Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Dr. Ilham A. Habibie*

Jakarta — Ketika berbicara mengenai Indonesia dan India, kebanyakan orang akan memulai dari sejarah. Mereka mengingat jalur perdagangan kuno, peradaban yang saling terhubung, kisah Ramayana, kerajaan-kerajaan maritim, serta pertukaran budaya yang telah menyatukan kedua bangsa selama lebih dari dua milenium. Kisah-kisah tersebut memang layak untuk terus dikenang karena mengingatkan kita bahwa kerja sama Indonesia dan India bukanlah sesuatu yang baru, melainkan telah menjadi bagian dari warisan peradaban yang kita miliki bersama.

Namun, sejarah saja tidak cukup untuk membangun masa depan. Hubungan Indonesia dan India dalam dua dekade mendatang tidak akan ditentukan terutama oleh para sejarawan ataupun diplomat. Hubungan tersebut akan dibangun oleh para insinyur. Berbagai tantangan besar yang kini dihadapi kedua negara—mulai dari daya saing industri, ketahanan energi, layanan kesehatan, ketahanan pangan, kedirgantaraan, hingga kecerdasan buatan—pada dasarnya merupakan tantangan rekayasa (engineering). Demikian pula setiap peluang yang terbuka di hadapan kita akan membutuhkan kolaborasi para insinyur, ilmuwan, wirausahawan, dan inovator lintas negara. Karena itulah saya memandang kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar kunjungan kenegaraan. Momentum ini membuka kesempatan untuk membangun kemitraan rekayasa (engineering partnership) antara dua negara yang semakin berperan dalam membentuk masa depan Asia.

Dua Bangsa dengan Kekuatan Rekayasa yang Saling Melengkapi

Indonesia dan India sering disebut sebagai dua ekonomi yang saling melengkapi. Pernyataan tersebut memang benar, tetapi sesungguhnya belum menggambarkan keseluruhan potensi yang dimiliki kedua negara. Yang lebih penting, Indonesia dan India juga merupakan dua bangsa dengan kemampuan rekayasa yang saling melengkapi, yang berkembang melalui pengalaman geografis, perjalanan industrialisasi, prioritas pembangunan nasional, serta investasi panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.

Keunggulan Indonesia jauh melampaui kekayaan sumber daya alamnya. Indonesia memiliki salah satu lokasi geografis paling strategis di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, bonus demografi yang besar, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta cadangan mineral kritis yang akan menjadi fondasi transisi energi global. Di samping itu, Indonesia juga telah membangun kapasitas yang diakui secara internasional di bidang teknik kedirgantaraan, manufaktur maju, telekomunikasi, sistem energi, pengoperasian satelit, hingga inovasi digital. Ambisi Indonesia saat ini bukan lagi sekadar menjadi bagian dari rantai nilai global, melainkan naik ke tingkat yang lebih tinggi melalui penguasaan teknologi, keunggulan rekayasa, dan inovasi industri.

India memiliki kekuatan yang sama besarnya. Dengan pasar domestik yang sangat besar, bonus demografi yang kuat, institusi pendidikan teknik yang diakui dunia, kepemimpinan dalam pengembangan perangkat lunak, Digital Public Infrastructure, industri farmasi, teknologi antariksa, serta salah satu ekosistem inovasi paling dinamis di dunia, India berhasil menunjukkan bagaimana kemampuan rekayasa, kewirausahaan, dan kebijakan publik dapat saling memperkuat untuk melahirkan industri yang mampu bersaing di tingkat global.

Karena itu, tidak tepat apabila salah satu negara diposisikan sebagai guru sementara negara lainnya menjadi murid. Dalam beberapa bidang, Indonesia memiliki pengalaman yang layak dibagikan. Dalam bidang lain, India memang telah melangkah lebih jauh. Peluang terbesar justru terletak pada kemampuan kedua negara untuk menciptakan pengetahuan baru secara bersama-sama, bukan sekadar memindahkan pengetahuan dari satu pihak ke pihak lainnya. Inilah makna sesungguhnya dari kemitraan rekayasa yang strategis.

