Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Holding Perkebunan Nusantara Perkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Jadi Pemasok Industri

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat IKM Lokal, PalmCo Dorong Pandai Besi Jadi Pemasok Industri

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pandai besi agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri perkebunan kelapa sawit. Setelah sukses membina pelaku usaha pandai besi di Provinsi Riau, perusahaan kini memperluas program serupa di Sumatera Utara sebagai bagian dari strategi menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV PalmCo membina enam IKM pandai besi di Sumatera Utara dan Riau untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat kelembagaan, serta memenuhi kebutuhan alat operasional perkebunan.

Enam IKM tersebut terdiri atas Koperasi Berkah Pandai Besi di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Koperasi Simpati Maju Bersama di Kabupaten Asahan, Koperasi Produsen Pandai Besi Tanah Jawa Simalungun di Kabupaten Simalungun, dan Koperasi Produsen Melati Jaya Steel di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Sementara di Provinsi Riau, pembinaan dilakukan terhadap Rumbio Jaya Steel dan Mola Maju Bersama di Kabupaten Kampar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembinaan IKM pandai besi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan keberadaan industri perkebunan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

“Bagi kami, pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kapasitas dan menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan masyarakat tumbuh bersama perusahaan. Ketika pandai besi lokal mampu meningkatkan kualitas, memperkuat kelembagaan, dan masuk ke dalam rantai pasok industri, di situlah program pemberdayaan menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Menurut Jatmiko, keterlibatan IKM lokal dalam memenuhi kebutuhan alat operasional perkebunan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri.

“Industri perkebunan memiliki rantai nilai yang panjang dan harus mampu membuka ruang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha lokal. Kami ingin kebutuhan operasional perusahaan dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Karena itu, IKM tidak cukup hanya dibantu untuk bertahan, tetapi juga harus didorong naik kelas, memiliki standar, kepastian pasar, dan daya saing,” katanya.

Program pemberdayaan tersebut dirancang tidak hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mampu tumbuh secara berkelanjutan. Para pelaku IKM didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memenuhi aspek legalitas dan standardisasi yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Hasil pembinaan mulai menunjukkan dampak ekonomi yang terukur. Di lingkungan PTPN IV Regional II, dua koperasi pandai besi binaan telah mendistribusikan sedikitnya 19.579 unit alat operasional perkebunan dengan estimasi nilai pendapatan lebih dari setengah miliar rupiah.

Koperasi Produsen Melati Jaya Steel di Kabupaten Serdang Bedagai yang dipimpin Wagiono telah mendistribusikan 11.453 unit alat kepada unit-unit operasional PTPN IV Regional II dengan estimasi pendapatan sebesar Rp287,32 juta.

Sementara itu, Koperasi Produsen Pandai Besi Tanah Jawa Simalungun yang dipimpin Ihfan Prasetia telah memasok 8.126 unit alat dengan estimasi pendapatan Rp227,11 juta. Produk yang dihasilkan kedua koperasi tersebut meliputi lima jenis peralatan utama operasional perkebunan kelapa sawit, yakni egrek, dodos, kapak, gancu, dan tojok.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal mampu memenuhi kebutuhan industri dalam skala besar ketika memperoleh pendampingan, kepastian pasar, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, PTPN IV PalmCo memberikan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, studi banding, penguatan kelembagaan, dukungan sertifikasi, hingga pengembangan akses pemasaran.

Para pelaku IKM juga memperoleh kesempatan mempelajari standar produksi alat pertanian modern melalui kunjungan ke sentra pandai besi yang telah berhasil menjadi pemasok industri perkebunan. Transfer pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas, konsistensi, dan kapasitas produksi.

Pada aspek kelembagaan, perusahaan memfasilitasi pembentukan koperasi berbadan hukum sekaligus membantu proses pengurusan legalitas usaha. Pendampingan juga diarahkan pada pengembangan sertifikasi produk, termasuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Standar Nasional Indonesia (SNI), yang saat ini masih dalam proses.

Selain itu, PTPN IV PalmCo turut menyalurkan bantuan peralatan produksi untuk mendukung modernisasi proses kerja sekaligus membuka akses permodalan guna menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan bahan baku.

Jatmiko menambahkan bahwa transformasi kelompok pandai besi dari bengkel-bengkel kecil menjadi koperasi sekaligus pemasok industri menunjukkan pentingnya kolaborasi jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat.

“Yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Perusahaan hadir untuk membuka akses, memperkuat kapasitas, dan menciptakan peluang. Namun, tujuan akhirnya adalah agar para pelaku usaha memiliki kelembagaan yang kuat, produk yang berkualitas, pasar yang berkelanjutan, dan kemampuan untuk terus berkembang. Jika usaha lokal tumbuh, lapangan kerja tercipta, ekonomi daerah bergerak, dan rantai pasok perusahaan semakin kuat,” tutur Jatmiko.

