Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap industri kripto kembali menjadi perhatian investor, khususnya pemegang XRP, aset digital yang dikembangkan dalam ekosistem Ripple. Pada Maret 2025, Trump memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto nasional AS. Namun, kebijakan resmi yang kemudian diterbitkan pemerintah menunjukkan bahwa posisi XRP tidak sama dengan Bitcoin.

Pertanyaan mengenai dukungan Trump terhadap XRP menjadi penting karena pernyataan pemerintah AS dapat memengaruhi sentimen pasar kripto. Meski demikian, investor perlu membedakan antara dukungan politik terhadap suatu aset digital dan keputusan pemerintah untuk benar-benar membeli atau menyimpannya sebagai cadangan strategis.

Mengutip Yahoo Finance, kebijakan yang berlaku saat ini memberikan status berbeda kepada Bitcoin dan aset kripto lainnya. Dengan demikian, masuknya XRP dalam pengumuman awal Trump tidak dapat langsung diartikan sebagai komitmen pemerintah untuk mengakumulasi token tersebut.

Trump Pernah Memasukkan XRP dalam Rencana Cadangan Kripto

Pada 2 Maret 2025, Trump mengumumkan melalui media sosial Truth Social bahwa rencana cadangan kripto AS akan mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Ia kemudian turut menyebut Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset digital utama dalam pembahasan tersebut.

Pengumuman itu memicu respons positif di pasar kripto. Reuters melaporkan bahwa kapitalisasi pasar kripto meningkat lebih dari US$300 miliar dalam beberapa jam setelah pengumuman, sementara harga Bitcoin dan Ethereum juga mengalami kenaikan.

Namun, muncul pertanyaan mengenai bagaimana XRP masuk dalam pengumuman tersebut. Pada Mei 2025, Politico melaporkan bahwa sebuah perusahaan lobi yang sebelumnya bekerja untuk Ripple turut membantu menyusun pesan awal mengenai rencana cadangan kripto Trump.

Laporan tersebut memunculkan perdebatan mengenai apakah penyebutan XRP mencerminkan strategi pemerintah yang telah dirancang secara matang atau dipengaruhi oleh kepentingan pihak luar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pengumuman Trump menunjukkan bahwa XRP telah masuk dalam pembahasan politik mengenai masa depan aset digital di Amerika Serikat.

Kebijakan Resmi AS Lebih Memprioritaskan Bitcoin

Pada 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk dua struktur berbeda untuk kepemilikan aset kripto pemerintah AS, yakni Strategic Bitcoin Reserve dan US Digital Asset Stockpile.

Perbedaan keduanya menjadi kunci untuk memahami posisi XRP.

Strategic Bitcoin Reserve dirancang untuk menampung Bitcoin yang dimiliki pemerintah, terutama aset yang diperoleh melalui penyitaan dalam perkara pidana atau perdata. Perintah tersebut juga membuka kemungkinan penambahan Bitcoin melalui strategi yang tidak menambah beban anggaran pemerintah.

Sementara itu, US Digital Asset Stockpile diperuntukkan bagi aset digital selain Bitcoin yang diperoleh pemerintah melalui mekanisme penyitaan atau sumber lain yang diizinkan.

Perintah eksekutif tersebut tidak secara khusus menetapkan XRP, Solana, maupun Cardano sebagai aset yang wajib dimasukkan ke dalam stockpile. Komposisi asetnya bergantung pada aset digital yang secara sah berada dalam kepemilikan pemerintah.

Kebijakan itu juga membatasi pembelian aset non-Bitcoin untuk stockpile menggunakan perintah yang berlaku. Akuisisi tambahan memerlukan dasar kewenangan lebih lanjut melalui tindakan eksekutif atau legislatif.

Artinya, pemerintah AS tidak otomatis memiliki mandat untuk membeli XRP di pasar hanya karena Trump pernah menyebut token tersebut dalam rencana cadangan kripto. (Yahoo Finance)

Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Investor XRP?

Bagi investor, terdapat perbedaan besar antara pemerintah menyimpan XRP yang diperoleh melalui penyitaan dan secara aktif membeli XRP untuk dijadikan cadangan.

Jika pemerintah membeli aset digital dalam jumlah besar, tindakan tersebut berpotensi menciptakan permintaan tambahan di pasar. Sebaliknya, menyimpan token yang sudah dimiliki pemerintah tidak serta-merta menghasilkan permintaan baru.

Karena itu, pernyataan politik mengenai dukungan terhadap XRP tidak dapat dijadikan bukti bahwa pemerintah AS akan menjadi pembeli besar aset tersebut.