Lima Industri yang Dapat Membentuk Masa Depan Asia

Daripada mencoba bekerja sama di seluruh sektor sekaligus, saya meyakini terdapat lima industri yang menawarkan peluang paling nyata, praktis, sekaligus berpotensi membawa perubahan besar bagi Indonesia dan India.

Mobilitas Listrik

Indonesia telah menetapkan target yang sangat ambisius, yaitu bukan hanya menjadi perakit kendaraan listrik, tetapi berkembang menjadi salah satu pusat unggulan dunia dalam keseluruhan ekosistem baterai kendaraan listrik. Mulai dari penambangan dan pemurnian nikel, produksi sel baterai, sistem manajemen baterai, elektronika daya, hingga sistem penggerak kendaraan listrik, Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi.

Di sisi lain, India memiliki pasar kendaraan listrik yang berkembang sangat pesat sehingga mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam rekayasa kendaraan berbiaya terjangkau, integrasi perangkat lunak, platform mobilitas, serta manufaktur berskala besar. Seluruh kemampuan tersebut sangat melengkapi ambisi industri Indonesia. Alih-alih saling bersaing, kedua negara justru memiliki peluang membangun rantai pasok regional yang tangguh, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga melayani kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

Kedirgantaraan dan Antariksa

Bidang kedirgantaraan selalu memiliki tempat yang istimewa bagi saya karena di sinilah rekayasa (engineering) mencapai tingkat paling tinggi. Indonesia dan India menempuh perjalanan yang berbeda, namun keduanya sama-sama berhasil membangun kapabilitas yang bernilai strategis. India mencatat berbagai pencapaian luar biasa di bidang dirgantara pertahanan, sistem peluncuran, dan eksplorasi antariksa. Sementara itu, Indonesia mengembangkan keahlian yang diakui secara internasional dalam manufaktur pesawat sipil serta pengembangan pesawat regional. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul daripada yang lain. Justru ketika kedua kemampuan tersebut dipadukan, Indonesia dan India memiliki fondasi yang saling melengkapi untuk membangun masa depan industri dirgantara Asia.

Hal yang sama berlaku di sektor antariksa. India telah menunjukkan kepada dunia bahwa program antariksa yang ambisius dapat diwujudkan secara efisien dan ekonomis. Indonesia menawarkan keunggulan yang berbeda, yaitu letak geografisnya. Pulau Biak yang berada hampir tepat di garis khatulistiwa merupakan salah satu lokasi peluncuran satelit paling ideal di dunia karena kecepatan rotasi bumi di wilayah tersebut membantu mengurangi energi yang dibutuhkan untuk menempatkan satelit ke orbit. Dalam industri yang setiap kilogram muatannya sangat berharga, keunggulan alamiah tersebut merupakan aset rekayasa yang luar biasa. Sangat mungkin babak baru kerja sama antariksa Asia justru dimulai dari sana.

Infrastruktur Digital

Infrastruktur digital kini telah menjadi sistem saraf bagi setiap perekonomian modern. India layak memperoleh pengakuan dunia atas keberhasilannya membangun Digital Public Infrastructure, sistem identitas digital, sistem pembayaran, serta berbagai platform digital publik berskala nasional. Indonesia pun telah menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui pengembangan telekomunikasi, teknologi finansial (fintech), adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), layanan digital pemerintah, serta ekosistem kewirausahaan digital yang terus berkembang.

Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar digitalisasi, melainkan kedaulatan teknologi. Indonesia bercita-cita tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang canggih, tetapi juga produsen, inovator, dan pengekspor solusi digital berteknologi tinggi. Oleh sebab itu, kecerdasan buatan, industri semikonduktor, pusat data (data center), dan Digital Public Infrastructure harus menjadi pilar utama kerja sama Indonesia–India di masa depan. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap ketahanan rantai pasok global, kolaborasi kedua negara tidak hanya akan memperkuat perekonomian nasional masing-masing, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekosistem teknologi di kawasan.