Pendekatan tersebut mendorong pelaku usaha yang sebelumnya bekerja secara individual maupun dalam kelompok kecil untuk membangun badan usaha yang lebih tertata. Dengan kelembagaan yang semakin kuat dan kualitas produksi yang terus meningkat, koperasi binaan kini mampu memenuhi kebutuhan perusahaan dalam jumlah yang lebih besar.

Perjalanan IKM binaan PTPN IV PalmCo juga menunjukkan bagaimana kemitraan mampu menjadi penyangga usaha pada masa krisis. Pimpinan CV Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, mengingat bagaimana dukungan perusahaan membantu keberlangsungan usahanya saat pandemi COVID-19.

“Waktu itu hampir semua orang kesulitan menjual produk. Ekonomi seperti lumpuh. Tapi justru di situ PTPN hadir. Mereka menyerap produk kami, membimbing kami, dan membantu kami, sehingga kami tetap bisa berproduksi di tengah situasi yang sulit,” ujar Desrico.

Kemitraan tersebut terus berkembang. Pada tahun berikutnya, PTPN tidak hanya berperan sebagai penyerap hasil produksi (offtaker), tetapi juga memberikan dukungan permodalan melalui program kemitraan senilai Rp800 juta.

Dukungan tersebut mendorong konsolidasi bengkel-bengkel kecil menjadi sentra usaha yang lebih produktif, sementara kelompok usaha bersama bertransformasi menjadi badan usaha dengan tata kelola yang semakin kuat.

Melalui program TJSL, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memastikan bahwa keberadaan industri perkebunan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Penguatan IKM pandai besi menjadi salah satu wujud nyata keterhubungan antara pemberdayaan ekonomi lokal dengan kebutuhan rantai pasok industri.

Kemitraan tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal memiliki peluang untuk tumbuh menjadi bagian dari ekosistem industri nasional apabila didukung melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, akses permodalan, serta kepastian pasar yang berkelanjutan.

Dari bengkel-bengkel sederhana di Sumatera Utara dan Riau, alat-alat produksi buatan pelaku usaha lokal kini telah menjadi bagian dari operasional industri sawit nasional. Transformasi tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang terintegrasi mampu membuka akses pasar, memperkuat daya saing usaha, menciptakan nilai ekonomi, sekaligus mendorong IKM lokal naik kelas secara berkelanjutan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker

    Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Film BABY UDON mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh tentang cinta, perjuangan memiliki anak, serta perjuangan melawan kanker. Jakarta, 2 Juli 2026 – Perjalanan content creator, Fanny Kondoh, dalam membangun keluarga kecilnya bersama sang suami, Hajime Kondoh, pernah menyentuh hati jutaan orang. Dari pertemuan pertama dengan suami, hingga menjadi pejuang dua garis yang […]

  • Menghitung Deposito Online untuk Tujuan Keuangan Jangka Panjang

    Menghitung Deposito Online untuk Tujuan Keuangan Jangka Panjang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Merencanakan keuangan jangka panjang akan lebih terarah jika kamu mengetahui estimasi hasil penempatan dana sejak awal. Salah satu caranya adalah dengan menghitung deposito online sebelum memutuskan nominal dan tenor yang sesuai dengan tujuan finansial. Melalui simulasi sederhana, kamu bisa memperkirakan potensi hasil deposito sekaligus menentukan strategi menabung yang lebih realistis. Kini, proses tersebut juga semakin […]

  • FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

    FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2026 – Perkembangan teknologi blockchain membuat semakin banyak layanan keuangan dan aset dunia nyata tersedia secara onchain. Namun, bagi banyak pengguna kripto, memindahkan aset dari satu platform ke jaringan blockchain masih dapat terasa rumit. Pengguna bukan hanya perlu memilih aset. Mereka juga harus memastikan bahwa alamat wallet dan jaringan yang digunakan di […]

  • Indonesia dan India: Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Asia

    Indonesia dan India: Membangun Mesin Pertumbuhan Baru Asia

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono* Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk membawa salah satu hubungan tertua di Asia menuju kemitraan strategis yang lebih kuat dan relevan bagi abad ke-21. Indonesia dan India telah terhubung selama lebih dari dua ribu tahun. […]

  • Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS @Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika

    Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS @Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Malang,  Juli 2026 – Kebutuhan akan talenta digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menciptakan solusi berdampak, terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi menjadi kunci dalam membangun ekosistem keilmuan yang adaptif dan relevan. Sebagai wujud komitmen tersebut, BINUS @Malang dipercaya menjadi […]

  • Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh?

    Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh?

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh Gurjit Singh* Jakarta — Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat menghadirkan peluang untuk mengangkat salah satu kemitraan strategis yang paling belum dimanfaatkan secara optimal di Asia. Sebagai dua negara demokrasi besar, kekuatan maritim, anggota G20, dan suara penting bagi Global South, India dan Indonesia selama ini […]

expand_less