Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 tumbuh 5,80% dipicu pertumbuhan perdagangan internasional.

JAKARTA — Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan perdagangan internasional menjadi salah satu pendorong, dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 10,34%, lebih tinggi dibandingkan domestik sebesar 3,57%.

Arus peti kemas internasional mencapai 3,54 juta TEUs, sedangkan domestik sebanyak 6,77 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Fajar Setyono, mengatakan pertumbuhan tersebut didukung aktivitas pelayanan kapal internasional, penambahan layanan pelayaran baru, serta optimalisasi fasilitas dan operasional terminal.

Salah satu terminal yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Terminal Teluk Lamong (TTL), dengan kenaikan arus peti kemas sebesar 23,12%. “Hingga September 2026, Terminal Teluk Lamong mencatat 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs,” jelas Fajar, Senin (2/11/2026).

Pertumbuhan tersebut turut didukung kehadiran CSE Service dan SCJX Service. CSE merupakan layanan joint slot COSCO Shipping Lines dan OOCL dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan. Sementara SCJX/SIX Service merupakan kerja sama Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

“Kehadiran dua layanan pelayaran baru tersebut turut memperkuat konektivitas terminal dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan volume bongkar muat peti kemas,” katanya.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas, Pelindo Terminal Petikemas memperkuat kapasitas dan kesiapan operasional. Sepanjang 2026, perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPS, empat unit QCC di TPK Semarang, dua unit QCC dan empat unit RTG di TPK Belawan, serta empat unit E-RTG di TPK Banjarmasin. Pengadaan dua unit QCC di TPK Perawang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Penguatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan keandalan pelayanan dan memperkuat kapasitas penanganan peti kemas,” kata Fajar.

Perusahaan juga mengoptimalkan perencanaan, pengendalian operasional, penggunaan peralatan, serta koordinasi dengan pengguna jasa untuk menjaga kelancaran bongkar muat.

Pasar Ekspor Baru Dorong Pertumbuhan

Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Harry Soetanto, menyambut positif pertumbuhan arus peti kemas. Peningkatan aktivitas perdagangan menjadi kabar baik di tengah tantangan ekonomi.

“Kita sangat gembira. Di dalam proses dinamika ekonomi kita yang sedang sulit, ternyata perdagangan kita tumbuh. Kalau dibandingkan secara year on year, yakni periode Januari-September 2025 dengan Januari-September 2026, pertumbuhan perdagangan internasional mencapai 6,85 persen. Nilainya meningkat dari 14,46 juta pada 2025 menjadi 15,45 juta pada 2026,” ujarnya ketika dihubungi Senin (2/11/2026).

Harry menilai pertumbuhan perdagangan internasional didorong perluasan pasar, terutama di Eropa dan Amerika Selatan.

“Kita menemukan beberapa pasar baru, utamanya di Eropa dan Amerika Selatan. Itu salah satu keberhasilan sehingga terutama ekspor-impor kita naik dibandingkan domestik,” katanya.

Sementara itu, aktivitas perdagangan domestik relatif terbatas karena konsumsi belum menunjukkan pergerakan signifikan. Pertumbuhan internasional didorong ekspor sejumlah komoditas, misalnya seperti turunan kelapa sawit, mesin dan peralatan, bahan kimia, dan elektronik.

Dari sisi layanan, Harry menilai sejumlah pelabuhan di Jawa yang melayani ekspor dan impor relatif mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa, meski masih terdapat catatan.

“Secara umum, kalau secara objektif, masih ada beberapa catatan kami. Kami melihat masih bisa mengimbangi. Ini dibuktikan di beberapa terminal yang memperbarui peralatan bongkar muat, terutama yang terbuka untuk perdagangan internasional,” ungkapnya.

Namun, kesiapan infrastruktur pelabuhan di wilayah timur Indonesia masih perlu mendapat perhatian.

“Pelabuhan-pelabuhan di Jawa, khususnya yang melakukan kegiatan importasi dan eksportasi, relatif sudah memenuhi. Tetapi untuk wilayah timur, memang masih cukup jauh,” tambahnya.

Pertumbuhan Perlu Diikuti Daya Saing

Akademisi dan praktisi manajemen rantai pasok Universitas Airlangga, Puspandam Katias, mengingatkan pertumbuhan arus peti kemas tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan perdagangan nasional.

“Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional,” ujarnya ketika dihubungi Jumat (30/10/2026).

Menurut Puspandam, peningkatan volume arus peti kemas perlu diikuti peningkatan nilai tambah domestik, efisiensi rantai pasok, dan daya saing produk Indonesia. “Pertumbuhan peti kemas merupakan indikator meningkatnya aktivitas logistik, tetapi belum cukup menjadi bukti meningkatnya daya saing perdagangan nasional,” ujarnya.