Farmasi dan Ilmu Hayati

Layanan kesehatan kini memasuki era baru ketika biologi, rekayasa, dan kecerdasan buatan semakin terintegrasi. Indonesia dan India sama-sama memiliki warisan pengobatan tradisional yang layak memperoleh perhatian ilmiah yang lebih besar. India memiliki Ayurveda, sementara Indonesia memiliki jamu. Keduanya bukanlah pendekatan yang saling bersaing, melainkan dua kekayaan pengetahuan yang dapat divalidasi, disempurnakan, dan dikembangkan secara bertanggung jawab melalui pendekatan ilmiah modern.

Di luar pengobatan tradisional, kedua negara juga memiliki kekuatan penting dalam industri kesehatan modern. India telah berkembang menjadi pemimpin dunia dalam produksi obat generik, sedangkan Indonesia memperoleh pengakuan internasional dalam pengembangan dan produksi vaksin. Dengan menggabungkan keunggulan tersebut, Indonesia dan India memiliki peluang besar untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Asia.

Pertanian

Ketahanan pangan akan menjadi salah satu isu strategis paling penting bagi Asia dalam beberapa dekade mendatang. Indonesia dan India membudidayakan komoditas pertanian yang berbeda di bawah kondisi iklim yang berbeda pula. Perbedaan tersebut seharusnya dipandang sebagai keunggulan, bukan sebagai hambatan. India telah mengembangkan teknologi mesin pertanian, sistem irigasi modern, serta teknologi pengolahan pangan yang sangat maju. Indonesia memiliki kekuatan pada sektor pertanian tropis, perikanan, dan komoditas perkebunan. Oleh karena itu, kerja sama di masa depan seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada pengembangan sistem pangan yang lebih cerdas, lebih tangguh, mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi kehilangan hasil panen, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Proyek

Keberhasilan kerja sama industri tidak pernah ditentukan oleh banyaknya proyek yang dijalankan secara terpisah, melainkan oleh kemampuan membangun sebuah ekosistem yang utuh. Apa pun sektor yang dipilih, terdapat enam fondasi yang harus mendapat perhatian yang sama besar, yaitu pendidikan melalui kemitraan antara universitas dan pelatihan vokasi, pengembangan ilmu data (data science), pertukaran praktik terbaik secara sistematis, kolaborasi antara BUMN dan sektor swasta, investasi yang berkelanjutan dalam penelitian dan pengembangan, serta penguatan ekosistem startup. Saya percaya bahwa banyak terobosan industri pada masa depan tidak akan lahir dari perusahaan-perusahaan besar, melainkan dari para insinyur muda dan wirausahawan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata melalui solusi yang inovatif.

Melampaui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Pemerintah memang membuka peluang melalui penandatanganan berbagai perjanjian kerja sama. Namun, para insinyurlah yang mengubah peluang tersebut menjadi kenyataan. Pesawat tidak dapat terbang hanya karena para menteri menandatangani nota kesepahaman. Pesawat terbang karena para insinyur merancangnya. Satelit mencapai orbit karena para insinyur menghitung lintasan peluncurannya. Platform digital mampu mentransformasi ekonomi karena para insinyur membangun sistem yang tangguh. Demikian pula teknologi baterai, kecerdasan buatan, jembatan, rumah sakit, fasilitas fabrikasi semikonduktor, hingga kawasan industri—semuanya berawal dari rekayasa.

