Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Gautam Kumar Jha, Assistant Professor di Jawaharlal Nehru University

Jakarta — Rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada pekan pertama Juli 2026, menyusul kunjungan bersejarah Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan pada peringatan Hari Republik India tahun lalu, menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang terus berkembang pesat antara New Delhi dan Jakarta.

Setelah Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 di New Delhi awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengonfirmasi bahwa persiapan kunjungan Modi tengah berlangsung. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk timbal balik atas kunjungan Presiden Prabowo sekaligus menegaskan bahwa kerja sama kedua negara kini telah meluas, tidak hanya mencakup diplomasi tradisional, tetapi juga farmasi, perdagangan, pelatihan tenaga medis, pariwisata, kebudayaan, hingga kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Sekilas, perkembangan ini mungkin tampak seperti rutinitas diplomasi biasa. Namun kenyataannya tidak demikian.

Intensitas pertukaran kunjungan para pemimpin, pertemuan tingkat menteri, dialog strategis, konsultasi pertahanan, kolaborasi lembaga pemikir, hingga kemitraan antara institusi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa baik South Block di India maupun Kementerian Luar Negeri Indonesia menanamkan modal politik yang belum pernah sebesar ini dalam hubungan bilateral.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan penting. Mengapa Indonesia kini menempati posisi yang begitu strategis dalam prioritas diplomasi India? Mengapa hubungan ini justru memperoleh perhatian yang lebih besar dibandingkan hubungan India dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya?

Jawaban-jawaban konvensional tidak lagi memadai.

Kawasan Indo-Pasifik memang menjadi konteks strategis yang penting. Keamanan maritim, kerja sama pertahanan, rantai pasok yang tangguh, dan konektivitas regional telah menjadi tema utama hubungan kedua negara. Negosiasi akhir mengenai kemungkinan pembelian sistem rudal BrahMos, peningkatan kerja sama angkatan laut, semakin besarnya perhatian terhadap Selat Malaka, hingga rencana pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua, menunjukkan bahwa India dan Indonesia kini semakin memandang satu sama lain sebagai mitra maritim yang tidak tergantikan.

Namun, semua itu hanya menjelaskan sebagian dari keseluruhan cerita.

Faktor ekonomi pun belum sepenuhnya memberikan jawaban. Nilai perdagangan bilateral telah mendekati US$30 miliar dan terus menunjukkan tren peningkatan. Indonesia kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India di ASEAN, sementara India merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.

Meski demikian, India masih mencatat defisit perdagangan lebih dari US$17 miliar terhadap Indonesia, salah satu defisit bilateral terbesar yang dimilikinya. Jika ketimpangan ekonomi semata menjadi penentu prioritas diplomatik, situasi seperti ini seharusnya membatasi, bukan justru mempercepat, kedekatan politik kedua negara.

Dengan demikian, jawabannya terletak di tempat lain.

Dalam Jakarta Futures Forum tahun lalu, Presiden Observer Research Foundation, Samir Saran, menyatakan bahwa hubungan India dan Indonesia pada banyak aspek sesungguhnya lebih besar dibandingkan kemitraan India dengan Inggris, Jepang, maupun Jerman. Namun ironisnya, hubungan tersebut justru memperoleh perhatian yang sangat minim dalam diskursus strategis India.

Lebih jauh, ia menilai bahwa Indo-Pasifik baru akan benar-benar menemukan bentuknya ketika India dan Indonesia, bersama mitra-mitra yang memiliki visi serupa, mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membentuk masa depan kawasan.

Pandangan tersebut layak mendapat perhatian serius. Indonesia kini tidak lagi sekadar penting sebagai mitra dagang atau mitra keamanan maritim. Indonesia telah menjadi bagian penting dari cara India membayangkan masa depan Indo-Pasifik.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, juga mengingatkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun oleh dinamika geopolitik kontemporer, tetapi oleh hampir dua ribu tahun interaksi peradaban.

Mulai dari aksara Pallawa, prasasti berbahasa Sanskerta, hingga jalur perdagangan maritim yang memanfaatkan angin muson, Teluk Benggala dan Kepulauan Nusantara telah menjadi ruang peradaban bersama jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern.

Sebagaimana ia sampaikan, hubungan India dan Asia Tenggara saat ini hampir tidak dibayangi sengketa wilayah. Sebaliknya, hubungan tersebut ditandai oleh kesamaan kepentingan strategis, kerja sama ekonomi yang terus berkembang, serta posisi bersama sebagai bagian dari Global South.

Dengan demikian, tantangan utama bukanlah kurangnya kepentingan bersama, melainkan belum adanya perhatian strategis yang berkelanjutan.

Di sinilah tampaknya perubahan paling mendasar sedang berlangsung.

Selama beberapa dekade, hubungan India dan Indonesia lebih banyak dipahami melalui lensa kemitraan strategis. Kerja sama pertahanan, keamanan maritim, perdagangan, dan konektivitas menjadi fondasi utama hubungan bilateral.

Semua itu tetap penting. Namun kini, fondasi tersebut tidak lagi cukup.

Yang mulai berkembang adalah kesadaran baru bahwa kemitraan yang benar-benar berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada kalkulasi geopolitik yang selalu berubah.

