Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja dengan baik untuk produk seperti makanan, mainan, dan layanan belanja, yang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lain untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Namun, ada risiko ketika terlalu bergantung pada kampanye viral. Banyak kampanye lain juga berlomba-lomba mendapatkan perhatian yang sama. Sesuatu yang sebelumnya memenuhi TikTok dan WhatsApp selama dua atau tiga minggu bisa dengan cepat menghilang dari ingatan publik setelah tren berikutnya muncul.

Cara lain untuk memasarkan sebuah produk adalah dengan membangun sebuah citra. Tujuannya bukan hanya untuk menarik perhatian seseorang, tetapi memastikan bahwa pesan dan asosiasi terhadap sebuah brand tetap melekat di benak audiens.

Hal inilah yang terus dilakukan HIT melalui kampanye #IndonesiaBebasDBD pada 2026.

Marketing melalui Edukasi

Kampanye marketing yang berfokus pada edukasi dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sebuah gagasan dan sebuah produk. HIT menghubungkan produk pengendali nyamuknya dengan pencegahan demam berdarah, penyakit yang umum ditularkan melalui nyamuk.

Kampanye HIT untuk Indonesia bebas DBD mencakup berbagai artikel dan informasi edukatif mengenai bagaimana penyakit tersebut menyebar dan memengaruhi masyarakat. Konten tersebut juga tetap tersedia sejak 2024. Situs HIT memiliki fitur “Alert System” yang memungkinkan pengguna melihat kasus DBD di berbagai wilayah berdasarkan informasi yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

HIT juga menyediakan informasi mengenai produknya serta pendekatan 3M dalam pencegahan perkembangbiakan nyamuk. Alih-alih menempatkan produk sebagai pusat kampanye, HIT menempatkan kepedulian terhadap pencegahan DBD di depan apa yang mereka jual.

Hal ini kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah dedikasi tersebut menghasilkan keuntungan?

Menurut analisis yang dikutip Univest dalam pembahasannya mengenai Godrej Consumer Products, meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor dapat menjaga perhatian pemerintah dan konsumen terhadap pengendalian nyamuk, sehingga kategori ini relatif tidak terlalu rentan terhadap pengurangan pengeluaran yang bersifat diskresioner.

Karena DBD dapat berdampak pada masyarakat secara luas di Indonesia, persoalan yang menjadi dasar kampanye HIT tetap relevan. Dengan demikian, brand tidak harus terus-menerus mengubah pesannya hanya untuk mengikuti tren marketing terbaru.

Lebih dari Sekedar Marketing Stunt

Pendekatan ini juga dapat dilihat melalui kegiatan edukasi HIT di sekolah. Alih-alih membuat marketing stunt yang hanya bertujuan mendapatkan simpati, share, atau klik, brand ini juga melakukan edukasi mengenai pencegahan DBD.

Hal inilah yang membuat kegiatan mereka di sekolah terasa lebih bermanfaat dan dapat dipercaya. HIT telah mendorong edukasi mengenai pencegahan DBD, sekaligus membangun citra sebagai brand pengendali hama yang dapat diandalkan dan memperhatikan kesehatan, bukan sekadar mempromosikan sebuah produk.

Perbedaan antara marketing yang hanya menarik perhatian dan kampanye yang berkelanjutan pada akhirnya bergantung pada apa yang ingin diingat oleh konsumen.

Sebuah iklan viral mungkin membuat orang mengingat iklannya. Namun, sebuah kampanye jangka panjang dapat membuat orang mengingat masalah yang diangkat, pesan yang disampaikan, dan pada akhirnya peran sebuah produk dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Ketika mempertimbangkan produk mana yang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, penting untuk melihat bagaimana produk tersebut dipasarkan. Memahami apa yang ingin brand tanamkan dalam pikiran dan keyakinan konsumen dapat membantu masyarakat menilai produk yang mereka pilih dan manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

Bagi HIT, tujuannya tampaknya lebih dari sekadar menjual produk pengendali nyamuk. Dengan secara konsisten menghubungkan brand dengan kesadaran dan pencegahan DBD, HIT membangun sebuah citra yang tetap relevan bahkan setelah tren viral terbaru menghilang.

Pada akhirnya, marketing yang kuat bukan hanya tentang membuat orang melihat sebuah brand, tetapi tentang membuat mereka mengingat mengapa brand tersebut penting.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Investasi 46,85% pada Semester I-2026

    BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Investasi 46,85% pada Semester I-2026

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 September 2026 – Kebutuhan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas dan mendukung pengembangan bisnis masih menjadi salah satu ruang pertumbuhan bagi industri pembiayaan. Di tengah kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan pembiayaan investasi sebesar 46,85% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja positif BRI Finance […]

  • Public

    Prudential Syariah Dukung Syariah Financial Fair OJK di Aceh, Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Buka Peluang bagi UMKM

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Oktober 2026 — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) pada 9-11 Oktober di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Acara ini merupakan kegiatan lanjutan dari Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS) 2026 yang diselenggarakan oleh OJK. Dalam kegiatan ini, terdapat pameran jasa keuangan […]

  • MyRepublic Air Rayakan Kemerdekaan Promo Internet 5G FWA Rp170.845 untuk 2 Bulan

    MyRepublic Air Rayakan Kemerdekaan Promo Internet 5G FWA Rp170.845 untuk 2 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 — Masih dalam semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, MyRepublic Air menghadirkan promo internet super cepat berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) 100 Mbps seharga Rp170.845 untuk 2 bulan, spesial bagi masyarakat Indonesia yang menginginkan koneksi internet cepat, stabil, dan tanpa batas untuk mendukung berbagai aktivitas digital sehari-hari. Merayakan kemerdekaan, pelanggan […]

  • Public

    Tigo AI Resmi Diluncurkan sebagai Platform Periklanan Berbasis AI

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Tigo AI resmi diluncurkan sebagai platform periklanan berbasis AI yang membantu UMKM, online seller, brand, marketer, dan perusahaan membuat materi promosi digital dengan lebih praktis. Platform ini mendukung proses mulai dari ide konten, pembuatan visual dan video, hingga variasi materi iklan untuk kebutuhan digital marketing. Tigo AI hadir untuk menyederhanakan proses produksi advertising agar bisnis […]

  • Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen

    Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, 14 September 2026 — Pasar modal Indonesia kedatangan hampir sepuluh juta pemilik rekening baru sepanjang tahun ini. Bursa Efek Indonesia mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) menyentuh 30.274.265 pada 7 Agustus 2026, bertambah 48,78 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Sekitar 54 persen di antaranya belum berusia 30 tahun. Kecepatan itu tidak diimbangi pemahaman. Data […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Konektivitas Ekosistem Pelabuhan Melalui Pertumbuhan Kinerja Semester I 2026

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Konektivitas Ekosistem Pelabuhan Melalui Pertumbuhan Kinerja Semester I 2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional pada sejumlah lini bisnis utama sepanjang Semester I Tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan terminal, pengelolaan properti dan marina guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional. Direktur Operasi & Teknik PSL, Bobby Hardian, menyampaikan […]

expand_less