Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Pemerintah mendorong penguatan sistem moneter Indonesia dengan mengoptimalkan potensi cadangan emas tambang sebesar 3.600 ton.

Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, Indonesia perlu membangun ekosistem emas dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, traceability, pemurnian, perdagangan hingga bullion banking. Hal ini akan berkontribusi besar bagi perekonomian negara.

Dengan kata lain, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara dan mampu mendukung sistem moneter.

“Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi,” kata Elen.

Diketahui, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral.

Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat memiliki cadangan emas mencapai 8.133,5 ton. Sementara Jerman memiliki 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Meski penyerapannya belum semasif negara maju, produksi emas Indonesia disebut telah mencapai kisaran 100 ton per tahun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut, produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya menggambarkan aktivitas emas di lapangan. Masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat dalam sistem resmi.

“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” ujar Tri.

Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Upaya tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal.

“Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit,” tutupnya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional.

Sebagai gambaran, di dalam Grup MIND ID PT Antam Tbk saat ini memiliki fasilitas pemurnian (refinery) berkapasitas 150 ton per tahun. Selain itu, terdapat Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia yang mampu memurnikan emas hingga 50 ton per tahun.

Sementara dari sektor swasta, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mampu mengolah emas dengan kapasitas 18 ton per tahun.

Adapun, potensi produksi bijih juga didukung oleh sejumlah perusahaan tambang lainnya, seperti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar 2,4–2,7 ton, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) 5,9–6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem emas nasional, yang pada akhirnya potensial untuk memperkuat cadangan devisa bank sentral. Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan cadangan emasnya, sehinga semakin memperkuat stabilitas moneter dan ekonomi nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US1 Miliar per Tahun

    CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Mendorong Peningkatan Standar Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Usia Produktif melalui Penyelesaian Masalah Penglihatan PT CUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI), yang merupakan anak perusahaan di Indonesia dari CUC Inc. yang bergerak dalam bisnis dukungan institusi medis baik di dalam maupun luar negeri, telah menandatangani kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM […]

  • BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan

    BRI Region 6 Gelar TOT Business Continuity Management dengan Simulasi Penggunaan Peralatan Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BRI Region 6 kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Business Continuity Management (BCM). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Operational Risk Group Kantor Pusat BRI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan ini menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi […]

  • JAKARTA Liveable Art Soirée: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL RESMI HADIR DI SARINAH THAMRIN

    JAKARTA Liveable Art Soirée: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL RESMI HADIR DI SARINAH THAMRIN

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, 10 Juli 2026 – Menyusul kesuksesan peluncurannya di Yogyakarta, koleksi kolaboratif Purana dan Puragraph x Anton Afganial yang diakui secara luas hari ini melanjutkan debutnya di Jakarta melalui Liveable Art Soirée eksklusif selama dua hari di Sarinah Thamrin (Lantai 1). Berlangsung dari tanggal 10 hingga 11 Juli 2026, perhelatan ini membawa energi kreatif Yogyakarta […]

  • Universitas Terbuka Sabet Penghargaan DIA 2026 Lewat Inovasi Pembelajaran Fleksibel

    Universitas Terbuka Sabet Penghargaan DIA 2026 Lewat Inovasi Pembelajaran Fleksibel

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA – Universitas Terbuka kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan “Digital Innovation in Creative Industries” dalam ajang Digital Innovation Awards 2026 yang diselenggarakan oleh iNews Media Group. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Universitas Terbuka dalam menghadirkan inovasi digital di bidang pendidikan melalui sistem pembelajaran fleksibel yang memungkinkan masyarakat tetap […]

  • Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle B01
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

expand_less