolasan, dinilai memiliki potensi untuk ditata bersama masyarakat sebagai bagian dari kalender budaya Kabupaten Karanganyar. Dengan tetap menjaga nilai kesakralannya, ritual-ritual tersebut dapat berkembang menjadi agenda cultural tourism dan ecotourism berbasis masyarakat yang memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Lokakarya ini diprakarsai oleh Cilik Tripamungkas, pemerhati budaya Jawa Kuno, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber Wasi Putu Sari Galung, pemuka agama Siwa Jawa Kuno, serta I Nyoman Subrata, Jero Bandesa Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali, yang membagikan pengalaman mengenai pelestarian sembilan ritual adat pertanian yang hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat adat di desanya. Pertemuan antara tradisi Jawa dan Bali ini menjadi ruang dialog untuk saling berbagi pengetahuan mengenai pelestarian warisan budaya agraris Nusantara sekaligus memperkaya perspektif dalam upaya revitalisasi eco-teologi Jawa Kuno.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, penguatan pengetahuan tradisional, serta revitalisasi nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk menegaskan bahwa pengetahuan ekologis masyarakat Jawa Kuno bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan sebuah sistem pengetahuan yang masih hidup dan tetap relevan dalam menjawab tantangan pelestarian lingkungan, ketahanan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Pengalaman masyarakat Dusun Cetho menunjukkan bahwa harmoni antara manusia, alam, leluhur, dan Yang Ilahi bukan hanya dapat dipelajari dari naskah maupun tinggalan arkeologi, tetapi masih dapat disaksikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari warisan budaya hidup Indonesia.

***

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugik.id Permudah Pengadaan Server Dell Lewat Layanan Kustomisasi Spesifikasi Fleksibel

    Gugik.id Permudah Pengadaan Server Dell Lewat Layanan Kustomisasi Spesifikasi Fleksibel

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Hadirkan solusi Build-to-Order untuk cegah pemborosan anggaran IT dan pastikan spesifikasi perangkat presisi sesuai beban kerja perusahaan. Pengadaan perangkat hardware skala enterprise sering kali dihadapkan pada dilema spesifikasi standar pabrikan: opsi yang tersedia kurang memenuhi kebutuhan teknis, atau justru memuat fitur berlebih yang membuat anggaran melambung. Mengatasi kendala tersebut, Gugik.id menghadirkan terobosan layanan Kustomisasi Spesifikasi […]

  • PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak, dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan

    PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak, dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Rokan Hilir –PTPN IV Regional , memastikan keberlangsungan masa depan keluarga almarhum Ahmad Khusairi (47), karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja pada Senin (20/7/2026). Selain memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan dan jaminan sosial, perusahaan memastikan keluarga almarhum memperoleh manfaat beasiswa pendidikan dari program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu […]

  • Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, 30 Juli 2026 — Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Rapat Percepatan Pembentukan Rancangan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Rpermendagri) tentang Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri (ITKPDN) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan strategis ini dilaksanakan guna menyepakati format regulasi, opsi keterkaitan antar-indeks penyusun, serta merumuskan […]

  • Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

    Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 25 Juni 2026 – Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.  Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan […]

  • Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Mini Soccer BRI Region 6 dengan berhasil meraih gelar Juara 1 pada ajang Geothermal League 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan kerja sama tim mampu menghasilkan […]

  • Public

    5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Belanja Online dengan Sistem Pembayaran Manual

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Belanja online memberi banyak pilihan produk tanpa harus datang langsung ke toko. Namun, ketika pembayaran dilakukan secara manual melalui transfer bank, pembeli perlu lebih teliti sebelum mengirimkan uang. Berbeda dengan pembayaran melalui sistem checkout yang biasanya terhubung langsung dengan platform, transfer manual membuat pembeli perlu memastikan sendiri informasi penerima dan nominal pembayaran. Kesalahan memasukkan rekening […]

expand_less