Karena itu, keberhasilan hubungan Indonesia dan India seharusnya tidak diukur dari berapa banyak nota kesepahaman yang ditandatangani. Ukuran yang jauh lebih penting adalah berapa banyak insinyur yang saling bertukar pengalaman, berapa banyak laboratorium yang dibangun bersama, berapa banyak paten yang dihasilkan, berapa banyak startup yang berhasil dibina, serta berapa banyak industri baru yang mampu dikembangkan secara bersama.

Sejarah telah menghubungkan kedua peradaban kita. Kini, rekayasa dapat menghubungkan masa depan kita. Ketika Perdana Menteri Narendra Modi berkunjung ke Indonesia, kita patut mengingat bahwa diplomasi memang membuka pintu, tetapi para insinyurlah yang akan membangun apa yang ada di balik pintu tersebut. Sebab, masa depan Asia tidak hanya akan dirundingkan.

Masa depan Asia akan direkayasa dan dibangun oleh para insinyur.

*Dr. Ilham Akbar Habibie adalah Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Sebagai insinyur kedirgantaraan dan pemimpin di bidang teknologi, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif mendorong inovasi industri, keunggulan rekayasa, transformasi digital, serta penguatan kapasitas teknologi nasional Indonesia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

    CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 September 2026 – Upaya Amerika Serikat membangun kerangka regulasi komprehensif untuk industri aset digital kembali menemui hambatan. Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act gagal melaju dalam voting prosedural di Senat AS pada 15 September 2026 setelah tidak berhasil mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembahasan. Voting tersebut bukan merupakan […]

  • Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

    Memimpin Dimulai dari Mengenal Diri: KEYSTONE 2026 Bekali Mahasiswa Baru UPH Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Berdampak

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KEYSTONE 2026: ‘Becoming A Leader People Want to Follow’, program pembekalan kepemimpinan tingkat dasar bagi mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH). Digelar pada 4 September 2026 di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.200 mahasiswa baru UPH dari berbagai fakultas angkatan 2026. Menjadi pemimpin bukan hanya […]

  • Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

    Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Telkom AI Center Bandung mengajak peserta mengidentifikasi pain point dan merumuskannya menjadi gagasan AI use case untuk kebutuhan lokal. Bandung, 22 September 2026 – Telkom AI Center Bandung mengajak peserta melihat peluang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bukan dari teknologi yang sedang populer, melainkan dari permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan […]

  • Konser-Konser Besar Juli 2026 di Jakarta: Lengkapi Pengalaman Menonton dengan Menginap Lebih Dekat ke Venue

    Konser-Konser Besar Juli 2026 di Jakarta: Lengkapi Pengalaman Menonton dengan Menginap Lebih Dekat ke Venue

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Juli 2026 – Juli menjadi salah satu bulan paling dinantikan oleh para pecinta musik. Penampilan The Neighbourhood di Istora Senayan, Afgan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), serta Mitski di Tennis Indoor Senayan tanggal 18 Juli 2026 diperkirakan akan menghadirkan ribuan penonton dari Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia. Bagi banyak pengunjung, […]

  • Akses Pendidikan Berkualitas dari Industri Pertambangan Dukung Penguatan Talenta Unggul Nasional

    Akses Pendidikan Berkualitas dari Industri Pertambangan Dukung Penguatan Talenta Unggul Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah bangsa dalam membangun peradaban masa depan. Namun, hingga kini masih banyak daerah di Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, mulai dari fasilitas pembelajaran, pendampingan akademik, hingga pengembangan potensi diri generasi muda. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai kebutuhan yang […]

  • Public

    Menembus Medan, Menghubungkan Energi: Dedikasi PLN NPC Membangun Negeri

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Oktober – Sebuah jaringan transmisi mungkin terlihat sederhana ketika berdiri kokoh di kejauhan. Menara-menara yang menjulang, konduktor yang membentang, dan listrik yang mengalir melalui jaringan. Namun, di balik setiap kilometer transmission line, ada cerita tentang manusia yang bekerja di tengah medan yang tidak selalu mudah. Selama 23 tahun berkarya, PT PLN Nusantara Power […]

expand_less