Hingga artikel sumber diterbitkan pada 15 Oktober 2026, belum terdapat informasi resmi yang membuktikan adanya program khusus pemerintah federal untuk membeli XRP secara aktif. Besaran kepemilikan XRP pemerintah dalam stockpile juga belum terkonfirmasi secara resmi berdasarkan laporan tersebut.

Investor perlu memperhatikan perkembangan kebijakan, bukan hanya pernyataan tokoh politik. Kejelasan regulasi, adopsi institusional, perkembangan ekosistem Ripple, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi prospek XRP.

Regulasi dan Adopsi Tetap Jadi Katalis XRP

Selain kebijakan cadangan kripto, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga berpotensi memengaruhi sentimen terhadap XRP.

Kepastian mengenai klasifikasi aset digital dan aturan bagi pelaku industri dapat membantu perusahaan kripto mengembangkan produk serta memperluas layanan kepada institusi keuangan. Namun, proses pembentukan regulasi membutuhkan tahapan politik dan hukum yang tidak selalu berjalan sesuai harapan pasar.

XRP juga perlu dinilai berdasarkan perkembangan penggunaan teknologi dan ekosistemnya. Potensi adopsi oleh institusi keuangan dapat menjadi faktor pendukung, tetapi tidak menjamin kenaikan harga token.

Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan spekulasi bahwa pemerintah AS akan membeli XRP. Perubahan kebijakan, kondisi likuiditas, volatilitas pasar, dan sentimen terhadap aset berisiko tetap dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Pantau Pergerakan Aset Kripto di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto lainnya dalam satu aplikasi.

Bagi investor yang baru ingin memulai, penting untuk memahami karakteristik setiap instrumen dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store maupun App Store.

Pada akhirnya, Trump memang pernah memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto AS. Namun, kebijakan resmi pemerintah memberikan perlakuan berbeda terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya. Bagi investor, memahami perbedaan tersebut penting agar keputusan investasi didasarkan pada kebijakan yang benar-benar berlaku, bukan sekadar spekulasi pasar.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PM Modi Mulai Kunjungan ke Indonesia pada 7 Juli, Pertahanan, Ekonomi Digital, dan Investasi Jadi Agenda Utama

    PM Modi Mulai Kunjungan ke Indonesia pada 7 Juli, Pertahanan, Ekonomi Digital, dan Investasi Jadi Agenda Utama

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta — Perdana Menteri India Narendra Modi akan memulai kunjungan resmi selama dua hari ke Indonesia pada 7 Juli mendatang dengan agenda pembahasan yang mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan kemitraan strategis antara kedua negara. Modi dijadwalkan tiba di Jakarta pada malam 6 Juli sebelum memulai […]

  • Promo Bunga 0% BRI Finance Hadir di Sumatera Barat, Dukung Kemudahan Memiliki Kendaraan

    Promo Bunga 0% BRI Finance Hadir di Sumatera Barat, Dukung Kemudahan Memiliki Kendaraan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Padang, 9 Juni 2026 – Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek baru dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah kondisi tersebut, industri pembiayaan memiliki peran strategis dalam memperluas akses kepemilikan kendaraan melalui skema pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel. Menangkap momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI […]

  • Public

    Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    ” /> Jakarta, 20 Oktober 2026 — Pemerintah Indonesia menyoroti pentingnya sistem perpajakan yang adil di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan industri aset kripto. Kebijakan pajak yang proporsional dinilai perlu menjaga kepatuhan sekaligus mendukung daya saing pelaku usaha dan keberlanjutan industri aset digital di dalam negeri. Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman, mengatakan perkembangan teknologi […]

  • Public

    PERTASINDO Gelar SIERA III 2026: Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional Melalui Kerangka 5M

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) menggelar The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) pada 21-23 Oktober 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan militer dan sipil, akademisi, serta pakar internasional untuk membahas strategi penguatan ketahanan […]

  • Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

    Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) terus mendukung penguatan konektivitas kawasan strategis berbasis pelabuhan guna memperlancar arus barang, memperkuat integrasi kawasan, dan meningkatkan daya saing wilayah. Salah satu infrastruktur strategis yang saat ini memasuki tahap persiapan operasional adalah Fly Over Teluk Lamong (FOTL) yang telah rampung dibangun secara fisik. FOTL […]

  • Bitcoin Tembus US.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

    Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 September 2026 — Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9/2026). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya. Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.500–US$87.000, dengan penguatan harian sekitar 6%. Pergerakan […]

expand_less