Dia menilai pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 10,34% perlu dibandingkan dengan data ekspor-impor BPS, komposisi peti kemas ekspor dan impor, volume peti kemas isi dan kosong, serta perkembangan nilai perdagangan. Perbandingan tersebut diperlukan untuk memastikan pertumbuhan arus peti kemas benar-benar mencerminkan penguatan perdagangan luar negeri.

Puspandam juga menyoroti dinamika rute pelayaran internasional, termasuk penggunaan kembali Terusan Suez secara bertahap oleh sejumlah perusahaan pelayaran di tengah risiko keamanan Laut Merah. Perubahan rute perdagangan global tersebut perlu dicermati karena dapat memengaruhi jaringan pelayaran dan distribusi barang.

Dia mengingatkan pertumbuhan volume harus diikuti efisiensi jaringan logistik secara keseluruhan. “Tantangan terbesar ke depan adalah menghindari growth without network efficiency. Artinya, volume peti kemas bertambah, tetapi biaya, waktu, dan ketidakpastian distribusi di luar terminal tidak ikut menurun,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, S.E., menilai pertumbuhan arus peti kemas sepanjang Januari-September 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah semakin kuatnya konektivitas pelayaran internasional. Hal itu terlihat dari meningkatnya sejumlah kunjungan kapal internasional nonreguler di Terminal Teluk Lamong.

“Penambahan layanan dan kunjungan kapal ini memberikan lebih banyak pilihan pengiriman bagi pelaku usaha sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional,” katanya.

Wibi juga mengapresiasi langkah Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat. Salah satunya melalui penambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

“Namun, bagi pelaku usaha logistik, yang terpenting adalah bagaimana peningkatan kapasitas tersebut diimbangi dengan kecepatan bongkar muat, kepastian jadwal kapal, kelancaran keluar masuk peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif,” jelasnya.

Dia berharap pertumbuhan arus peti kemas terus diikuti peningkatan kualitas layanan dan konektivitas pelayaran.

“Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional,” tuturnya. (*)

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 Oktober 2026 — Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan, guru dan sekolah menghadapi pertanyaan baru mengenai bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis, keamanan, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft bersama Biji-biji Initiative memperkenalkan Microsoft Elevate for Educators. Inisiatif ini bertujuan memperkuat […]

  • Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Menangis

    Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Menangis

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Pawfriends, pernahkah anabul Anda di rumah secara tiba-tiba mengeluarkan air mata atau terus merengek? Fenomena kucing nangis sering kali membuat para pet owner merasa khawatir dan bingung mencari penyebab utamanya. Meskipun mata berair pada anabul tidak selalu berarti mereka sedang bersedih secara emosional seperti manusia, kondisi kucing nangis tetap menandakan adanya gangguan kesehatan atau ketidaknyamanan […]

  • Momentum GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Penyaluran Pembiayaan Kendaraan

    Momentum GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Penyaluran Pembiayaan Kendaraan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berakhir pada Minggu (9/8) membawa angin segar bagi industri otomotif nasional. Selain menjadi ajang peluncuran berbagai model baru, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga menunjukkan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik dan hybrid di pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi industri […]

  • Memperkenalkan Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5: Pengalaman Flagship MOMENTUM dalam Genggaman

    Memperkenalkan Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5: Pengalaman Flagship MOMENTUM dalam Genggaman

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Perangkat audio ultra-portabel berperforma tinggi hadir dengan suara beresolusi tinggi, baterai yang dapat diganti oleh pengguna, pelacakan gerakan kepala yang dioptimalkan untuk Dolby Atmos®, dan berbagai fitur unggulan lainnya. Indonesia – 26 September 2026 – Sennheiser hari ini mengumumkan MOMENTUM True Wireless 5, MOMENTUM True Wireless 5 merupakan earbud true wireless paling canggih yang pernah […]

  • Public

    USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026). NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga […]

  • Tren Renovasi Hunian Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Rumah Lebih Nyaman

    Tren Renovasi Hunian Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Rumah Lebih Nyaman

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Agustus 2026 – Masyarakat kini semakin banyak melakukan pembaruan pada rumah yang telah dimiliki dibandingkan membeli hunian baru. Renovasi dapur, memperbarui interior, mengganti perangkat elektronik menjadi lebih hemat energi, hingga memasang perangkat smart home menjadi beberapa kebutuhan yang semakin umum dilakukan. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga mulai beralih ke kendaraan listrik (electric […]

expand_less