Kemitraan strategis dibangun oleh pemerintah. Namun kemitraan yang bertahan lama justru dipelihara oleh masyarakat.

Hubungan semacam itu membutuhkan peran universitas, lembaga penelitian, pertukaran budaya, kolaborasi ilmiah, pengembangan pengetahuan tradisional, serta pemahaman sejarah bersama yang mampu menciptakan basis sosial bagi kerja sama jangka panjang.

Sejumlah perkembangan belakangan ini menunjukkan arah perubahan tersebut. Kerja sama pengobatan tradisional melalui Ayurveda dan Jamu, kolaborasi ilmiah dalam Indonesia–India Bioresources Consortium (IIBC), meningkatnya kemitraan akademik, semakin intensifnya pertukaran antar lembaga pemikir, hingga tumbuhnya kembali perhatian terhadap warisan maritim menjadi bukti bahwa agenda hubungan kedua negara kini jauh melampaui diplomasi konvensional.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan mekanisme multilateralisme tradisional yang semakin sulit mengakomodasi aspirasi negara-negara berkembang, India dan Indonesia mulai membangun kemitraan yang melampaui kepentingan strategis jangka pendek.

Diplomasi kini semakin berakar pada ketahanan kawasan, otonomi strategis, serta modal peradaban yang dimiliki bersama.

Sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, India dan Indonesia memiliki bonus demografi, posisi geografis maritim yang sangat strategis, kapasitas teknologi, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta warisan peradaban yang sama.

Kombinasi tersebut menempatkan kedua negara pada posisi yang unik untuk membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus memperkuat kerja sama di antara negara-negara Global South.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi mendatang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda diplomatik rutin, tetapi juga sebagai momentum untuk merumuskan kembali fondasi intelektual hubungan kedua negara.

Di samping berbagai kesepakatan mengenai perdagangan, pertahanan, dan konektivitas, kedua pemerintah juga dapat mulai melembagakan kemitraan yang lebih mendalam melalui inisiatif bersama di bidang warisan peradaban, riset keanekaragaman hayati, pengobatan tradisional, sejarah maritim, pendidikan tinggi, serta diplomasi budaya.

Inisiatif-inisiatif tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan kemitraan strategis yang telah ada, melainkan memperkuatnya dengan fondasi sosial yang lebih luas dan lebih kokoh.

Sejarah mengajarkan bahwa India dan Indonesia tidak pernah terhubung hanya melalui perdagangan atau kepentingan strategis semata.

Selama berabad-abad, kedua bangsa dipersatukan oleh pertukaran gagasan, sistem pengetahuan, jaringan maritim, dan interaksi peradaban yang membentuk kawasan Samudra Hindia.

Tantangan bagi para pembuat kebijakan saat ini bukanlah menghidupkan kembali masa lalu, melainkan menafsirkan kembali warisan tersebut agar relevan bagi masa depan.

Mungkin itulah yang kini sedang berlangsung secara perlahan antara South Block dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Apa yang kita saksikan hari ini tampaknya bukan sekadar penguatan satu lagi kemitraan strategis.

Lebih dari itu, kita mungkin sedang menyaksikan ditemukannya kembali salah satu hubungan tertua di Asia sekaligus lahirnya babak baru, ketika India dan Indonesia bersama-sama berupaya membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus menawarkan visi kerja sama yang lebih inklusif bagi Global South.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Menjaga Lingkungan, Menguatkan Keberlanjutan PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Aksi Lingkungan Sepanjang 2026

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Oktober 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) telah menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar Lingkungan sepanjang 2026, mulai dari penanaman 2.500 pohon, pelestarian ekosistem pesisir melalui program penanaman lamun dan budidaya kepiting, hingga pelaksanaan uji emisi bagi 100 kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Upaya tersebut menjadi bagian […]

  • Public

    KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan […]

  • Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

    Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta (17/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas nasional dan meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Jasa Marga menjadikan momentum kemerdekaan […]

  • Public

    FINNS Beach Club Buka Early Bird Sale Diskon 50%, Perayaan Tahun Baru Ikonik di Bali Kini Hadir sebagai Festival Dua Hari

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Major Lazer, CYRIL, dan DJ set The Temper Trap jadi deretan artis pertama yang diumumkan untuk FINNS NYE Festival 2026 — dan masih banyak lagi yang akan menyusul! BALI, 14 Agustus 2026 – FINNS Beach Club resmi membuka early bird sale untuk perayaan Malam Tahun Baru 2026, memberikan kesempatan pertama bagi para pencinta pesta untuk […]

  • Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026

    Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali meraih apresiasi atas komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kali ini, Waskita Beton Precast menerima Impact Commitment Awards 2026 dalam ajang CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Waskita Beton Precast dalam mengintegrasikan prinsip tanggung […]

  • Dari Laut hingga Meja Makan, Memperkuat Rantai Ketahanan Pangan

    Dari Laut hingga Meja Makan, Memperkuat Rantai Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan di pasar atau harga yang terjangkau di tingkat konsumen. Di balik setiap bahan pangan yang tersaji di meja makan masyarakat, terdapat rantai panjang yang dimulai dari proses produksi, distribusi, hingga berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan pasokan tetap terjaga.  Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, rantai tersebut […]

expand_less